
Setelah Rai meninggalkan ruangan, Chriss pun menangis tersedu-sedu merasakan sakit yang teramat sangat melihat Rai yang tidak bisa merasakan ketulusan hatinya.
Rai pun merasakan kalau hatinya terasa sangat aneh setelah berbicara dengan Chriss. Mereka sudah saling mencintai saat itu, namun takdir yang membuat mereka saling menyakiti.
Demi untuk melindungi satu sama lain mereka lebih memilih melukai satu sama lain daripada menyatakan perasaan yang mereka rasakan sekarang.
Malam sudah semakin larut, Rai memutuskan untuk kembali ke manshio nya untuk beristirahat. Rai merasa sangat kelelahan karena situasi saat ini hampir diluar kendalinya.
Saat ini Rai sudah berbaring diatas tempat tidurnya, setiap Rai menutup matanya wajah chriss selalu muncul dipikirannya membuat Rai semakin susah tidur saja.
Keesokan paginya, Rai bangun sedikit kesiangan dari pada biasanya. Karena semalam dia susah sekali hanya untuk sekedar menutup matanya, sehingga pagi ini Rai harus melewatkan sarapannya dan bergegas menuju tempat kerjanya atau pertemuannya hari ini.
Rai berjalan menuju ke mobilnya yang sudah siap mengatarnya kemana pun, Rai mengambil handphonenya dan menelpon JB untuk mengetahui perkembangan dari tugas yang dia berikan kemarin.
“JB bagaimana dengan hasil penyelidikannya?” tanya Rai saat teleponnya sudah diterima oleh JB.
“Kami belum menemukan bukti kuat untuk sekarang. Lebih baik kita berada di zona aman saja, siapkan saja pesta pernikahan kalian. Masalah ini biar kami yang urus!” ujar JB menjelaskan apa yang ingin Rai ketahui.
“Cari dan temukan secepatnya! Sudah tidak ada waktu lagi, soal pernikahan sudah ada yang mengaturnya!!” perintah Rai karena dia tidak boleh menunggu terlalu lama lagi untuk memperoleh bukti itu.
“Baik boss! Bagaimana dengan keadaannya?” tanya JB penasaran karena semalam dia langsung pulang tanpa melihat keadaan chriss lagi.
“Kenapa kau mengkhawatirkan dia?” tanya Rai yang heran dengan sikap JB, kemarin malam dia membiarkan chriss begitu saja dan sekarang dia menanyakan keadaanya.
“Apa kau tidak khawatir padanya?” ujar JB yang malah menggoda Rai.
“Kau sangat menyebalkan, akan ku bunuh kau kalau ketemu!” Rai yang mulai merasa kesal sebab JB terus menggodanya.
“Hahahahaha….Kau waspadalah karena Lee John mulai terlihat ada pergerakan!” ujar JB yang mengingatkan Rai bahwa Lee John dan kaki tangannya sudah berada dikorea selatan yang artinya mereka sudah memakan umpan yang Rai lemparkan saat dirinya berada Di Amerika.
“Kau tidak perlu cemaskan aku, cukup lakukan tugasmu dengan baik dan ingat kita sedang dikejar waktu saat ini!” ujar Rai yang juga mengingatkan pada JB.
“Tentu, aku akan menghubungimu nanti!” ucap JB menunggu Rai menutup teleponnya.
“Okayy” ujar Rai yang akhirnya menutup teleponya dan menatap kearah asistentnya yang sudah menunggu didepan mobil miliknya.
“Benarkah dengan siapa?” tanya Rai yang memang belum melihat jadwalnya untuk hari ini.
“Wakil presdir JOHN ECT Group, Alex William Tuan!” jawab asistent Rai sambil memastikan jadwalnya lagi.
“Benarkah, baiklah ayo kesana sekarang!” ujar Rai masuk kedalam mobilnya dan langsung jalan menuju tempat pertemuan yang dimaksud.
Dan tak lama kemudian ponsel Rai kembali bordering yang bertuliskan nama Joo won dilayarnya.
“Rai!” seru joo won memastikan kalau Rai sudah mengangkat telepon darinya.
“Ada apa?” tanya Rai yang memang tak suka berbasa basi dan bicara langsung pada intinya saja.
“Pesta pernikahan seperti apa yang kau inginkan untuk pernikahanmu Rai?” tanya joo won yang sebelumnya sudah bertanya pada chriss, namun belum mendapat jawaban pastinya.
“Tanyakan saja padanya!” ujar Rai yang tidak peduli tentang pesta itu, membiarkan chriss yang mengatur sesuai keinginannya.
“Kalian sungguh pasangan serasi yang satu suruh tanya ke cowonya yang satu ke cewenya, bisa tidak kalian tentukan dengan jelas. Kalau seperti terus urus saja sendiri, aku tidak mau membantumu lagi!” ujar joo won yang terdengar sedang berusaha menahan emosinya saat ini dengan kelakuan kedua calon mempelai itu.
“Benarkah dia bilang begitu!” tanya Rai dengan senyum manis diwajahnya mendengar perkataan joo won tentang sikap chriss yang sangat menggemaskan didalam bayangannya Rai kini.
“Benar, dia bahkan mengatakannya dengan sangat lantang! Membuat orang kesal saja?” jelas joo won yang terus menggerutu mengingat sikap chriss padanya tadi.
“Kalau begitu urus kepulangannya hari ini dan suruh orang untuk menjemput temannya untuk menemaninya dirumah!” perintah Rai yang memang dari awal kondisi chriss sudah sangat baik.
“Bukankah dia seharusnya pulang besok, kenapa sekarang?” tanya joo won yang merasa heran dengan keputusan Rai yang tiba-tiba saja berubah.
“Aku tidak ingin shin menemuinya dengan leluasa! Untuk masalahmu tenang saja, teman-temannya chriss akan membereskannya. Kau hanya perlu lakukan yang mereka minta saja!” jelas Rai yang bisa menebak sifat seseorang dengan tepat dan akurat.
“Baiklah, akan kulakukan sesuai dengan perintahmu tuan Rai!” jawab joo won dengan nada malasnya karena harus berurusan dengan chriss lagi.
“Kerja Bagus!” ucap Rai lalu menutup teleponnya.
“Dasar kalian berdua selalu menyusahkan orang saja!” umpat joo won saat Rai sudah menutup panggilan teleponnya.