My Boyfriend Having Affairs

My Boyfriend Having Affairs
13. Jalan Kembali



Hye Sun POV


Akhirnya aku bisa bernafas lega, karena Myung Soo mau menolongku kali ini. Aku tak tau harus bagaimana lagi jika dia tak mau membantuku. Namun ada rasa takut dalam diriku, bagaimana jika Myung Soo menikah dengan Sarang? Lalu bagaimana nasibku dengan anak yang ku kandung ini.


Aku harus berpikir bagaimana caranya agar Myung Soo tak akan kembali pada Sarang. Haruskah aku buat agar Sarang mengetahui jika aku sedang bersama Myung Soo malam ini. Iya, itu adalah salah satu jalan agar Sarang meninggalkan Myung Soo.


Lagipula mengapa dia mempertahankan pria yang sudah jelas menghamili istri orang lain, malah dengan bodohnya mau melakukan pertunangan itu. Tak akan ku biarkan kali ini Myung Soo bersama dengan Sarang. Aku harus merebutnya kembali. Myung Soo tak boleh bersama Sarang. Aku tak ingin menderita sendirian.


Sekarang bukan waktunya aku untuk bersantai-santai. Aku harus berusaha mengambil hati Myung Soo. Sekarang aku akan pergi ke pasar dan memasakkan makanan kesukaan Myung Soo. Dulu aku tak pernah memasak apapun untuk dia, Myung Soo pasti terharu dengan apa yang aku lakukan kali ini.


🐾


Ini pertama kalinya aku ke pasar lagi setelah kemarin sempat menjadi nyonya besar. Jangankan ke pasar ke dapur pun aku tak pernah.


Aku sangat menyukai kehidupan Seokjin, penuh dengan kekayaan tanpa kekurangan. Apalagi dia memenuhi kebutuhan orangtuaku. Namun aku tak pernah sekalipun merasakan kebahagiaan darinya.


Setiap malam ia tak pernah menyentuhku, Seokjin lebih memilih untuk bekerja di ruangannya hingga larut. Dan saat pagi aku tidak melihatnya di ranjang karena dia sudah berangkat bekerja pagi-pagi sekali.


Makan pun aku hanya di temani oleh para pembantu. Tak ada teman bicara, aku merasa sangat kesepian di rumah itu. Lalu untuk apa dia menikahiku???


Masih teringat ketika ibuku menolak lamaran Myung Soo. Ucapan dari ibuku bagai tamparan yang keras untuknya. Padahal dulu saat Seokjin belum hadir di kehidupan kami, ibuku sudah menganggap ia layak menantunya sendiri.


β€œ Kau mau melamar anakku?!” suara ibuku pecah mengisi keheningan di ruang tamu waktu itu.


Myung Soo mengangguk.


β€œ Walaupun saya tidak kaya, tapi saya yakin bisa membuat Hye Sun bahagia dan tak akan kekurangan apapun.”


Myung Soo berlutut di depan kedua orangtuaku. Ia menunduk dan memohon agar ia bisa menikahiku. Ia benar-benar tak peduli dengan harga dirinya.


β€œ Bahagia? Kebahagiaan itu membutuhkan uang, sedang yang ku tau kau masih kesulitan dengan uang juga kan?” ucap ibuku ketus.


Dia tak ingat jika semua hutangnya yang cukup besar dilunasi oleh Myung Soo. Oleh sebab itu aku merasa bersalah karena sikap ibuku waktu itu. Dan juga aku masih mencintai Myung Soo.


β€œ Kau menikahlah dengan Seokjin, uangnya banyak jadi kau tak akan khawatir jatuh miskin.”


β€œ Lalu bagaimana dengan Myung Soo?”


β€œ Tinggalkan dia. Simple kan?!”


β€œ Aku tak mau. Aku akan pergi dari rumah ini jika ibu terus memaksaku untuk menikah dengan orang lain.”


β€œ Baik, pergilah. Maka saat kau pulang, kau hanya akan melihat mayat ibumu di rumah ini.”


Ancamannya membuatku menyetujui pernikahan itu. Ibuku tak pernah bercanda dengan ucapannya. Pernah sekali ia mencoba bunuh diri karena ayahku di keluarkan dari perusahaannya dan hutang keluarga kami semakin menumpuk. Lalu ia mencoba bunuh diri karena bingung harus dengan apa membayar hutang itu.


Dan dari sanalah Myung Soo datang menolong keluarga kami.


β€œ Pakai saja dulu uang ini.” Ucap Myung Soo menyerahkan sebuah buku tabungan.


β€œ Tapi ini kan tabunganmu.”


β€œ Iya ini tabunganku untuk melamarmu, tapi sepertinya ibumu lebih membutuhkan. Dan lagi,akhir-akhir ini aku memperhatikanmu selalu murung. Itu membuatku sangat sedih.” Ia menyelipkan buku tabungan tersebut ke tanganku.


🐾🐾


Aku akan membeli sebuah ikan segar dan beberapa lobak untuk ku buat kimchi. Aku sudah lama tidak memasak, namun aku tidak lupa bagaimana cara memasak.


Lalu seorang ibu paruh baya seperti tak sengaja mendorongku karena pasar waktu itu sangat ramai.


β€œ Cwesonghamnida.” Ucapnya tanpa menatap wajahku.


Wajah itu Nampak tak asing bagiku. Ia adalah ibu Myung Soo!!! Aku berlari lalu menyusulnya.


β€œ Anyeonghaseo eommoni?!” sapaku.


β€œ Eommoni?!” jawabnya ia memperhatikan wajahku dengan aneh.


Ia sepertinya lupa denganku.


