
“Sudahlah! Aku sedang tidak ingin membahas soal itu, aku mau tidur!” Raiyang berusaha menhindari pembahasan soal chriss yang akhir-akhir ini terus membuat suasana hatinya berubah-ubah.
“Benarkah! Sebenarnya chriss pernah menitipkan sebuah surat untukmu tapi aku tidak berikan padamu!” ujar JB yang masih terus menarik umpannya dengan kuat karena dia yakin sudah mendapatkan ikan yang sangat besar.
“Apa! Surat? Kapan dia memberikannya, dan sekarang mana suratnya?” mendengar tentang surat cinta dari chriss untuknya menbuat Rai menjadi sangat tertarik dan penasaran dengan apa yang tertulis didalamnya.
“Bukankah kau bilang tidak tertarik padanya?” tanya JB yang semakin dekat dengan hasil buruannya yang luar biasa itu.
“JB! Cepat berikan surat itu padaku, aku bukannya tidak tertarik!” Rai yang sudah masuk kedalam perangkap yang JB buat untuknya.
“Berarti kau memang tertarik padanya yah?” JB yang sudah berhasil menangkap buruannya itu dan kini mulai mepermainkannya dengan senang hati. Jarang-jarang Rai dengan mudahnya masuk kedalam perangkapnya itu.
“Bukan seperti itu!” ujar Rai berusaha mengelak lagi.
“Lalu seperti apa” JB Yang masih terus menggoda Rai.
“Ayo berikan suratnya JB, aku serius!” Rai yang mulai kesal menatap JB tajam.
“Ya ampun serius amat si kalau soal chriss!” JB yang seperti tidak ada takut-takutnya masih terus menggoda Rai.
“JB!” seru Rai yang kali ini benar-benar serius.
“Shin yang menyimpannya. Kupikir kau tidak akan mau membacanya makanya aku berikan pada shin!” jawab JB yang tahu batasannya kalau ingin selamat dari kemarahan Rai.
“Issh kau ini!” decak Rai kesal merasa dipermainkan oleh JB.
“Jujur padaku Rai, apakah kau sudah menaruh hati pada chriss?” tanya JB lagi yang ingin mengatakan sebuah rahasia besar.
Namun dia harus memastikan dulu perasaan Rai seperti apa terhadap chriss agar bisa membuat keputusan yang tepat.
“Rai jawab aku! Ini serius, karena shin juga selama ini menaruh hati pada chriss!” JB langsung mengatakan keintinya saat melihat Rai yang sepertinya tidak akan menjawab pertanyaannya.
Biarlah itu menjadi keputusan yang akan Rai buat, apakah akan melepas chriss untuk shin atau tetap mempertahankan chriss disisinya.
“Apa! Jadi selama ini shin menyukai chriss, lalu kanapa dia tidak mendekatinya!” Rai langsung membalikkan tubuhnya menatap JB, Rai sangat terkejut mendengar bahwa selama ini shin menyukai Chriss.
Tapi yang membuatnya menjadi bingung kenapa shin tidak mendekatinya saat ada kesempatan malah memilih saat Rai berniat menikahinya.
“Karena keluarganya Rai! Dan sekarang shin tau kalau chriss sepadan dengan kita, penghalangnya sekarang cuma kamu yang menjadi calon suaminya!” jelas JB menceritakan apa yang terjadi pada shin selama ini.
“Aku sebagai penghalang untuk shin mendapatkan chriss?” Rai mencoba memahami kata-kata JB yang sedikit membuatnya menjadi bingung.
“Iya! Karena setelah identitas chriss terbongkar, kau mengumumkan bahwa kau dan chriss akan bertunangan. Sekarang jika kau melepaskan chriss kau akan kehilangan dia selamanya!” JB memperjelas semuanya dan menyerahkan semua keputusannya ditangan Rai.
“Tapi bukankah shin tau bahwa yang dicintai chriss selama ini adalah aku. Aku tau hyun tidak akan memaksa chriss!” ucap Rai yang membanggakan dirinya karena lebih unggul dari shin karena sudah mendapatkan hati chriss.
“Bukankah kau pernah bilang, kalau chriss menyatakan cinta padamu sekaligus menyerah dengan cintanya padamu!” ujar JB yang membuat nyali Rai menciut lagi mengingat bagaimana chriss menolak dirinya.
“Sudahlah jangan membuatku tambah berpikir, aku pusing!” mendengar perkataan JB membuat sangat frustasi harus bagaimana untuk menghadapinya.
“Kau dan shin adalah sahabatku, aku tahu shin jika kau menyerah dengan chriss dia akan sangat memperjuangkannya. Semua keputusan ada ditanganmu sekarang Rai, apakah kau akan melepaskan chriss untuk shin atau mempertahankanya disisinya!” ucap JB seakan sedang memberikan Rai sebuah pilihan yang sangat sulit untuk memutuskannya.
“Terserah! Aku pusing sekali aku tidur duluan!” Rai langsung berbalik dan memejamkan matanya tidak ingin membahas hal membuat pikirannya semakin kacau saja.
“Baiklah terserah kamu saja Rai, selamat tidur!” ucap JB yang juga mulai memejamkan matanya.