My Boyfriend Having Affairs

My Boyfriend Having Affairs
Episode 24



Kim Myung Soo POV


Hye Sun terlihat sangat bersemangat memilih gaun untuk pernikahan kami nanti. Ia tersenyum di balik kaca sambil memamerkan gaun yang ia kenakan.


Aku akan menikahinya minggu depan. Setelah keputusan yang di buat oleh ibu Hye Sun. Aku masih tidak percaya dengan hal yang baru-baru ini aku alami. Masih teringat jelas jika belum lama ini aku bertunangan dengan Sarang. Namun sekarang, aku kembali pada Hye Sun dan akan mengikat janji suci dengannya.


Dulu saat aku ditinggal menikah olehnya, aku merasakan sakit hati yang mendalam. Seakan tak rela aku melihatnya bersanding dengan pria lain. Namun sekarang dengan perasaan sakit yang sama. Aku harus meninggalkan Sarang untuk menikahinya. Mengapa perasaan begitu berubah sangat cepat?? Apakah aku sudah tidak memiliki perasaan apa-apa lagi untuk Hye Sun?


" Bagus kan?" tanyanya yang masih nampak bersemangat.


Aku hanya mengangguk, perasaan hambar ini tak seharusnya dimiliki oleh seorang calon pengantin pria.


" Bagaimana dengan jasmu?" dia bertanya kembali.


" Kau saja yang memilih. Aku tak pandai memilih baju."


" Masih teringat dengan Sarang?!" dia melirikku dari cermin yang ada di depannya.


Aku melengos dan berpura-pura tidak mendengarnya.


" Bukankah ini keinganmu dulu, mendapat restu dari orangtuaku lalu menikahiku? "


Aku masih diam tak mau menjawab pertanyaan darinya, karena takut apa yang akan aku katakan hanya menyakitinya.


" Sudahlah, aku mau pulang!" Hye Sun kembali masuk dalam ruang ganti, dia merasa kesal terhadapku.


❣️❣️


Sepanjang perjalanan dia masih saja diam. Dan akhirnya kami sibuk dengan pikiran masing-masing.


Kemarin aku menelpon Sarang untuk meminta maaf padanya. Namun ia tidak mau menjawabnya. Mungkin kabar jika aku akan menikahi Hye Sun sudah terdengar olehnya.


Sebenarnya aku malu jika harus kembali ke Seoul dan bekerja disana lagi, karena apa yang sudah terjadi selama ini. Aku putus dengan Hye Sun berpacaran dengan Sarang lalu sekarang aku menikahi Hye Sun, bukankah itu lucu?!


Lalu ku dengar juga jika Seokjin membeli sebagian saham perusahaan. Dan dia sekarang mulai keluar masuk ke kantor. Aku tak tau bagaimana harus menghadapinya nanti.


" Kenapa? Karena Sarang?" tanya Hye Sun dengan wajah tak senang.


" Bukan karena itu. Dengarkan dulu jika aku sedang berbicara."


" Baiklah." ucapnya cuek.


" Seokjin berada di kantor tempat bekerjaku sekarang. Karena sebagian saham dia beli. Tak jelas maksudnya, namun pasti ini ada hubungannya dengan kita."


" Lalu bagaimana dengan aku? Anak kita?? Jika kau tak bekerja. "


" Aku akan mencari pekerjaan yang lainnya. Kau tenang saja."


" Tak bisa. Aku tak bisa tenang."


"Kenapa? Kau tak bisa hidup susah denganku? Jika benar, mengapa kau mau bercerai dengan Seokjin?!"


Hye Sun menatapku nanar. Nampak sekali jika ia ingin menamparku namun ia tahan. Dia mengatur nafasnya yang sudah mulai tak teratur. Matanya mulai basah tapi dia tak mengatakan apapun padaku.


Setelah agak tenang, dia hanya menatap jendela.


" Ya, ini memang salahku. Andai saja dulu aku tak datang saat kau memanggilku. Mungkin semuanya tak akan terjadi."


Akhirnya kata itu meluncur dari bibirnya. Aku hanya diam karena harus menerima konsekuensinya. Disalahkan saat dia tak tau harus mengatakan apa lagi padaku. Yah, ini memang salahku.



Aku menginjak gas tanpa mempedulikan lagi lampu merah dan menerobos jalanan yang tak begitu lengang. Kemudian tak lama ada suara sirine mobil yang mengikutiku. Mereka adalah polisi patroli lalu lintas, tapi aku sudah tidak peduli lagi. Aku semakin hilang kendali dan tak peduli apa yang akan terjadi padaku atau Hye Sun. Hingga sebuah kontainer besar di depanku tiba-tiba datang dari arah yang berlawanan.


" Awas!!!! Kau sudah gila?!!!" Hye Sun memekik dan aku menginjak rem sebisaku.


*Jangan lupa klik like dan favorit. Karena satu like dari kalian sangat berarti buat author.


Baca juga novelku "**Young Papa" 🤗***