MY COMPLICATED LOVE

MY COMPLICATED LOVE
11 Chapter 11 : Tidak Percaya



Diluar ruangan Chriss, hyun joong dan yang lainnya menunggu sampai Rai keluar dari ruangan itu. Dan benar saja, tak lama kemudian Rai keluar walau pun dengan wajah yang terlihat sangat kesal.


Melihat Rai yang baru keluar, hyun joong langsung menghampirinya untuk menanyakan keadaan Chriss.


“Bagaimana dengan keadaannya?” tanya hyun joong yang melihat Rai baru saja keluar dari ruangan chriss.


“Kondisinya stabil, tapi dia harus tetap dirawat dirumah sakit selama beberapa hari lagi!” ujar Rai masih dengan wajah kesalnya.


“Tentu saja Rai, terima kasih!” ucap hyun joong senang mendengarnya tak memperdulikan Rai yang masih terlihat kesal entah kenapa.


“Pergilah mengambil obat untuknya, aku akan pulang dulu!” ujar Rai yang langsung pergi begitu saja tanpa mendengar persetujuan dari hyun joong.


“Aku juga hyun, harus kembali sekarang ada rekaman penting hari ini!” pamit JB yang melihat Rai sudah agak jauh.


“Maaf hyun aku juga harus pergi karena ada syutting iklan!!” pamit kim bum juga yang memang ada syuting hari ini.


“Semuanya sekali lagi terima kasih telah membantuku!!” Ucap hyun joong dengan tulus.


“Dia mulai sekarang akan ditangani park hoon!” ujar Rai pada hyun joong berhenti sejenak saat bertemu dengan Dr Park hoon.


“Maksudmu Dr. Park Hoon , aku lebih tua darimu tau?” seru Dr Park kesal pada Rai karena tidak ada sopan santun kepadanya orang yang lebih tua dari Rai.


“Terserah padamu, aku akan kembali dulu!” ujar Rai malas lalu pergi.


“Jaga dia baik-baik hyun!” ucap kim bum lalu berlari mengikuti Rai bersama dengan JB.


“Kau tidak ikut pulang bersama mereka?” Tanya Dr Park pada shin yang masih berada didepan ruangan Chriss.


“Tidak! Aku harus menemui presdir ! aku duluan hyun!” ujar shin berpamitan pada hyun joong.


“Baiklah Shin!” ucap hyun joong. Lalu shin pergi dari ruangan chriss menuju kantor presdir.


“Hai! Perkenalkan saya Park Hoon!” ucap Dr Park mengulurkan tangannya pada hyun joong.


“Kim hyun joong! Ada apa?” sahut hyun joong menjabat tangan dr.park dengan heran merasakan maksud tersembunyi dari Dr Park.


“Bagaimana bisa kau tidak tahu siapa dia? Kau cobalah buka website pencarian Cadiz Etrama Diraizel, pasti akan muncul semua artikel tentangnya!” jawab hyun joong keheranan bagaimana bisa ada manusia yang tidak mengetahui tentang Rai kecuali orang itu berasal dari pedalaman.


“Benarkah? Terima Kasih infonya! Lalu apakah gadis itu adalah kekasihnya?” tanya Dr Park yang merasa penasaran sambil menunjuk pada Chriss.


“Siapa? Chriss? Mana mungkin!” seru hyun joong yang tidak percaya bahwa ada orang yang menganggap adiknya bisa disandingkan dengan Rai.


“Benarkah? Lalu kenapa dia melakukan operasinya sendiri?” tanya Dr Park lagi yang tidak percaya bahwa Rai tidak ada hubungan dengan gadis yang di operasi dengan tangannya sendiri.


“Mungkin karena dia merasa bersalah!” ujar hyun joong yang tidak pernah membayangkan bahwa Rai bisa tertarik dengan Chriss mengingat Rai yang sangat sulit didekati wanita.


“Benarkah?” seru Dr Park yang masih tetap tidak percaya pada ucapan hyun joong.


“Apa maksudmu?” tanya hyun joong menatap Dr Park penuh curiga.


“Tidak apa-apa hyun, Kalau begitu aku pergi dulu ada pasien emergency!” ujar Dr Park mengalihkan topic menyadari arti tatapan hyun joong padanya lalu pergi begitu saja.


Sementara itu selama didalam mobil perjalanan kembali ke manshion nya Rai terus saja kepikiran tentang perkataan chriss waktu di rumah sakit.


Karena ini memang pertama kalinya bagi Rai, ada seorang gadis yang mengatakan cinta padanya secara langsung dan tak lama kemudian Rai merasa sudah dicampakan.


“Bagaimana mungkin dia bisa mengatakan semua itu dengan begitu mudahnya, aku tidak percaya dia melepaskan aku dengan mudah, apakah aku tidak penting baginya?” ucap Rai tiba-tiba merasa sangat kesal mengingat semua perkataan chriss tadi.


“Mungkin dia sadar diri bahwa tidak ada gadis yang pantas dan cocok untuk tuan Rai selain nona Im Hyuna!” Sahut supir Rai yang tidak tahu apakah tuannya itu sedang bicara padanya atau tidak.


“Aku tidak akan menikahinya!” tegas Rai yang bertambah kesal mendengar soal perjodohannya itu.


“Bagaimana mungkin tuan? Bukankah pertunangan anda akan dilaksanakan minggu depan?” ujar supir Rai yang tidak mengerti dengan jalan pikiran orang kaya seperti Rai.


“Sejak kapan ada yang mengatur hidupku! Sudah focus saja menyetirnya!” titah Rai yang sadar dirinya seperti sedang curhat dengan supir pribadinya.


“Baik Tuan!” jawab supir Rai mematuhi perintah tuannya itu yang terlihat seperti sedang patah hati.