
Sarang Pov
Setelah game yang diadakan di pantai berakhir. Aku baru menyadari jika kalung pemberian dari Kangjun menghilang. Aku mengetahuinya setelah selesai mandi.
Aku berpikir jika kalung itu terjatuh saat bermain game tadi sore. Lalu aku bergegas pergi ke pantai untuk mencarinya. Aku tak boleh kehilangan hadiah dari Kangjun.
"Kau mau kemana?!!" tanya Bora.
" Aku akan mencari kalungku sebentar."
" Kemana?"
"Pantai." usai pamit pada Bora aku langsung berlari menuju pantai. Membutuhkan limabelas menit untuk sampai sana.
Ku lihat awan sedang tak bersahabat malam ini. Dan angin bertiup sangat kencang. Sepertinya hujan akan turun. Namun aku tak bisa kembali dengan tangan kosong. Aku menyusuri bibir pantai dengan teliti berharap agar menemukan kalung itu.
Airmataku menetes tiba-tiba teringat Kangjun saat memberikan kalung itu padaku. Aku sangat membutuhkan Kangjun saat ini.
.
..
...
Hujan turun. Aku berteduh di sebuah toko yang sudah tutup sejak pukul lima sore tadi. Aku duduk disana dan masih berharap jika kalung itu tak akan hilang.
.
..
..
Sudah lebih setengah jam hujan tak reda namun malah semakin deras. Listrik tiba-tiba mati dan keadaan toko menjadi gulap gulita. Aku tak mungkin kembali. Namun aku juga tak bisa terus menunggu hujan reda.
Aku menenggelamkan wajahku di kedua lututku. Menangis sejadinya setelah apa yang terjadi pada hubunganku dan Kangjun beberapa hari ini.
" Kau sedang apa?!" suara lembut itu terdengar samar menggampiriku.
Aroma Parfum itu aku teringat dengan seseorang. Lee Seokjin. Aku mendongakkan wajahku, dan benar ia disana memberikanku sebuah jaket untukku kenakan.
" Aku bertanya pada Bora dan ia mengatakan jika kau berada di pantai untuk mencari kalung." aku mengangguk, aku tak bisa menyembunyikan tangisku di depan Lee Seokjin saat ini.
" Maafkan aku jika aku terlalu mencampuri urusanmu. Namun Bora menceritakan semuanya yang sedang terjadi padamu. Aku tak memintanya untuk menceritakannya, namun ia tak tega melihatmu seperti ini."
" Maksud anda apa?"
" Jika kau ingin ke Swiss kita bisa berangkat akhir bulan ini untuk beberapa hari. Kau bisa menjadi sekretaris pribadiku untuk sementara kita keluar negeri." ucap Seokjin lagi.
Aku mengangguk bersemangat.
" Aku berharap kau tak akan bersedih lagi."
.
..
...
Malam itu, aku menghabiskan waktuku berdua dengan Seokjin hingga hujan reda. Karena tak ada pembicaraan lagi, aku bertanya pada Seokjin mengapa dulu ia begitu cepat memutuskan untuk menikahi Hye Sun. Dan jawabannya membuatku tak percaya.
" Waktu umurku sekitar tujuh tahun. Ia seperti gadis berumur duapuluh tahunan." kenangnya dengan senyum diwajahnya.
" Berarti mungkin gadis itu, sekarang sudah tidak muda lagi? "
Seokjin mengangguk.
" Aku sudah bertemu dengannya beberapa waktu yang lalu. Dia sudah berumur sekitar empat puluh tahun. Ia masih cantik dan ia juga sudah memiliki sebuah keluarga baru."
" Dan hal itu membuatku tersadar jika Hye Sun dan dia adalah orang yang berbeda meskipun memiliki wajah yang sama. Sifat mereka sangat berlawanan." Seokjin menyunggingkan senyumnya.
" Mari kembali. Hujan sudah reda." ajaknya.
Aku mengangguk dan mengikutinya dari belakang. Ternyata alasan dia menikahi Hye Sun karena hal itu.
.
..
...
..
Saat aku kembali ke hotel. Kamar Woori nampak sedang ricuh. Ada suara Bora yang berteriak-teriak mengamuk pada Woori. Aku berlari untuk memeriksanya disusul Seokjin dibelakangku.
Bora mengenggam kalung yang sangat mirip dengan kalung pemberian dari Kangjun. Bora terlihat sangat marah, aku tak pernah melihatnya semarah itu pada orang lain.
" Kau mencurinya kan?!" bentak Bora pada Woori.
Woori hanya diam dan menatap Bora.
" Mengaku saja! Kau cemburu kan karena Sarang berpacaran dengan Kangjun makanya kau berusaha mencuri kalung itu darinya."
Woori menghela nafasnya. Lalu telunjuknya menunjuk dahi Bora hingga hampir menyentuhnya.
" Buat apa aku mencuri kalung sialan itu!! Kalung itu terjatuh di pantai tadi sore! Lalu aku memungutnya!"
" Ah alasan!! "
Aku segera menghentikan Bora sebelum semuanya menjadi benar-benar kacau.
Seokjin menyela di tengah kerumunan. Lalu ia memanggilku, Bora dan juga Woori.
♦️
Kangjun Pov
" Baiklah. Aku akan menikah dengan Yoojung. " ucapku pada ayahku.
Aku melihat senyum itu muncul dibibirnya. Sepertinya ayahku adalah orang yang sangat puas dengan keputusan ini.
*Baca juga fanfic ku yang lain. Berjudul Young Papa.
Sinopsis
Sungjae yang masih SMA sudah menjadi seorang ayah diusianya yang masih belia. Ia dijebak oleh Sora gadis yang pernah ia sukai saat masih SMP. So Hyun anak pindahan yang sangat penasaran dengan kehidupan Sungjae mulai menyelidikinya. Soobin teman dekat Sungjae memiliki sebuah rahasia yang tidak diketahui oleh Sungjae*.