
Sementara dirumah sakit, hyun joong dan shin masih terus berusaha menghubungi Rai dan orang-orang yang saat ini berada disampingnya.
Namun tetap tidak bisa tersambung, sedangkan Dr Park berjalan mondar-mandir menanti kabar dari Rai dengan hati gelisah tak menentu karena tidak tahu harus berbuat apalagi sekarang.
JB yang merasa kasihan kepada hyun joong akhirnya memutuskan untuk masuk saja keruangan chriss di ikuti kim bum dibelakangnya.
“Bagaimana! Apakah kau bisa menghubunginya?” tanya Dr Park yang terus berjalan mondar-mandir.
“Tidak bisa! Orang yang bersamanya pun tidak bisa dihubungi!” jelas shin yang masih terus berusaha menghubungi Rai.
“Tentu saja, hari ini dia harus menghadiri pertemuan penting, maka dari itu setiap komunikasi dibatasi. Karena Rai tidak suka ada orang yang mengganggunya saat dia sedang bekerja!” ujar JB yang kini sedang berjalan masuk menhampiri hyun joong dan Dr Park yang terlihat sangat frustasi.
“Lalu bagaimana dengan chriss?” tanya hyun joong yang tidak percaya kalau Rai akan mengacuhkan kondisi chriss begittu saja.
“Dasar bocah tengil, beraninya dia mengabaikan teleponku!” umpat Dr Park yang merasa tertipu untuk sekian kalinya.
“JB! Bukankah Rai memberitahukanmu kalau terjadi sesuatu hanya kau yang bisa menghubunginya!” ujar kim bum yang teringat perkataan Rai kepada JB waktu didepan ruamah sakit.
“Kenapa aku harus menghubunginya, bukankah hyun tidak suka kalau ada Rai!” ujar JB yang seperti sedang membalaskan dendam Rai dengan perkataan hyun joong tempo hari.
“JB! Jangan seperti itu, ini menyangkut nyawa seseorang!” seru shin yang tidak pertemanan mereka berakhir seperti ini.
“Bukankah kalian mendengarnya juga tadi? Apa yang salah dengan sikapku?” ujar JB mengingatkan hyun joong dengan perkataanya kepada Dr Park barusan yang dia dengar dibalik pintu.
“JB aku mohon padamu maafkan sifatku dan tolong selamatkan chriss!” pinta hyun joong Memohon pada JB dengan airmata yang sudah mengalir dipipinya menyesali semua perbuatannya kepada Rai selama ini.
“Hentikan hyun! Aku sudah sering kali mengingatkanmu jika kau seperti ini terus, baik itu kau, shin maupun Rai tidak ada yang bisa memilikinya. Karena hanya Rai lah takdir chriss, kau ingat itu juga bukan hyun?” ujar JB yang memang sulit untuk memaafkan orang-orang yang melakukan kesalahan kepadanya terlebih kepada Rai.
“Aku mohon padamu JB! Ucap hyun joong yang masih terus memohon kepada JB agar mau menghubungi Rai.
“Baiklah aku juga tidak ingin dipersalahkan oleh Rai!” JB langsung mengambil handphonenya dan mulai Menghubungi nomor rahasia Rai.
“Tunggu aku harus menerima telepon ini dulu!” perintah Rai kepada anggota dewan yang sedang melaporkan hasil kerjanya. Lalu berjalan sedikit menjauh dari orang-orang disekitarnya.
“Silahkan tuan!” ucap anggota dewan itu dengan sangat ramah.
“Ada apa?” tanya Rai yang sudah mengangkat telepon dari JB.
“Rai ada yang ingin dikatakan oleh Dr Park ten.....“ ujar JB tapi sebelum dia meneyelasikan ucapannya, Dr Park langsung merebutnya dari tangan JB.
“Hai bocah sekolah, bagaimana bisa kau susah dihubungi!” teriak Dr Park seakan meluapkan semua emosinya kepada Rai.
“Sudah kubilang aku sibuk. Ada apa? Aku sedang dalam meeting penting!” jelas Rai menjauhkan handphone miliknya dari telingannya. Kalau tidak Rai bisa menjadi tuli nanti mendengar teriakan dari Dr Park yang sepertinya kesal kepadanya.
“Ada yang memalsukan laporan kondisinya, dan aku tidak bisa membaca grafiknya!” jelas Dr Park mengenai situasinya saat ini.
“Bagaimana dengan detak jantungnya!” tanya Rai memastikan yang perlu dia pantau untuk saat ini.
“Mulai melemah Rai!” jawab Dr Park apa adanya.
“Tangani sendiri dulu sebisamu, aku sedang sibuk sekarang! Setelah urusanku selesai aku akan langsung kerumah sakit secepatnya!” ujar Rai yang langsung menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Dr Park.
“Sialan! Bagaimana aku bisa mengatasinya sendiri!” umpat Dr Park lagi karena saking merasa sangat frustasi, dia hampir saja membanting handphone milik JB.
“Yakhh! Jangan main baku hantam saja dengan barang milik orang lain!” seru JB kesal langsung meraih handphonenya yang hampir dilempar oleh Dr Park kalau dia terlambat sedikit saja.