
“Aku yang menyuruhnya!” seru Rai yang muncul dari balik pintu dengan kerennya. Sedangkan JB dan Kim Bum masih didepan pintu untuk menghabisi pasukan Lee John yang terus berdatangan.
“Rai!” seru Chriss lirih dengan air matanya yang mulai mengalir melalui pipinya ketika melihat Rai yang datang untuk menyelamatkan dirinya.
Rai melihat kearah Chriss sekilas untuk memastikan kaedaan Chriss aman. Rai kemudian menatap J-Hope sambil memberikan jempol sebagai pujian bahwa hasil kerja J-Hope sangat bagus. J-Hope pun tersenyum senang karena jarang sekali Rai melakukan itu padanya.
“Hahahaha…bagus! Bagus sekali!” seru Lee John yang tiba – tiba tertawa dan bertepuk tangan karena dirinya berhasil ditipu oleh anak buah Rai.
“Tuan John, apakah anda salah minum obat hari ini?” tanya J-Hope dengan wajah polosnya agar lebih memancing amarah Lee John dan juga Alex.
“Diam kau, dasar ******** sialan!” umpat Alex yang benar – benar terpancing hanya dengan perkataan J-Hope yang seperti saja.
“Pak tua, apa anda masih waras untuk masuk ke penjara nanti. Tenang saja ini penjara internasional kau harus bangga! Jika sudah masuk kesana yah!” ejek Rai.
“Dasar bocah tengik, seharusnya kau juga mati bersama orang tuamu dulu!” ujar Lee John yang merasa benar – benar ingin meledakkan amarahnya saat ini.
“Terima kasih atas sarannya pak tua!” balas Rai disertai senyum menghina kepada Lee John.
Begitu mendengar jawaban Rai, Lee John langsung menyerang Rai secara membabi buta. Meskipun sudah berumur, namun keterampilan dirinya sangatlah tinggi. Sehingga terjadilah pertarungan sengit lagi antara Lee John dan Rai, serta J-Hope dan Alex.
Sementara Chriss dan teman – temannya hanya melihat dengan cemas sambil menangis karena sangat ketakutan. Terdengar beberapa kali Chriss memanggil nama Rai, ketika Rai terkena pukulan dari Lee John.
Sebenarnya Rai sebelum bertarung dengan Lee John dia membawa kedua pisaunya, begitu juga dengan Lee John yang menyimpan pistolnya dibalik jas yang dia kenakan.
Karena takut melukai Chriss atau yang lainnya, Rai akhirnya membuang pistolnya dan juga milik Lee John kesembarang tempat yang cukup jauh dari tempatnya berkelahi.
“Angkat tangan kalian sekarang!” perintah JB yang kini menodongkan pistolnya tepat dikepala Lee John.
Sementara Kim Bum menodongnya dikepala Alex. Tanpa J-Hope sadari, ternyata dia melakukan hal yang diperintahkan JB pada Lee John dan Alex.
“Hay! Kenapa kau ikut angkat tangan!” tanya Kim Bum yang menyadarkan J-Hope atas perbuatannya itu yang membuat JB dan Kim Bum geleng – geleng kepala ketika melihatnya.
“Ahh, sorry aku lupa kalau kami sudah bukan satu geng lagi!” ujar J-Hope dengan polosnya.
Alex melotot pada J-Hope ketika mendengarnya, namun dia tidak bisa menghajar wajah J-Hope. Berbeda dengan Lee John yang masih diam sambil menatap Rai dengan tajam.
Tanpa memperdulikan tatapan Lee John dan yang lainnya, dia berjalan menghampiri Chriss istrinya yang kini sedang menangis karena ketakutan.
“Apa kau baik – baik saja? Maaf aku sedikit terlambat!” ujar Rai yang kini sudah berjongkok dihadapan Chriss yang masih menunduk sambil menangis.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Rai, Chriss langsung menghamburkan tubuhnya memeluk Rai dengan sangat erat disertai tangisannya yang semakin kencang.
Saat Chriss dan Rai berpelukan, Hyun Joong dan Dr.Park datang dengan membawa beberapa anggota polisi untuk mengamankan Lee John dan Alex yang sedang ditodong pistol oleh JB dan Kim Bum.
