MY COMPLICATED LOVE

MY COMPLICATED LOVE
85 Chapter 85 : Kehamilan Chriss



Sementara Chriss yang semenjak kejadian malam itu tidak pernah bertemu dengan Rai, akhir nya menjalani kehidupan kampus nya seperti biasa.


Dia akan pergi bersama teman-teman nya setelah jam kuliah selesai. Mereka biasa nya nongkrong dicafe, taman bermain,supermall dan tempat favorit mereka semenjak SMP yang berada dipinggir jalan.


Chriss juga sering mengunjungi ayah dan hyung nya dikantor maupun rumah nya sendiri,semua itu Chriss lakukan untuk mengusir rasa kesepian nya karena tidak ada Rai.


Bahkan kalau Chriss berada dimanshion sendirian, dia akan mencari kepala pelayan untuk diajak mengobrol ataupun menghabiskan waktu nya untuk mengurusi taman bunga nya yang sekarang terlihat lebih indah dari sebelum nya.


Namun beberapa hari ini, Chriss terus merasa mual dan pusing terlebih lagi saat bangun tidur. Chriss juga merasa sangat mual saat mencium bau masakan yang sangat menyengat menurut penciuman nya. Sehingga nafsu makan nya menurun drastis.


Sehingga pada suatu hari,Chriss akhir nya jatuh pingsan karena tidak bisa makan apapun dan terus merasa mual. Kepala pelayan yang sudah menganggap Chriss sebagai anak nya sendiri memanggil dokter Park Yoon Hee kekasih dari dokter Park Hoon untuk memeriksa keadaan Chriss karena saking khawatir nya melihat keadaan Chriss.


"Dok, bagaimana keadaan nyonya Chriss? Apakah sangat parah?" Kepala pelayan yang terus bertanya seperti kereta api sedang lewat saja saking khawatir nya.


"Begini, apa tuan Rai ada?" Tanya Yoon Hee yang mencari keberadaan Rai.


"Tuan akhir-akhir ini sedang sangat sibuk dengan pekerjaan nya jadi jarang pulang kemanshion!" Jawab kepala pelayan yang semakin merasa cemas takut disalahkan mengenai kondisi Chriss.


"Bi, bisa tinggalkan kami sebentar!" Pinta Chriss dengan suara nya yang sangat lemah karena perut nya tidak terisi makanan sedikitpun.


"Baik nyonya!" Ucap kepala pelayan, lalu beranjak pergi dari kamar tuan nya itu diikuti pelayan yang lain nya juga.


"Kau bisa mengatakan nya sekarang, apa yang sebenar nya terjadi pada tubuhku? Apakah aku menderita sakit yang sangat parah?" Tanya Chriss masih dengan suara nya yang lemah tapi dapat dilihat melalui mata nya bahwa saat dia sedang ketakutan.


"A-apa! A-aku hamil!" Seru Chriss tergagap saking terkejut nya dengan kabar bahagia yang barusan dia dengar dari dokter Yoon Hee yang memeriksa nya.


"Iya benar, kau sedang hamil! Usia kandungan nya kira-kira baru 6 minggu karena ini baru pertama kali untukmu jadi akan sering mengalami pusing dan mual!" Jelas Yoon Hee lagi sambil tersenyum lembut ketika melihat Chriss yang sedang mengelus perut nya yang masih terlihat rata itu.


"Dok, tolong rahasiakan tentang ini dari siapapun terutama dari Rai!" Pinta Chriss yang kini wajah nya berubah menjadi cemas dan khawatir.


"Kenapa, bukankah Rai ayah dari anak ini?" Tanya Yoon Hee yang merasa aneh kenapa Chriss ingin sekali menyembunyikan kehamilan nya dari Rai.


"Aku takut Rai tidak menginginkan kehadiran anak ini!" Ujar Chriss lirih dengan air mata nya yang mulai terjatuh melalui pipi nya saat mengingat dulu Rai menyuruh nya meminum obat yang dikira pil KB itu.


"Aku tidak percaya Rai akan melakukan hal sejahat itu. Selama aku mengenal nya, dia adalah pria yang sangat baik walaupun dia terlihat dingin pada orang-orang disekitar nya tapi sebenar nya tidak seperti itu!" Ujar Yoon Hee yang sedikit tidak mempercayai ucapan Chriss tentang Rai.


"Kumohon dok!" Pinta Chriss lagi yang kali ini sambil memelas.


"Baik lah, tapi ingat jaga dengan baik kandunganmu! Minum obat ini dengan teratur,minggu depan aku akan datang lagi membawa alat USG untuk melihat janin nya!" Ujar Yoon Hee sambil membereskan peralatan medis nya kembali.


"Terima kasih dok!" Ucap Chriss tersenyum dengan tulus.


"Aku pergi dulu!" Pamit Yoon Hee lalu beranjak pergi dari kamar Chriss.


"Sayang, meskipun papa tidak menginginkan kehadiranmu tapi mama akan selalu melindungimu apapun yang terjadi. Jadi kamu harus kuat, kita akan berjuang bersama okayy!" Ucap Chriss pada perut nya yang masih rata itu dengan air mata nya yang terus mengalir tiada henti nya.