
“Terima kasih sudah mengkhawatirkan diriku, lalu siapa wanita hamil ini? Kenapa bisa dia berada diruang rawatku?” ujar Rai yang tiba – tiba beralih menanyakan Chriss seakan dirinya mengalami hilang ingatan, namun aktingnya sepertinya tidak mempan untuk JB dan Kim Bum yang merupakan aktor yang sesungguhnya, sehingga denga mudahnya kebohongan Rai diketahui oleh mereka.
Namun tidak dengan Hyun Joong dan Chriss serta Dr.Park yang tertipu dengan akting Rai yang payah kalau menurut ahlinya.
“Rai apa kau lupa! Wanita ini Chriss, istrimu yang saat ini sedang mengandung anakmu!” ujar Hyun Joong yang mencoba menjelaskan pada Rai tentang Chriss.
“JB, sejak kapan akau mempunyai istri? Kapan aku menikahinya?” tanya Rai dengan wajah kebingungan yang begitu dibuat – buat agar bisa melanjutkan aktingnya.
“Rai, lebih baik kau tanyakan saja langsung pada orangnya!” jawab JB dengan santainya, kali ini JB tidak akan membantu Rai berbohong dan mempermainkan Chriss yang sedang hamil besar.
“Hmm, kau benar sekali JB! Lebih baik kita semua keluar dulu dari sini dan biarkan mereka berdua berbicara!” usul Kim Bum yang langsung menarik Hyun Joong dan Dr.Park keluar dari ruangan Rai diikuti JB dibelakangnya.
Meskipun sengan raut wajah yang masih kebingungan dengan kondisi Rai, namun Hyun Joong dan Dr.Park tetap mengikuti perintah Kim Bum untuk memberikan waktu pada Chriss dan Rai untuk bicara berdua saja.
Kini didalam ruangan itu hanya tinggal Rai dan Chriss saja. Suasananya sangat canggung dan perasaan bersalah yang terus menyelimuti perasaan Rai ketika melihat air mata Chriss yang semakin mengalir deras melalui pipinya.
“Rai…hiks…hiks…Apakah kau benar – benar telah melupakan aku dan anak kita ini…hiks…hiks…!” tanya Chriss lirih disertai tangisannya yang semakin pilu sambil tangannya tanpa henti mengelus perutnya yang sudah membesar dengan lembut.
“Sudah jangan menangis lagi! Maaf, aku hanya ingin mengerjai kalian saja!” ucap Rai lirih yang kini sudah menghampiri dan memeluk tubuh Chriss dan mengatakan yang sejujurnya kepada Chriss.
Karena tidak tega melihat Chriss yang terus saja menangis karena dirinya yang pura – pura hilang ingatan.
“Rai kau jahat sekali padaku…hiks…hiks…aku benci kamu Rai…hiks…hiks…aku sangat membencimu!” seru Chriss yang kini memukul – mukul tubuh Rai sambil terus menangis.
“Bagaimana bisa kau berkata seperti itu tentangku Rai hiks…hiks…!” ucap Chriss lirih yang air matanya semakin mengalir deras dipipinya.
“Bukankah kau yang mengatakannya sendiri barusan, bahwa kau sangat membenciku!” lanjut Rai yang saat ini benar – benar merasa kasihan dengan istrinya yang sendari tadi terus menangis.
“Hiks…hiks…hiks…!” tangis Chriss semakin menjadi ketika mendengar perkataan dari Rai.
“Sudah jangan menangis lagi, kasihan bayi kita yang didalam sini kalau kau menangis terus seperti ini!” bujuk Rai yang akhirnya mengalah karena tidak tega melihat istrinya terus menangis.
“Hiks…Rai…hiks…aku sangat mencintaimu!” ucap Chriss lirih sambil memeluk tubuh Rai dengan erat.
“Aku tahu itu! Aku juga mencintaimu dan bayi kita!” balas Rai disertai senyum bahagia diwajahnya. Karena setelah sekian lama dan setelah melalui banyak hal, Rai akhirnya bisa mengungkap perasaannya selama ini kepada Chriss.
“Sejak kapan kau mencintaiku?” tanya Chriss yang tidak percaya dengan pernyataan cinta Rai barusan kepadanya.
“Mungkin sejak malam pertama kita!” jawab Rai disertai senyum jahil diwajahnya.
Begitulah awal dari lembaran baru kisah cinta Chriss dan Rai yang penuh rintangan dan perjuangan untuk bisa menyatakan rasa cintanya satu sama lain.
Setidaknya Rai tidak akan merasa kesepian lagi mulai sekarang karena ada Chriss dan anaknya yang akan selalu mengisi hari – harinya mulai sekarang.