
Namun sebelum video itu berakhir, Rai melihat dan mendengar suara J-Hope yang tengah berusaha menghentikan aksi anak buah Alex. Sehingga dia bisa sedikit merasa lega, karena Rai tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan Chriss.
Rai sebenarnya sedang menunggu kabar dari FBI atau Interpool atas laporannya seminggu yang lalu. Rai yang mempercayai J-Hope akan selalu melindungi istrinya dangadis - gadis itu.
"Tuan Raizel, bagaimana apa kau menyukainya? Istrimu sekarang harus melayani anak buahku juga, biar dia bisa memiliki penilaian atas pelayananmu, bukan?" Ujar Alex dengan senyum penuh kemenangan yang saat ini tengah merekam aksi anak buahnya kepada Chriss dan teman - temannya itu.
"Kalian semua hentikan sekarang juga!" Perintah J-Hope yang tiba - tiba masuk ruangan itu dan menyuruh anak buah Alex untuk menghentikan aksi mereka.
Begitu mendengar perkataan J-Hope, Alex pun langsung menghentikan aksi merekamnya dikarenakan anak buahnya merasa ragu harus melanjutkan aksi mereka sesuai perintah Alex atau menghentikannya sesuai perkataan J-Hope.
Mereka merasa sangat bingung sebab antara Alex dan J-Hope sama - sama pemimpin mereka dengan kedudukan yang sama tingginya didepan boss besar.
"Yahh, kenapa kau harus mengganggu setiap kali aku sedang bersenang - senang hah! Apa urusanmu bahkan tuan John pun sudah mengizinkannya?" Seru Alex yang mulai merasa marah karena kesenangannya harus berhenti karena kedatangan J-Hope.
"Tentu saja ini menjadi urusanku, karena setelah semua ini selesai mereka akan menjadi wanitaku! Jadi siapa pun yang berani menyentuhnya, akan aku pastikan orang itu akan ditemukan mengambang dilaut!" Ancam J-Hope yang membalas perkataan Alex disertai senyum sinisnya.
Mendengar ancaman J-Hope, anak buah Alex menjadi sangat ragu. Mereka saling menatap satu sama lain untuk mencari jawaban apakah akan menuruti Alex atau J-Hope.
Sementara Chriss dan teman - temannya sudah sangat ketakutan dengan nasib mereka kedepannya.
"Kenapa kalian diam saja, cepat lanjutkan tugas kalian?" Perintah Alex kepada anak buahnya tanpa memlerdulikan ancaman J-Hope sedikitpun.
Mendapat perintah Alex lagi, mereka akhirnya dengan ragu melanjutkan aksinya kepada Chriss dan teman - temannya. Mulai terdengar teriakan minta tolong di setiap ruangan itu dan juga tawa Alex yang menggelegar saat menyaksikannya.
"Dorr...dorr...dorr...!" Terdengar suara tembakan yang ternyata berasal dari J-Hope dan ternyata ketiga peluru itu mengenai anak buah Alex yang tengah melucuti pakaian Chriss.
Tampak wajah Alex yang terkejut menyadari anacaman J-Hope dari awal memang sedang serius. Sementara anak buah Alex yang lain pun mulai gemetar ketakutan ketika menyaksikan temannya mati begitu saja ditangan J-Hope.
"Ouh sepertinya aku lupa mengatakannya, kalau tuan John sudah menyetujuinya!" Ucap J-Hope dengan santainya tersenyum sinis kepada Alex.
"Tuan John yang memberi perintah untuk menyiksa ketiga wanita ini dan mengirim rekamannya kepada Raizel! Jadi jangan ikut campur lagi!" Seru Alex yang tidak bisa mengendalikan amarahnya lagi.
"Bukankah kau sudah melakukannya, jadi sekarang kalian pergi dari sini sebelum peluruku menyasar ditubuh kalian!" Peeintah J-Hope lagi sekilas melirik ponsel ditangan Alex, kemudian mengancam anak buah Alex yang masih mematung ditempat masing - masing.
Semua anak buah Alex pun segera bergegas meninggalkan gadis - gadis itu sesuai perintah J-Hope. Tentu saja mereka tidak ingin bernasib sama dengan temannya yang tergeletak tidak bernyawa akibat tidak menghiraukan ancaman J-Hope.
"Tunggu!" Seru J-Hope yang membuat anak buah Alex berhenti ketika mendengarnya dengan raut wajah mereka yang terlihat sangat pucat karena ketakutan.
"Apa kalian akan membiarkan teman kalian ini membusuk disini? Kalian benar - benar tidak setia kawan ternyata yah!" Sambung J-Hope lagi yang bermaksud menyuruh mereka untuk membawa mayat yang tergeletak itu sekalian.
Beruntung otak mereka tidak terlalu bodoh untuk mengerti maksud perkataan J-Hope barusan. Dengan cepat mereka menggotong mayat didepan Chriss dan membawanya keluar dari ruangan itu.
Sementara Alex terus menatap J-Hope dengan tajam, rahangnya terlihat mengeras karena ulah J-Hope.
"Apa kau masih membutuhkan sesuatu disini?" Tanya J-Hope yang memasang senyum polosnya untuk membuat Alex lebih terprovokasi oleh dirinya tapi tidak bisa menyerangnya dengan mudah.
Tanpa menjawab perkataan J-Hope, Alex pun langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan itu dengan emosinya yang semakin memuncak. Braakk... terdengar pintu yang dibanting Alex dengan sangat keras ketika meninggalkan tempat itu.