MY COMPLICATED LOVE

MY COMPLICATED LOVE
87 Chapter 87 : Melarikan Diri



Dengan cepat Chriss langsung menarik tangan nya lagi dan tampak terlihat jelas dia merasa sangat lega karena Rai tidak jadi memeriksa nya.


Berbeda dengan Rai yang wajah nya berubah pucat saat melihat pesan yang baru masuk diponsel nya. Bahkan saat ini Rai seperti ingin menangis, Chriss yang melihat mata suami nya yang sudah berkaca-kaca pun mulai sedikit khawatir.


"Kau kenapa Rai, apa ada masalah dikantor? Wajahmu sangat pucat apa kau sakit?" Tanya Chriss yang merasa khawatir saat melihat air mata Rai mulai jatuh.


"Apa kau benar-benar ingin tahu kenapa aku berubah menjadi monster seperti ini?" Ucap Rai yang saat ini terlihat sangat serius, sehingga membuat Chriss mulai merasa takut.


"Bukankah ini karena hyung!" Ucap Chriss ragu-ragu takut membuat Rai tiba-tiba marah kepada nya.


"Kau benar, tapi bukan itu tujuanku sebenar nya! Kau lihat foto-foto ini! (Menunjukkan beberapa foto diponsel nya) mereka adalah orang tuaku yang telah dibunuh oleh seseorang dan aku membutuhkan umpan sepertimu untuk balas dendam pada orang yang telah membunuh orang tuaku!" Jelas Rai yang kini menatap Chriss dengan tatapan mata yang sudah berapi-api.


Ternyata isi pesan itu adalah foto-foto orang tua Rai yang sedang disiksa oleh seseorang hingga mati dan juga foto saat pembunuh itu menabrak mobil orang tua Rai hingga jatuh kejurang.


Chriss merasa ketakutan, jika Rai benar-benar akan menjadikan diri nya sebagai umpan lalu bagaimana dengan nasib anak yang saat ini sedang berada didalam perut nya.


Tiba-tiba Chriss teringat pada orang yang mengancam Rai dihari pernikahan mereka. Chriss memang tidak peduli dengan nyawa nya sendiri tapi sekarang didalam tubuh nya ada nyawa bayi nya dengan Rai yang bahkan belum diketahui oleh orang lain.


"Rai! Bisakah kita membatalkan perjanjian itu,kumohon!" Pinta Chriss dengan air mata nya yang mulai jatuh membasahi pipi nya.


"Apa maksudmu? Kau tidak ingin menjadi umpanku lagi begitu? Jangan mimpi! Rencanaku sebentar lagi akan dimulai dan kau harus tetap menjadi umpanku!" Ujar Rai dengan tegas,lalu beranjak pergi meninggalkan Chriss dikamar sendirian.


"Kumohon Rai, aku tidak ingin kau menyesali nya suatu hari nanti!" Teriak Chriss sambil terisak saat melihat Rai berjalan keluar dari kamar nya.


Namun Rai tidak memperdulikan perkataan Chriss bagi Rai saat ini yang terpenting adalah rencana balas dendam nya yang sebentar lagi akan berhasil dia lakukan.


Setelah kepergian Rai, Chriss terus menangis terisak karena ciri nya tidak pernah menyangka bahwa Rai akan setega itu membiarkan diri nya sebagai umpan. Chriss pun jadi berfikir, apakah Rai akan langsung membunuh diri nya kalau tahu diri nya saat ini didalam perut nya ada anak dari Rai.


"Sayang, apa yang harus mama lakukan sekarang? Papamu benar-benar ingin membunuh mama saat ini!" Ucap Chriss pada anak nya yang masih berada diperut rata nya itu dengan disertai isak tangis nya.


Karena merasa sangat ketakutan dengan keselamatan bayi yang masih berada didalam kandungan nya, Chriss segera membereskan semua pakaian dan barang-barang nya kedalam koper untuk pergi dari manshion Rai dan kembali kerumah ayah nya.


Dengan air mata yang masih mengalir melalui pipi nya, Chriss menarik koper nya dan berjalan keluar dari kamar nya menuju pintu keluar dari manshion. Namun saat sudah sampai didepan pintu keluar, beberapa penjaga dan pelayan langsung menghentikan Chriss sesuai perintah dari Rai.


"Maaf! Nyonya mau kemana dengan membawa koper besar ini?" Tanya seorang penjaga yang kini sudah berdiri tepat didepan Chriss untuk menghalangi langkah Chriss keluar dari manshion.


"Minggir lah, aku ingin keluar dari penjara ini!" Ucap Chriss tegas yang kini menatap tajam pada penjaga yang sedang menghalangi nya itu.


"Nyonya, saat ini tidak diijinkan pergi dari manshion. Jika nyonya memang butuh sesuatu, tolong beritahu pelayan saja. Biar mereka yang menyiapkan nya!" Ucap penjaga itu dengan sopan yang menjalankan tugas nya sesuai dengan perintah Rai.


"Memang nya kau siapa berani nya menghalangi jalanku!" Seru Chriss yang mulai geram dengan penjaga yang terus saja menghalangi nya.


"Ini perintah dari tuan Rai sendiri!" Ujar penjaga itu yang menunjukkan bahwa sikap nya sekarang adalah perintah dari tuan nya.


"A-apa!" Ucap Chriss yang langsung lemas saat mendengar penjelasan dari penjaga bahwa Rai yang sekarang sedang mengurung diri nya agar tidak meninggalkan manshion.


Chriss menjatuhkan tubuh nya dilantai dengan air mata nya yang mulai mengalir deras lagi melalui pipi nya. Tatapan para pelayan pun sekarang berubah yang tadi nya memberikan tatapan kagum saat Rai bersikap hangat pada Chriss, sekarang berubah menjadi tatapan menghina dan mencaci saat Rai memberi perintah untuk mengurung diri nya dimanshion.