
Sementara Rai kembali melanjutkan rapatnya, dia sudah merasa sedikit lega karena sudah mendengar kondisi chriss yang sekarang sesuai dengan prediksinya itu.
Selama rapat berlangsung Rai terus tersenyum membayangkan bagaimana frustasinya Dr Park dan hyun joong yang melihat kondisinya chriss tidak menentu.
Sebenarnya Rai tidak tega melakukan itu kepada sahabatnya tapi sepertinya keputusan Rai sudah tepat dengan memberikan hyun joong sedikit pelajaran.
“Ada apa tuan Rai?” tanya presdir Choi penasaran yang merupakan salah satu anggota dewan rapat itu.
“Cuma masalah kecil, silahkan lanjutkan kembali!” ujar Rai meminta mereka fokus dan melenjutkan rapatnya.
“Tuan ini mengenai kerjasama kita dengan JHON ECT Group. Mereka terus bertanya kapan anda mempunyai waktu untuk membicarakan kembali proyeknya!” ujar salah satu anggota dewan yang betanggung jawab untuk mengurusi kerjasamanya.
“Berapa kali mereka menghubungi kita!” tanya Rai penasaran.
“Hampir setiap hari tuan Rai! Mereka meminta kita untuk segera memastikan kerjasama dengan mereka!” jelas anggota dewan itu sambil memeriksa dokumennya kembali.
“Baiklah, bagaimana menurut kalian mengenai bekerja sama dengan JOHN ECT Group?” Rai menanyakan pendapat yang lainnya.
“Menurut kami kerjasama ini mempunyai banyak keuntungan yang akan kita hasilkan, apalagi dengan menggabungkan teknologi yang kita Miliki dengan teknologi penemuan mereka yang terkenal sangat canggih!” ujar salah satu anggota yang memberikan pendapatnya yang menyetujui tentang kerjasama itu.
“Hmm benar sekali pendapatmu, itu yang pertama aku pertimbangkan!” ujar Rai sambil memikirkan hal lain dikepalanya.
“Maaf tuan saya menyela! Namun ada juga beberapa hal yang harus dipertimbangkan mengenai kerjasama dengan JOHN ECT Group. Pertama, kita memiliki kendala mengenai hubungan buruk pemerinatah korea selatan dengan perusahaan mereka yang berpusat di Amerika. Kedua, kemungkinan juga ini hanya sebuah taktik mereka untuk merebut teknologi yang kita miliki, karena disisi lain mereka juga dikenal dengan penghianatannya!” ujar salah satu anggota dewan lainnya yang sudah menyelidiki JOHN ECT Group secara diam-diam.
“Ini akan menjadi proyek yang sangat rumit!” ujar Rai yang sedang mempertimbangkan apa yang akan dilakukan selanjutnya.
“Kami setuju dengan pendapat anda tuan Rai!” balas para anggota dewan yang menyetujui pemikiran Rai.
“Aku ingin kalian menyelidiki perjanjian dan proyek yang mereka tawarkan kepada kita dengan baik!” perintah Rai kepada anggota dewan yang bertanggung jawab dengan proyek itu.
“Baik tuan!” ucap anggota dewan yang bertugas menerima perintah dari Rai.
“Kami mengerti tuan Rai!” ucap anggota dewan itu dengan wajah yang terlihat sangat ketakutan saat mendengar ancaman Rai.
“Kalian sudah tau bukan! Alasan kalian berada diposisi ini!” tanya Rai yang melihat raut wajah mereka berubah menjadi ketakutan dan frustasi.
“Kami tahu dengan jelas tuan!” ucap para anggota dewan membenarkan perkataan Rai.
“Baiklah, kita akhiri sampai disini dulu. Laporkan hasilnya segera!” ujar Rai menutup rapat mereka. lalu berjalan keluar meninggalkan ruang rapat, bersiap dengan urusan yang lainnya.
Terlihat para anggota dewan yang bernafas lega setelah Rai sudah benar-benar pergi dari ruangan itu.
Sementara Rai sedang berjalan keluar dari kantor pusat perusahaannya menuju hotel termegah miliknya untuk mengurus bisnisnya kembali sesuai dengan jadwal yang sudah dia setujui.
“Tuan mobilnya sudah siap, silahkan masuk tuan!” ucap asistent Rai yang sudah membukakan pintu mobil untuk Rai.
“Apa jadwalku sekarang?” tanya Rai memastikan kembali jadwalnya.
“Kita akan bertemu dengan tuan menteri untuk membicarakan soal rencana pengembangan hotel dipulau JJ!” jelas asistent Rai dengan singkat, padat dan jelas.
“Kemana kita akan pergi? ke hotel 5 STAR!” tanya Rai yang dijawab sendiri olehnya membuat asistent Rai bingung sendiri melihat bossnya itu.
“Benar tuan!” ucap asistent Rai membenarkan perkataan dari Rai.
“Lalu jadwal selanjutnya mengenai seleksi dokter dirumah sakit myungwoo dilanjutkan dengan Supermall LDF dan BIG Entertaiment, bukan?” ujar Rai yang mengingat dengan jelas jadwal selanjutnya yang harus dia selesaikan.
“Benar tuan, ada yang belum saya catat?” tanya asistentnya yang menjadi ragu kalau dia sudah melewatkan seseuatu mengenai jadwal Rai hari ini