MY COMPLICATED LOVE

MY COMPLICATED LOVE
80 Chapter 80 : Perasaan Bersalah part 3



"Tuan makanan nya sudah siap!" Seru kepala pelayan setelah mengetuk pintu untuk meminta izin untuk masuk.


"Bawa lah kemari!" Perintah Rai pada kepala pelayan nya.


"Yaa ampun nyonya kenapa?" Seru kepala pelayan Rai yang terkejut saat melihat kepala Chriss berdarah dengan siku dan lutut nya juga lecet tampak juga mata sembab dan kelelahan diwajah Chriss.


"Dia jatuh dikamar mandi, cepat ambilkan kotak obat kemari!" Jelas Rai lalu menyuruh kepala pelayan nya untuk menggambilkan kotak obat untuk mengobati luka dikepala Chriss.


Dengan cepat kepala pelayan Rai berlari untuk mengambil kotak obat dan memberikan kepada tuan nya. Setelah itu, Rai menyuruh semua pelayan nya keluar karena Rai sendiri yang akan mengobati luka Chriss.


"Bagaimana bisa kau terluka seperti ini?" Ujar Rai dengan nada khawatir sambil membersihkan luka yang ada didahi Chriss dengan hati-hati agar Chriss tidak merasa kesakitan.


"Aku hanya ingin mengambil handuk tapi karena masih terasa sakit akhir nya aku terjatuh dan tanpa sengaja kepalaku mengenai lantai itu!" Jelas Chriss dengan sejujur-jujur nya membuat Rai menjadi semakin bersalah saja ketika mendengar nya.


"Seharus nya kau memanggilku saja!" Ucap Rai lirih sambil menghela nafas panjang.


"Kupikir kau sudah pergi lagi!" Ucapan Chriss yang seperti sebuah pedang yang tepat menusuk jantung Rai ketika mendengar nya.


Secara tidak langsung Chriss sedang menyindir Rai yang tadi pagi pergi meninggalkan nya sendirian seperti seorang ******* yang sudah ditiduri langsung ditinggalkan begitu saja.


"Maafkan aku soal tadi pagi meninggalkanmu sendirian, karena aku harus membuat perhitungan pada orang yang sudah menjebakku semalam!" Jelas Rai yang tidak ingin Chriss salah paham pada nya.


"Jadi semalam Rai melakukan nya karena terpaksa dan bukan karena dia benar-benar menginginkan diriku. Lalu apa beda nya aku dengan ******* yang ada diluar sana. Ooh tuhan, sekarang aku benar-benar ingin mati saja rasa nya!" Batin Chriss dengan air mata nya yang mulai membasahi pipi nya lagi merasakan sakit didalam hati nya yang bahkan melebihi sakit ditubuh nya sekarang.


"Apakah sangat sakit, apa perlu aku memanggil dokter untukmu?" Tanya Rai khawatir ketika melihat Chriss menitikkan air mata nya lagi.


"Rai! Sesuai dengan perjanjian kita, jika suatu hari nanti aku berada dalam bahaya. Tolong biarkan aku mengakhiri hidupku saja!" Ucap Chriss yang masih menangis dengan keputus asaan pada hidup nya.


Entah kenapa Rai seperti ingin sekali melupakan perjanjian itu selama nya,apakah mungkin ini hanya perasaan bersalah nya saja pada Chriss.


"Apakah kau juga mampu membalas perasaanku padamu Rai?" Ujar Chriss terisak didalam pelukan Rai.


Chriss dapat mengetahui jawaban dari pertanyaan nya hanya dengan mengartikan sikap diam Rai yang sedari tadi menghela nafas panjang. Betapa sakit dan tersiksa nya batin Chriss karena tidak dapat melupakan perasaan cinta nya kepada Rai yang tidak mungkin akan membalas cinta nya itu.


Meskipun sakit hati, Chriss bersyukur karena Rai adalah orang yang telah mengambil kehormatan nya walaupun Rai terpaksa saat melakukan itu. Chriss tetap merasa bahagia setidak nya bukan orang lain yang melakukan nya tapi orang yang sangat dia cintai.


"Chriss, makan lah dulu setelah itu kau bisa istirahat lagi!" Bujuk Rai saat melihat Chriss yang sudah mulai tenang didalam pelukkan nya.


"Aku tidak lapar!" Seru Chriss yang melepas pelukan Rai dengan tiba-tiba.


"Makan lah walau hanya sedikit Chriss, bukankah kau belum makan dari pagi!" Bujuk Rai lagi yang sangat lembut agar Chriss mau memakan makanan nya.


"Aku tidak lapar Rai! Kalau aku lapar pasti aku akan makan tanpa perlu kau bujuk seperti ini!" Ujar Chriss yang masih tetap tidak mau mendengarkan Rai yang terus menyuruh nya makan itu.


"Jika kau mau makan, aku akan memberikan apapun yang kau inginkan Chriss! Bagaimana kau mau kan?" Bujuk Rai lagi yang kali ini dengan menjanjikan hadiah yang Chriss inginkan.


"Aku tidak menginginkan apapun Rai!" Tolak Chriss yang memang tidak menginginkan apapun kecuali Rai.


"Hmm ya sudah kalau kau tetap tidak mau makan, aku akan pergi sekarang!" Ujar Rai yang meletakkan makanan itu kembali diatas meja dan berjalan menuju pintu untuk keluar kamar.


"Pergi lah!" Ujar Chriss dengan suara tercekat karena menahan tangis saat melihat Rai berjalan meninggalkan nya lagi dikamar sendirian.