
Tidak seperti berbicara dengan Yoon Hee,Chriss memilih jujur pada sahabat nya. Bahwa Rai sekarang menagih janji nya untuk dijadikan umpan agar menarik musuh-musuh nya Rai.
Chriss memberitahu pada Min Young,kalau Rai baru saja menunjukkan foto-foto ibu nya saat diculik dan disiksa oleh Lee John. Chriss bahkan memberitahu bahwa saat ini diri nya sedang dikurung dimanshion Rai dan semua kegiatan nya juga sedang diawasi dengan sangat ketat.
"Rai benar-benar pria brengsek, tidak seperti wajah nya yang bagaikan malaikat itu!" Umpat Min Young yang merasa sangat kesal pada perlakuan Rai terhadap Chriss selama ini.
"Jadi bantu aku keluar dari penjara Rai ini?" Ucap Chriss memohon dengan sangat tulus pada Min Young.
"Kau tenang saja, seperti biasa kita gunakan rencana A dan B untuk melarikan diri!" Ujar Min Young yang setuju untuk membantu Chriss melarikan diri dari manshion Rai.
“Terima kasih Min Young!” ucap Chriss yang merasa sedikit lega mendengar ada orang yang akan membantu dirinya kabur.
Setelah itu Min Young mengarahkan Chriss untuk menyiapkan semua rencana pelariannya dengan sangat matang. Chriss meminta tolong pada Min Young terlebih dahulu dari pada Ga Eun dan Hanni, karena Min Young yang lebih jago dalam hal melarikan dirinya saat orang tua melarangnya keluar dari rumah untuk bermain diluar.
Rencana A yaitu dengan cara keluar lewat jendela, sementara ada satu orang yang mengalihkan perhatian orang yang sedang bertugas menjaga. Sedangkan rencana B adalah rencana cadangan yang tidak pernah mereka gunakan yaitu membuat kekacauan didapur.
Sehingga semua orang akan fokus memperhatikan kaedaan didapur dari pada menjaga orang yang dijaganya.
Disisi lain, Rai yang sudah berada dimarkas rahasianya langsung meminta semau berkas mengenai kematian kedua orang tuanya. JB pun mengambil apa yang Rai inginkan ketika melihat wajah Rai yang datang sambil emosi.
Padahal baru saja dirinya pulang ke manshion, tapi Kim Bum malah mengirim semua dokumen itu pada Rai tanpa sepengetahuan dari JB yang tahu persis bagaimana reaksi Rai saat melihatnya.
“Apakah semua buktinya sudah selesai kalian selidiki?” tanya Rai dengan nada dingin sambil memeriksa dokumen yang diberikan oleh JB dengan sangat serius. Dapat dilihat dengan jelas, rahang Rai mulai mengeras saat melihat foto – foto dalam berkas itu.
“Kim Bum, Kirim semua bukti ini pada FBI dan Inter Pool, sedangkan JB kirim sebagian untuk mengancam Lee John tapi ingat hanya berkaitan tentang bisnisnya saja!” perintah Rai dengan dengan wajahnya yang masih terlihat sangat serius itu.
“Baiklah, kami akan mengirimnya besok!” sahut JB yang ingin sekali memaki Rai yanv terus bersikap seperti itu padanya.
“Aku ingin semua beres malam ini juga!” teriak Rai sangat keras sambil menggebrak meja cukup keras.
Jimin langsung terperanjak saking terkejutnya dengan sikap Rai yang tiba – tiba melupkan emosinya itu. Berbeda dengan JB yang sudah tahu Rai akan bersikap seperti itu atas penolakannya terhadap perintah Rai saat ini emosinya sedang meluap – luap.
“Apa sudah merasa lebih baik sekarang Rai? Kalau memukul meja itu belum cukup, kau bisa menghancurkan seisi ruangan ini!” ucap JB dengan santainya seakan menantang Rai untuk melakukan hal yang lebih ekstrim untuk melampiaskan amarahnya.
“Jangan membantah perintahku JB!” teriak Rai lebih keras dari sebelumnya tapi kali ini Rai bukan memukul mejanya melainkan menendangnya sampaj hancur, hingga membuat dokumen diatasnya berhamburan.
Kim Bum yang melihat Rai semakin kesetanan, langsung menjauhi Rai dengan cepat untuk menyelamatkan dirinya dari amukan Rai. Dan tentu saja sikap JB berbanding terbalik dengan Kim Bum, kini JB bahkan menghampiri Rai dan mencengkeram keras baju Rai dengan sangat kuat. Ingin sekali JB melayangkan tinjunya diwajah tampan Rai agar cepat sadar dari pikiran kalutnya saat ini.
“Apa kau juga melakukan hal yang sama terhadap Chriss, Rai?” tanya JB lebih seperti sedang mengancam menatap tajam mata Rai.
Bukannya mengamuk lagi, Rai malah menangis didepan JB yang saat ini sudah menyadarkan dirinya dari perasaan kalut dan amarahnya yang dia tahan saat bersama dengan Chriss tadi agar tidak menyakitinya selerti yang terjadi pada meja itu.
“Maafkan aku JB...hiks!” ucap Rai lirih terkulai lemas dihadapan JB yang masih mencengkeram kerah baju Rai dengan kuat.
“Baguslah, kau tidak mengamuk seperti ini didepannya! Dan mengenai perintahmu sudah kami selesaikan 10 menit yang lalu sebelum kau tiba disini!” ujar JB melepas cengkeramannya, lalu menepuk pundak Rai lembut untuk menenagkannya.