
Chriss dan kedua temannya hanya duduk dipojokan sambil melihat perkelahian antara J-Hope dan Alex dengan perasaan takut dan tubuh mereka yang bergetar saking ketakutannya.
Melihat bosnya yang kewalahan saat menghadapi J-Hope, anak buah Alex pun ikut turun tangan untuk membantunya. Mendapat serangan secara berkelompok, J-Hope akhirnya mulai serius menghajar anak buah Alex sampai sekarat.
Saat J-Hope sedang sibuk menghajar anak buahnya, Alex perlahan berjalan menghampiri Chriss sambil mengambil kembali pisau yang tadi dia bawa.
“Akh…!” suara jeritan para gadis yang ketakutan saat Alex semakin mendekati mereka, membuat J-Hope tersadar dan segera berlari menendang wajah Alex hingga terkapar ditanah.
“Dasar ******** pengecut! Beraninya menikam dari belakang!” hardik J-Hope yang meludah tepat diwajah Alex yang terkapar diatas tanah.
Mendapat hinaan dari J-Hope, Alex pun langsung berdiri kembali dan bersiap mengeluarkan semua kemampuannya untuk melawan J-Hope yang merupakan lawannya yang cukup kuat.
Kini pertarungan itu menjadi sangat sengit. Alex yang menjadi sangat agresif dan dibantu oleh anak buahnya, membuat J-Hope menjadi sedikit kewalahan.
J-Hope menjadi sering mendapat pukulan karena mereka menyerangnya secara bersama – sama seakan membuat J-Hope tidak ada ruang untuk bergerak, namun J-Hope dengan cepat menutup kelemahan itu.
Semetara Rai diluar sana sudah menyerang markas utama Lee John secara membabi buta. Mendapat serangan sebesar itu dari Rai, namun Alex tidak muncul untuk melawannya membuat Lee John menjadi murka dan mencari sendiri keberadaan Alex dan J-Hope diruang bawah tanah dimana Chriss dan teman – temannya disekap.
“kalian berdua, lindungi aku dibelakang! Aku akan langsung kebawah tanah!” perintah Rai yang sudah siap dengan dua buah pistol ditangannya.
“Okayy Rai!” sahut JB yang sedang fokus membidik sasarannya.
“Bolehkah aku membunuh mereka?” tanya Kim Bum yang sepertinya sangat menikmati pertempuran itu.
“Lakukan sesukamu saja!” sahut Rai yang mulai berjalan menerobos pasukan Lee John dengan JB dan Kim Bum yang terus melindunginya dari belakang.
Dengan santainya Rai mulai menembaki orang – orang yang berniat menghalangi jalannya. Kedua tangannya yang memegang pistol dengan lihainya Rai membunuh pasukan Lee John yang tengah menunggunya didepan pintu yang merupakan jalan satu – satunya untuk menuju tempat dimana Chriss dan teman – temannya sedang disekap.
“Yakh…bisakah kau tidak gila disaat seperti ini!” sahut JB yang terlihat sedang melawan membantu Rai yang menyerang didepan pintu itu.
“Bisakah kalian berdua tutup mulut sekarang!” seru Rai yang juga terlihat sedikit kewalahan untuk menangani pasukan Lee John yang jumlahnya cukup banyak.
Sesampainya Lee John ditempat Chriss disekap, dia merasa sangat murka melihat Alex dan J-Hope yang malah sedang berkelahi satu sama lain, sementara diluar sana seliruh anak buahnya sudah hampir dikalahkan oleh orang – orang Rai.
“Yakhh! Apa yang sedang kalian lakukan disini!” teriak Lee John yang begitu keras membuat J-Hope dan Alex berhenti saling memukul. Sedangkan Chriss dan teman – temannya merasa lebih ketakutan lagi.
“Maafkan saya tuan, J-Hope terus menghalangi kami untuk membunuh gadis – gadis itu!” ujar Alex yang berusaha menjelaskan bahwa dirinya tidak bersalah dan secara tidak langsung mengatakan bahwa J-Hope adalah seorang pengkhianat.
“Apa kalian sangat bodoh sampai berkelahi disini karena seorang perempuan dan membiarkan pasukan Rai menghancurkan tempat ini hah!” teriak Lee John yang semakin keras karena kelalaian dari Alex, dia kehilangan banyak anak buahnya.
“Kalau begitu kita gunakan gadis itu untuk melumpuhkan dan membunuhnya saja tuan!” saran Alex yang menyadari bahwa Chriss memang sangat berarti untuk hidup Rai.
“Kau benar, bawa gadis itu kemari!” perintah Lee John kepada Alex.
“Baik tuan!” jawab Alex yang mulai melangkah untuk menghampiri Chriss, namun langsung dicegah oleh J-Hope.
“Sudah aku katakan, kau tidak boleh menyentuhnya sehelai rambut pun!” tegas J-Hope yang menatap Alex dan Lee John dengan serius.
“Yakh, apa kau tidak mendengar perintah tuan John barusan!” teriak Alex yang benar – benar tidak menyukai J-Hope saat ini.
“Karena aku hanya akan mematuhi perintah satu orang saja yaitu untuk melindunginya!” jelas J-Hope yang membuat Lee John langsung tersadar bahwa selama ini J-Hope hanya memata – matainya saja dan bukan benar – benar setia padanya.
“Siapa orang yang mengirimmu?” tanya Lee John yang rahangnya mulai mengeras karena menahan amarahnya.