“Bagaimana keadaan adikku?” tanya Hyun Joong setiba diruangan itu.
“Dia baik – baik saja sekarang, kalian amankan saja mereka berdua!” perintah JB yang menyuruh polisi itu untuk menggantikan dirinya menahan Lee John dan Alex. Sementara dirinya dan Kim Bum berjalan mendekati Ga Eun dan Min Young untuk menolongnya.
Dengan cepat polisi – polisi itu mengambil alih tugas JB dan Kim Bum. Hyun Joong dan Dr.Park hanya menatap keduanya dengan bingung, pasalnya JB dan Kim Bum melepas jas mereka untuk dipakaikan pada Ga Eun dan Min Young yang tubuhnya hanya ditutupi kain tipis pemberian J-Hope.
Kemudiam JB menggendong Min Young ala bride style untuk membawanya menuju ke ambulance yang disediakan oleh Dr.Park dan Yoon Hee agar segera mendapat pengobatan atas luka – luka yang ditubuhnya.
“Maaf kakimu tetluka, jadi saya terpaksa menggendongmu sampai di ambulance!” ucap JB lembut meminta izin pada Min Young sebelum menggendongnya, namun Min Young hanya menatap lekat dirinya saja. Sehingga JB langsung memutuskan untuk menggendongnya saja untuk menghemat waktunya.
“Kalian berdua sungguh beruntung, digendong seorang idol yang sangat tampan seperti kami!” ucap Kim Bum pada Ga Eun disertai senyuman manis dibibir indahnya.
Kim Bum mengikuti JB sambil menggendong Ga Eun yang menatap dirinya tanpa berkedip sedikitpun.
“Apakah gadis ini benar – benar terpesona dengan ketampananku, sehingga terus menatap wajahku seperti itu!” batin Kim Bum yang terus memperhatikan wajah Ga Eun.
“Kau bilang apa, beruntung! Mana ada orang yang diculik dan disiksa sampai seperti ini dibilng sedang beruntung. Apa mungkin otaknya sudah gila?” yang sebenarnya ada didalam pikiran Ga Eun saat menatap wajah Kim Bum.
Sementara Rai masih terus memeluk Chriss untuk menenangkannya. Rai bahkan sampai susah bergerak dan bernafas karena Chriss memeluk tubuhnya begitu erat.
Bahkan Hyun Joong pun tidak mau mengganggunya, walaupun dia saat ini ingin sekali memeluk adik yang selama ini dia khawatirkan keadaannya.
“Chriss, sudahlah! Apakah kau ingin terus kita berpelukan ditempat ini dan disaksikan begitu banyak orang!” bisik Rai tepat ditelinga Chriss yang membuat Chriss tersadar atas sikapnya pada Rai.
Chriss pun mulai melepas pelukannya pada Rai, begitu Chriss telah melepas pelukannya Rai pun langsung menggendong tubuh Chriss menuju ambulance agar mendapat pengobatan untuk luka – lukanya.
“Ternyata selama ini aku sudah salah menilai dirimu!” ujar Lee John ketika Rai berjalan melewati dirinya begitu saja.
“Terima kasih akan aku anggap ini sebagai pujian dari anda!” sahut Rai yang kini menatap Lee John dengan sinisnya, kemudian mulai melajutkan langkahnya untuk meninggalkan tempat itu.
“Kalau begitu, anggaplah ini juga sebagai hadiah untuk kalian berdua!” seru Lee John yang langsung menyerang polisi yang menangkapnya, kemudian mengambil alih pistol milik polisi itu dan menembakkan kearah Rai yang tengah menggendong Chriss.
“Dorr…Dorr…!” terdengar suara dua kali tembakan dari pistol yang dipegang Lee John.
Dengan gerakan sangat cepat, Hyun Joong langsung menendang pistol yang saat ini berada ditangan Lee John hingga terpental jauh dari mereka.
Beberapa polisi langsung mengambil tindakan cepat dengan memborgol tangan Lee John dan Alex, lalu membawanya kemobil tahanan.