MY COMPLICATED LOVE

MY COMPLICATED LOVE
81 Chapter 81 : Perasaan Bersalah part 4



"Makan lah, aku akan terus berada disampingmu untuk malam ini!" Ujar Rai yang berjalan kembali menghampiri Chriss untuk membujuk nya lagi.


"Dan kau tidak boleh menyentuh ponselmu satu detikpun, baru aku mau makan!" Ucap Chriss dengan mata berkaca-kaca saat melihat Rai.


"Hmm . . baik lah! Sekarang makan dulu makananmu dan minum obat nya!" Ujar Rai yang menyetujui syarat Chriss yang ternyata hanya menginginkan keberadaan nya saja.


"Obat!!!! Segitu tidak sudikah kau bersamaku Rai sampai kau tidak ingin aku mengandung anak darimu. Baik lah kalau itu yang kau inginkan Rai, aku akan melakukan sesuai kemauanmu!" Batin Chriss yang langsung mengambil obat diatas meja dan langsung menelan nya.


"Kenapa kau buru-buru minum obat nya,bukankah kau seharus nya makan dulu!" Seru Rai yang merasa heran dengan Chriss karena langsung menelan obat pereda nyeri nya sebelum makan dan bahkan tanpa meminum air minum nya.


"Tidak masalah, aku sudah terbiasa seperti itu!" Ujar Chriss sambil mengambil piring berisi makanan diatas meja dengan tangan gemetar karena menahan amarah nya yang mengira Rai menyuruh nya meminum pil KB padahal hanya obat pereda nyeri.


"Biar aku suapi saja!" Ucap Rai yang langsung mengambil alih piring ditangan Chriss dan mengambil sesendok nasi serta menyuruh Chriss membuka mulut nya.


"Tidak usah, aku bisa makan sendiri!" Tolak Chriss berusaha mengambil piring nya kembali.


"Sudah, cepat buka mulutmu tanganku sudah mulai pegal nih!" Ujar Rai yang tetap bersikeras mau menyuapi Chriss.


Melihat Rai yang sudah mulai merasa kesal, Chriss pun terpaksa membuka mulut nya dan membiarkan Rai menyuapi nya seperti bayi sampai makanan yang dipiring habis masuk kedalam perut nya.


Tidak lupa Rai memberikan segelas air minum untuk Chriss. Setelah itu Rai menyuruh beberapa pelayan untuk masuk kedalam dan membawa piring bekas makanan Chriss kembali kedapur.


Chriss hanya memandangi wajah tampan suami nya itu yang sedang mengobati luka disiku dan lutut nya lagi. Rai begitu terampil saat mengobati luka Chriss, dia sudah seperti dokter profesional saja kalau diperhatikan dengan seksama. Beberapa saat Chriss lupa bahwa yang mengoperasi jantung nya adalah Rai.


"Kenapa kau terus menatapku seperti itu?" Tanya Rai yang menyadari Chriss dari tadi terus menatap wajah nya sambil membereskan kotak obat yang tadi digunakan untuk mengobati luka Chriss.


"Uhh....... tidak ada!" Seru Chriss yang langsung gugup karena tertangkap basah oleh Rai.


"Apa perlu aku mengobati yang dibagian itu juga?" Ujar Rai yang tadi ingin sekali menggoda Chriss yang sudah terlihat gugup itu.


"Yakh . . apa yang kau pikirkan! Dasar mesum!" Seru Chriss seketika wajah nya memerah karena mendengar perkataan Rai yang sedang menggoda nya itu.


Chriss pun langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh nya. Sementara Rai hanya tersenyum melihat tingkah Chriss yang menggemaskan itu. Padahal Rai sudah melihat setiap inci tubuh Chriss, lalu kenapa gadis itu sekarang mati-matian menyembunyikan tubuh nya seperti itu.


"Sudah lah, aku hanya bercanda! Sekarang istirahat lagi saja yah!" Ucap Rai lembut yang sekarang berbaring disebelah Chriss dengan senyuman yang terus mengembang diwajah tampan nya.


Chriss pun merasa sangat malu lagi karena perkataan Rai yang ternyata hanya sedang menggoda diri nya saja. Chriss menyembunyikan wajah nya yang sudah seperti tomat dibalik selimut dan berusaha menutup mata nya lagi tapi karena daerah kewanitaan nya masih terasa sakit,dia tidak bisa tidur lagi.


"Rai!" Seru Chriss lirik memastikan apakah Rai benar-benar sudah terlelap atau belum karena saat ini mata Rai sudah tertutup rapat.


"Ada apa?" Tanya Rai yang ternyata belum tertidur tapi dia masih menutup mata nya.


"Aku tidak bisa tidur lagi karena . . . . !" Ucap Chriss ragu untuk mengatakan nya karena sangat memalukan unuk dikatakan pada Rai.


"Kenapa?" Tanya Rai yang kini sudah membuka mata nya menatap lekat wajah Chriss.


"Sudah lah, lupakan saja!" Ujar Chriss yang menyembunyikan wajah nya lagi dibalik selimut.


Rai kembali tersenyum melihat tingkah Chriss yang menurut nya sangat menggemaskan itu. Rai sebenar nya sudah tahu apa yang ingin dikatakan Chriss pada nya tadi, tapi dia berpura-pura tidak mengerti dengan maksud Chriss hanya untuk menggoda nya saja.


Setelah puas tersenyum karena ulah Chriss, Rai meletakkan tangan nya diatas selimut tepat berada diperut Chriss. Lalu Rai dengan lembut mengelus nya agar Chriss merasa lebih baikan dan bisa tidur kembali. Chriss mengintip dari balik selimut ketika merasakan tangan Rai yang sedang mengelus perut nya dengan lembut sehingga membuat nya merasa lebih baik dan nyaman untuk tidur.


"Sudah lebih baik kan? Sekarang tidur lah!" Ucap Rai lembut saat melihat Chriss yang sedang melihat nya dari balik selimut sambil tersenyum manis karena merasa Chriss sangat menggemaskan saat ini.


Chriss pun mulai menutup mata nya seperti yang Rai minta. Tak perlu waktu lama Chriss sudah terlelap dialam mimpi nya, Rai pun menghentikan aktivitas nya mengelus perut Chriss sebab tangan nya pun sudah mulai terasa kram.


Sebenar nya pikiran Rai terus tertuju pada rencana nya untuk membalas dendam pada Lee John, namun karena dia sudah berjanji pada Chriss untuk tidak memegang ponsel nya malam ini.


Rai akhir nya ikut tertidur saja, dia memindahkan kepala Chriss ditangan nya untuk dijadikan bantal bagi Chriss. Sehingga Rai dengan mudah memeluk tubuh mungil istri nya itu saat mereka tidur.