
Disisi lain joo won menghampiri JB dan kim bum yang sedang melakukan syutting di supermall miliknya. Saat ini JB dan kim sedang beristiraha setelah melakukan beberapa adegan perkelahian dimall.
Namun pertemuan mereka kali ini malah menjadi sesi curhat dan juga tempat taruhan untuk mereka.
“Bagaimana syutingnya sukses?” tanya joo won yang kini sudah duduk diantara kim bum dan JB yang masih terlihat sangat lelah dengan keringat yang mengalir cukup deras didahi mereka.
“Kami sudah hampir menyelesaikan semua adegan di filmnya!” ujar kim bum sambil mengelap keringat nakal yang mengalir dilehernya.
“Ada apa, mukamu lusuh begitu?” tanya JB yang melihat wajah frustasi milik joo won sambil melakukan hal yang sama dengan kim bum.
“Semua gara-gara Rai sialan itu?” Ujar joo won dengan nada kesal mengingat bagaimana dirinya harus menghadapi hyuna mantan caon tunangan Rai yang sangat sombong dan arogan itu.
“Memang ada apa dengan Rai?” tanya kim bum yang bingung setelah mendengar joo won menyalahkan Rai.
“Iya, Rai baik-baik saja kok!” ujar JB yang semalam tidur bersama dengan Rai. Tapi ingat bukan tidur bersama seperti yang sedang kalian bayangkan.
“Hyuna terus menerorku menanyakan tentang Rai terus menerus!” ujar joo won yang akhirnya curhat kepada tentang apa yang di alaminya kepada JB dan kim bum.
“Kalau itu bukan hanya kau joo won, hyun hera pun terus bertanya tentang Rai padaku. Tentang kenapa Rai menolak lamarannya!” ujar kim bum yang ikut curhat juga tapi menceritakan gadis yang berbeda dengan joo won.
“Lalu apa kabar denganku yang diteror putri elina. Seharusnya Rai segera tentukan pilihannya. Sehingga tidak membuat kita berakhir seperti ini!” ujar JB menambah daftar anggota sesi curhat dengan tema wanita yang mengejar Rai sampai akhir.
“Tapi kalau menurutku Rai tidak akan memilih siapapun diantara mereka, kalian mengenal Rai dari kecil bukan!” Ujar joo won yang juga mengetahui dengan pasti bahwa Rai tidak bisa jatuh cinta kepada siapa pun.
“Tentu saja, tapikan Rai juga manusia dia bisa berubah kapan saja! Kalau menurutku Rai 100% akan memilih chriss adiknya hyun joong!” JB yang sudah memastikan apa yang Rai rasakan saat bersama dengan chriss.
Sehingga dia bisa mengatakannya dengan yakin kepada joo won dan kim bum yang saat ini sedang menatap kearahnya.
“Kalau aku setuju dengan joo won, kalau pun dia harus memilih dia akan memilih im hyuna yang bisa menghasilkan keuntungan yang besar bagi Rai!” kim bum yang tidak sependapat dengan JB. Karena kim bum hanya melihatnya dari segi sebagai pernikahan bisnis saja.
“Berani bertaruh dengan mobil kalian?” melihat joo won dan kim bum yang tidak mempercayai penilaiannya. JB pun mengajak mereka berdua untuk melakukan sebuah taruhan dengan mobil terbaru mereka sebagai bahan taruhannya.
“Maksudmu mobil keluaran terbaru yang baru kita beli!” tanya kim bum memastikan mobil mana yang akan menjadi taruhannya.
“Hemm! Bagaimana apa kalian setuju!” ujar JB membenarkan perkataan kim bum.
“Okayy siapa takut! Pilihan aku dan kim bum sudah pasti menang!” ujar joo won yang setuju dengan taruhan yang mereka buat. Begitu juga dengan kim bum yang hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda bahwa dia juga setuju dengan taruhan itu.
“Baiklah, kita deal sekarang!” ujar JB dengan penuh percaya diri. Lalu menjabat tangan joo won dan kim bum secara bergantian.
“Tunggu dulu? Tapi kenapa harus chriss?” tanya joo won yang sepertinya menyadari sesuatu yang janggal dengan sikap percaya diri JB. Lebih tepatnya dia takut kalau dia kalah dn kehilangan mobil barunya.
“Iya, kenapa kau yakin Rai akan memilih chriss?” tanya kim bum yang juga merasa sangat khawatir takut kehilangan mobil kesayangannya saat ini.
“Mungkin karena chriss gadis biasa!” ujar JB dengan senyum penuh arti diwajahnya, tidak ingin memberitahu alasannya yang sebenarnya.
“Bagaimana kau bilang kalau chriss hanya gadis biasa, bukankah kita semua tahu kalau chriss adalah adik kandung hyun secara otomatis chriss adalah putri dari tuan kim pemilik perusahaan JR yang sangat besar di korea!” jelas joo won yang tidak mengerti arti dari senyuman JB. Sedangkan kim bum sedang menyimaknya saja.
“Tapi menurutku dia cuma gadis biasa!” Ujar JB lagi yang benar-benar membuat joo won dan kim bum menjadi sangat penasaran dengannya.
“Jangan-jangan Rai mengatakan sesuatu padamu yah?” tanya joo won yang menaruh curiga kalau JB sudah berbuat curang kepadanya.
“Kalau begitu kau curang JB, mau tidak mau taruhan kita harus dibatalkan!” ujar kim bum saat mengetahui JB sedang berbuat curang kepadanya juga. Kim bum tidak mau kehilangan mobilnya.
“Yakh! Salah siapa kalian tidak mempercayai ucapanku!” ujar JB dengan senyum kemenangan diwajahnya melihat wajah ketakutan kim bum dan joo won yang akan kehilangan mobil mereka.