
Disis lain, Rai yang sedang bertemu dengan wakil presdir JOHN ECT Group yaitu Alex William pun mendapat peringatan keras supaya tidak macam-macam dengan Lee John boss besarnya.
Namun Rai tidak sedikit pun merasa takut dengan ancamannya. Karena sebentar lagi Rai yakin akan membuat mereka menjadi seorang penjahat dengan label internasional dan Rai akan memastikan semua itu akan secepatnya menjadi kenyataan.
“Maafkan atas keterlambatan saya ini Tuan Alex, ada urusan kerja yang harus diselesaikan dengan cepat!” ucap Rai yang masih menggunakan tata kramanya dengan baik.
“Tentu tidak masalah tuan Rai. Saya mengerti tentang jadwal seseorang yang mendapat gelar nomor satu seperti anda ini!” ujar Alex yang sepertinya sudah tersinggung dengan keterlambatan Rai dan karena Alex tidak menyukai Rai dari awal mereka bertemu dengan senyum palsu diwajahnya.
“Bukan seperti itu Tuan Alex, saya hanya sedikit sibuk saja!” ucap Rai yang juga melempar senyum palsu diwajahnya.
“Anda sungguh rendah hati tuan Rai. Oh yah kudengar kekasih anda sedang dirawat dirumah sakit, apakah sudah membaik sekarang?” tanya Alex yang sudah memakan umpan yang dilemparkan oleh Rai.
“Anda sungguh orang yang sangat peduli,dia sudah baik-baik saja sekarang. Anda tidar perlu khawatirkan hal yang tidak penting!” ujar Rai yang dengan senyuman penuh arti diwajahnya.
“Ohh tolong maafkan kelancangan saya tuan Rai, karena sudah peduli dengan tunangan anda. Sekarang saya sudah mengerti bahwa kekasihmu akan menjadi orang yang sangat sulit untukku jangkau!” Ucap Alex yang menyadari senyum misterius diwajah Rai.
Menurut penilaian Alex, Rai saat ini sedang mengejeknya karena tidak bisa berbuat apapun kepada tunangannya.
“Hmmm, apakah anda pernah melihat orang pintar yang menjadi bodoh dan orang bodoh yang menjadi pintar Tuan Alex?” tanya Rai tersenyum sinis dan matanya tertuju pada Alex.
“Hahahahahaa ….. tentu saja tuan Rai, bagaimana mungkin aku belum pernah melihatnya. Apakah tuan Rai juga pernah melihatnya?” ujar Alex mengejek Rai sebagai orang bodohnya disini.
“Belum, mungkin sebentar lagi saya akan melihatnya!” ujar Rai dengan santainya dengan tatapan matanya yang masih tertuju pada Alex.
“Ouh maafkan saya tuan min, saya belum memikirkan kembali soal kerjasama itu. Sekarang saya sedang memikirkan acara pernikahan saya minggu depan. Jadi bisakah anda memberi saya waktu sampai acara pernikahan saya selesai tuan Alex!” ucap Rai berpura-pura peduli soal pernikahannya.
“Ouh! Selamat atas pernikahan anda tuan Rai. Semoga semua berjalan lancar sesuai keinginan anda. Namun, tidaklah baik anda terus menunda urusan yang sangat penting ini dan saya pikir mungkin nona im hyuna tidak akan keberatan kalau dia yang akan mengurus sendiri semua persiapan pernikahannya!” ujar Alex yang sepertinya tidak mengetahui kalau pengantin wanitanya benar-benar akan diganti dengan orang lain.
“Maafkan aku tuan Alex, mungkin anda sudah salah paham dengan mempelai wanitanya!” ujar Rai disertai tawanya melihat kebodohan Alex yang masih belum bisa mengetahui siapa yang akan menjadi istrinya. Padahal mereka sudah berhasil memalsukan hasil pemeriksaannya tapi masih salah mengira orangnya.
“Maksud tuan Rai?” tanya Alex menjadi bingung melihat Rai yang saat ini sedang menertawakannya.
“Aku tidak mengerti situasi ini, anda mengetahui bahwa kekasihku dirawat dirumah sakit. Tapi mengapa anda tidak tahu bahwa yang dirawat dirumah sakit bukanlah in hyuna, melainkan orang lain!” jelas Rai menyelidik dari raut wajah Alex.
“Benarkah,mungkin karena rencana pernikahan anda sudah lama tersebar jadi hanya im hyuna yang saya tahu pasti jadi pasangan anda!” jelas Alex gugup karena dia memang tidak mengetahui siapa gadis yang akan menjadi pengantinnya Rai.
“Tapi sayangnya bukan dia!” jawab Rai tegas menatap tajam pada Alex.
“Lalu siapa dia tuan Rai?” tanya Alex lagi yang sangat penasaran sebenarnya siapa gadis Rai sembunyikan dengan baik itu.
“Tenang saja, nanti anda pasti akan tahu sendiri dihari pernikahan!” sambung Rai yang tidak ingin mereka mengetahui dengan mudahnya siapa gadis yang akan dinikahinya.
“Saya tidak sabar ingin secepatnya mengetahuinya!” ujar Alex menahan emosinya.