
Mendengar penjelasan JB tangis Rai makin pecah, dia sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti JB dan Kim Bum yang sangat mengerti dirinya seperti ini. Padahal dirinya sudah mengamuk tidak jelas didepan mereka tapi JB dan Kim Bum tidak sakit hati maupun marah kepadanya.
JB bahkan lebih mengkhawatirkan Rai yang bisa saja mengamuk dan menyakiti Chriss istrinya yang tidak tahu mengenai semua ini.
“Kau sudah memberi Chriss perlindungan bukan?” tanya JB yang mengkhawatirkan Chriss karena rencana mereka sudah mulai keintinya.
“Hmm.... Aku sudah menyuruh pejaga untuk terus mengawasinya dan melarangnya keluar dari manshion!” jelas Rai setelah dirinya kembali tenang.
“Bagaiman dengan J-Hope, apakah perlu ku panggil untuk kembali sekarang?” tanya Kim Bum yang teringat dengan J-Hope yang saat ini seperti berada dikandang macan.
“Biarkan dia tetap disana, firasatku buruk kalau dia kembali sekarang!” sahut Rai yang seperti merasakan firasat tidak baik sangat mengingat Chriss.
“Okay,......lebih baik kita istirahat saja sekarang karena besok kita harus bersiap untuk menyiapkan peralatan bertempur!” ujar Kim Bum yang kini merebahkan tubuhnya diatas kasur yang sudah tersedia dimarkas rahasia mereka.
JB pun mengikuti Kim Bum untuk beristirahat, begitu juga dengan Rai. Namun perasaan Rai terus tidak nyaman, apalagi saat memikitkan Chriss. Entah kenapa perasaan Rai harus mengatakan akan terjadi hal buruk pada Chriss dan sesuatu yang lain tapi tetap membuat dirinya menjadi sangat khawatir, padahal Rai telah memberikan pengawal terbaik untuk melindungi dan menjaga keselamatan Chriss.
Ternyata Rai melarang Chriss keluar dari manshion karena demi keselamatan Chriss sendiri, sebab Rai tidak bisa terus bersama dengan Chriss setiap waktu tapi cara penyampaiannya saja yang membuat Chriss jadi salah paham.
Keesokan harinya, Min Young menemui Ga Eun dan Hanni ditempat biasa. Min Young pun menceritakan tentang curhatan Chriss padanya semalam. Mendengar Chriss sekarang dikurung dimanshion oleh Rai, tentu saja teman - temannya siap sedia membantu Chriss melarikan diri.
“Baiklah! Aku dan Ga Eun akan membawa Chriss keluar melalui jendela kamarnya, kita akan menunggumu dipersimpangan jalan didepan gang biasa. Jadi Hanni harus mengalihkan semua perhatian penjaga itu dengan cepat. Apa kalian mengerti?” ujar Min Young yang membagi tugas untuk Ga Eun dan Hanni sekaligus memberitahu tentang rencananya.
“Apa kau bawa mobilnya saja, nanti aku menyusul kalian dengan naik taksi!” ujar Hanni yang mempunyai firasat buruk kalau dia yang membawa mobilnya.
“Ayolah Hanni! Kalau kita yang membawa mobilnya akan langsung ketahuan oleh mereka!” sahut Ga Eun yang sependapat denga rencana Min Young, kalau itu akan lebih tepat kalau Hanni yang membawa mobilnya.
“Baiklah kalau begitu Aku setuju dengan rencana ini!” ujar Hanni akhirnya menyetujui rencana tersebut, meskipun perasaannya terus saja menjadi tidak tenang.
Merekapun mulai bersiap dengan tugas dan posisi masing – masing. Begitu mobil Hanni memasumi manshion, Min Young mengirim pesan singkat untuk Chriss bahwa mereka sudah berada diposisi.
“Maaf, nyonya saat ini dilarang menemui siapapun oleh tuan Rai!” jawab penjaga itu dengan tegas yang kini tengah menghadang Hanni.
Hanni pun mulai memerankan perannya, dia membuat keributan dengan memaksa masuk kedalam manshion. Sehingga beberapa penjaga pun menghampirinya dan juga para pelayan yang menjadikan dirinya sebagai tontonan bagi mereka.
Disisi lain Min Young mengetuk kaca jendela Chriss sebagai tanda untuk Chriss keluar sekarang. Mendengar suara ketukan dijendela, Chriss pun perlahan membuka jendelanya sambil sesekali melihat kearah pintu takut ada pelayan yang tiba – tiba masuk kedalam kamarnya.
“Ayo cepat keluar Chriss!” bisik Ga Eun saat melihat Chriss sudah membuka jendela.
“Iya sebentar,gaunku tersangkut!” seru Chriss lirih sambil berusaha menarik gaunnya yang tersangkut.
“Hati – hati dengan bayimu Chriss!” ujar Min Young mengingatkan Chriss tentang kehamilannya saat melihat Chriss sudah berhasil melepaskan gaunnya yang tersangkut dan hendak melompat dari jendela.
“Ooh iya benar bayimu, pelan – pelan loncatnya dan pegang tangan kami!” bisik Ga Eun sambil mengulurkan tangannya pada Chriss, mengikuti yang Min Young lakukan.
“Akh...terima kasih teman – teman!” ucap Chriss berbisik disertai senyuman manis dibibirnya.
“Sudahlah,ayo cepat kita pergi dari sini!” ujar Min Young langsung saja menarik tangan Chriss untuk berjalan mengikutinya dibelakang.
Min Young berjalan mengendap – endap sambil melihat sekeliling untuk menghindari para penjaga yang kini sedang sibuk mengusir Hanni diikuti oleh Chriss dan Ga Eun dibelakangnya.
Beruntung Hanni sangat ahli dalam mengalihkan pehatian orang, sehingga membuat Min Young dan Ga Eun berhasil mengeluarkan Chriss tanpa diketahui oleh siapapun.
Min Young pun membawa Chriss berjalan menuju persimpangan jalan, ditempat mereka berjanji menunggu kedatangan Hanni dengan membawa mobilnya. Begitu mereka bertiga sampai, Min Young segera mengirimkan pesan singkat pada Hanni bahwa Chriss sudah berhasil keluar.
Mendapat pesan dari Min Young, Hanni pun bergegas pergi dari manshion Rai begitu saja. Hanni langsung melajukan mobilnya menuju tempat janji mereka. Dan tanpa Hanni sadari ternyata mobil Hyun Joong datang ketika Hanni sudah melajukan mobilnya.