
Dan saat Rai sedang berjalan belum jauh dari ruangan Dr Park untuk menyusulnya. Dr Park malah sudah kembali dengan membawa hasil pemeriksaan chriss secara menyeluruh, namun dia tidak tahu bahwa hasil pemeriksaan itu sudah diotak atik oleh orang suruhan Lee John.
Beruntung Rai langsung menyadarinya karena sebelumnya dia yang memeriksa kondisi chriss sendiri. Namun Rai tidak memberitahu Dr Park tentang kebenaran tentang hasil pemeriksaannya itu.
Rai berniat memberi Dr Park sedikit pelajaran karena dia sering menggoda dirinya didepan banyak orang.
“Bagaimana dengan laporannya?” tanya Rai yang sudah berhadapan dengan Dr Park.
“Kondisinya sangat baik sekarang!” jawab Dr Park sambil melihat hasilnya kembali untuk lebih memastikannya lagi.
“Ayo kita bicarakan diruanganmu saja!” ujar Rai berjalan kembali keruangan Dr Park.
“Dasar bocah sekolah!” umpat Dr Park berjalan mengikuti Rai dibelakangnya.
“Bagaimana dengan kondisi jantungnya, apakah detak jantungnya sudah berjalan dengan normal?” tanya Rai saat sudah berada didalam ruangan Dr Park.
“Dari hasil pemeriksaannya, kondisi jantungnya sangat baik bahkan terlihat seperti tidak pernah dioperasi. Luka bekas operasinya juga sudah mongering dengan sempurna. Semuanya terlihat baik-baik saja, kau lihatlah sendiri!” jelas Dr Park menyerahkan hasil pemeriksaan chriss kepada Rai.
“Mungkin sudah saatnya dia harus bangun!” ujar Rai sambil melihat hasil pemeriksaan chriss yang palsu itu.
Namun itu bukanlah masalah besar bagi Rai karena ini sepertinya perbuatan orang yang masih terbilang amatiran.
“Maksudmu?” tanya Dr Park yang masih saja tidak mengerti. Padahal Rai sudah menjelaskannya.
“Bantu aku! Dan aku akan membantumu untuk bertemu dengan yoonhee!” ujar Rai yang kali ini serius dengan janjinya kepada Dr Park.
“Benarkah? Tentu saja aku akan membantumu, apa yang harus aku lakukan?” tanya Dr Park yang terlihat sangat antusias mendengarn perkataan Rai.
“Dalam beberapa waktu ini aku akan membuat keadaan menjadi kritis, kau harus membuat detak jantungnya tetap berjalan dengan normal. Ini akan sangat sulit bagimu dan hasilnya juga bergantung padamu bisa menjaga detak jantungnya tetap stabil atau tidak!” jelas Rai mengeni tugas penting Dr Park yang bisa menjadi penentu hasilnya.
“Bagaimana dengan kemungkinan keberhasilannya, berapa persen dari 100%?” tanya Dr Park memastikan presentase keberhasilan misinya, mengingat tugasnya sangatlah penting dan terdengar sangat sulit baginya.
“Kau yakin?” tanya Dr Park lagi yang percaya saja dengan perkataan Rai.
“Tentu saja tidak? Kalau persentase keberhasilannya 100% maka aku akan mengatakan bahwa ini sangat mudah dan aku mungkin tidak akan membutuhkan bantuanmu. Kita akan membangunkan orang koma, atau orang yang sedang mengalami mati sementara. Bukan sedang mengobati orang yang bisulan!” ujar Rai menyadarkan kebodohan Dr Park.
“Sialan kau bocah! Apa kau pernah melakukannya sebelum ini?” umpat Dr Park merasa dipermainkan oleh Rai, sekaligus merasa sangat penasaran dengan cara kerjanya membangunkan orang yang mengalami koma.
“Tentu saja belum!” ucap Rai dengan santainya membuat Dr Park menjadi lebih kesal saat melihatnya.
“Baiklah ayo kita coba, kapan kita akan melakukannya?” tanya Dr Park yang sudah tidak sabar untuk menghadapi Rai lebih lama lagi.
“Bukankah aku sudah mengatakannya kalau ini membutuhkan sedikit waktu!” ujar Rai yang menjadi kessal sendiri melihat Dr Park yang menurutnya semakin hari semakin bodoh saja.
“Kenapa tidak sekarang?” tanya Dr Park merasa bingung mengapa Rai harus menunggu selama beberapa hari lagi.
“Aku harus memberinya obat ini dulu melalui suntikan, dan setelah itu aku akan menghitung kapan obat itu akan bekerja dan pastikan hanya kita yang akan melakukannya!” ujar Rai memberikan beberapa botol cairan obat kepada Dr Park.
“Maksudnya hanya kita yang melakukannya tanpa bantuan dokter dan perawat yang lain?” tanya Dr Park memastikan akan dia tidak merasa sedang salah mendengarnya.
“That’s Right!! Begitu kita masuk ruangan, kunci ruangan itu dari dalam. Pastikan juga kau suntikan obat itu satu kali sehari!” Rai mengingatkan bagian terpenting dari prosesnya kepada Dr Park agar tidak menganggap remeh obat yang dia dapatkan dengan susah payah itu.
“Baiklah! Aku mengerti!” ujar Dr Park yang mengerti dengan maksud perkataan Rai.
“Aku akan memberikan obatnya sekarang dan setelah itu aku akan kembali mengurus bisnisku. Kemungkinan besar selama beberapa hari ini aku tidak bisa pergi kerumah sakit!” jelas Rai mempercayakan chriss kepada Dr Park.
“Lalu bagaimana denganku?” tanya Dr Park tidak tau apalagi yang harus dia lakukan kalau Rai tidak datang kerumah sakit nanti.
“Terus pantau kondisinya! Hubungi aku segera jika kondisinya menurun dan mulai tidak menentu, aku pergi dulu!” Perintah Rai sambil menghela nafas panjang menghadapi orang seperti Dr Park.