β€œ Saya, Shin Hye Sun?! itu- Myung Soo…” aku agak kesulitan menjelaskan padanya.


Ia memutar matanya lalu sedetik kemudian ia Nampak kesal padaku.


β€œ Oh kau?? Wanita yang mencampakkan anakku itu?!! Yang tega menikah dengan orang lain demi harta?!!! Dasar tak tau malu!!!” aku tak menyangka ia semarah itu padaku dan berteriak di pasar hingga semua orang yang di sana menatapku aneh.


Aku tak bisa berkata-kata.


β€œ Ibumu juga tak tau diri! Setelah di lunasi semua hutangnya, ia menikahkanmu dengan orang lain. Asal kau tau, bahkan aku sebagai ibunya tak pernah meminta uang sebanyak itu pada Myung Soo!!”


β€œ Sekarang dia akan menikah dengan kekasihnya, jadi jangan muncul dihadapannya lagi.” Ia berlalu dengan emosi yang meluap-luap.


Meninggalkan aku bersama dengan tatapan sinis orang-orang sekitarku, bahkan aku mendengar orang berbisik mengatakan jika aku adalah wanita murahan.


Aku menangis dan tak jadi berbelanja karena tatapan orang disana membuatku tak nyaman. Ibu Myung Soo seakan sengaja membongkar masa laluku dan Myung Soo. Inikah rasanya dipermalukan???


🐾


Ku dengar suara pintu terbuka diikuti jejak langkah kaki, Myung Soo. Aku mendongakan wajahku ketika dia datang dan mendekatiku dengan wajah penuh tanda tanya. Tangan itu memegang pipiku yang sudah mulai basah.


β€œ Kenapa?” tanyanya dengan lembut.


β€œ Aku, aku bertemu dengan ibumu saat di pasar.”


β€œ Di pasar?? Kau pergi ke pasar tadi?”


Aku mengangguk.


β€œ Aku hanya ingin membeli ikan dan memasakkannya untukmu. Namun dijalan aku tak sengaja bertemu dengan ibumu. Aku menyapanya dan ternyata dia sangat marah begitu melihatku. Aku mengerti kenapa dia marah, tapi dia meneriakku di pasar saat banyak orang disana.”


Myung Soo diam.


β€œ Setelah itu ibuku tak bilang apa-apa kan?”


β€œ Tidak.”


β€œ Syukurlah kalau begitu. Jika ia tau kau sudah bercerai dan kau berada disini denganku. Mungkin ibuku akan sangat murka pada kita berdua. Dia sudah menyukai Sarang dan berharap jika ia akan menjadi menantunya.”


Ucapan Myung Soo lebih tajam daripada ucapan ibunya tadi. Ini pasti akan sangat sulit bagiku untuk mendapatkan Myung Soo kembali jika ibunya sudah sangat menyukai Sarang.


Myung Soo berjalan dan menghidupkan lampu ruangan, aku memeluknya dari belakang.


β€œ Jangan pergi, aku mohon.” Aku memeluknya erat dari belakang.


β€œ Tak bisa begini. Ibuku akan curiga jika aku tak pulang malam ini, apalagi setelah melihatmu tadi. Kau ingin kita cepat ketahuan???” Myung Soo melepaskan pelukanku.


β€œ Tapi, aku tak ingin sendiri.”


β€œ Sudah ku bilang tak bisa.”


β€œ Kalau begitu, temani aku hingga tertidur.” Aku memohon untuk terakhir berharap ia akan mengabulkannya.



β€œ Baiklah. Tapi tolong jangan seperti ini. Kau hanya membuatku bingung.”


Myung Soo menemaniku,. Dia duduk di bibir tempat tidur dan memandangi ponselnya. Terlihat jelas jika ia sedang mengirim pesan untuk Sarang. Dan aku tak menyukainya!


🐾🐾


Sarang POV


Aku berada di sebuah toko kosmetik. Sedang mencoba sebuah lipstick. Biasanya aku datang bersama Ji Eun. Namun kali ini aku harus pergi sendiri karena dia sangat sibuk dengan pekerjaannya.


Ia harus segera menyelesaikan semua tugasnya sebelum melakukan serah terima pada manajer lain. Ji Eun benar-benar akan keluar dari agensi tersebut. Bahkan aku melihat semua barang di kosannya sudah ia bereskan. Mungkin ia akan pindah untuk beberapa hari lagi.


Aku masih berpikir tentang mimpi burukku tadi siang. Mengapa aku tiba-tiba memimpikan Kangjun? Apakah aku terlalu memikirkannya akhir-akhir ini. Ah! Tidak boleh. Aku tidak boleh begini.


Brukk!!


β€œ Sorry??!” seorang wanita menubrukku dan mengucapkan maaf dengan bahasa inggris.


Saat aku menoleh, dia adalah Soo Ah!!! Aku bertemu dengan wanita licik itu disini. Dia mau apa disini?! Di toko untuk rakyat jelata sepertiku. Maksudku, dia sangat kaya dan memiliki banyak uang. Kenapa dia pergi kesini?


Aku lalu menunduk dan berpura-pura tak melihatnya.


β€œ Sepertinya kita pernah bertemu ya?” dia ternyata mengikutiku di belakang.


Padahal aku sudah jelas tak ingin berurusan dengannya.


β€œ Iya benar. Kau teman manajer Kangjun kan?” tanyanya namun tatapannya padaku seakan merendahkanku.


Aku mengangguk.


β€œ Kau… tak ada hubungannya dengan Kangjun kan?” tanyanya lagi.


β€œ Kami hanya berteman.”


β€œ Benarkah??? Berteman?? Tapi tak ada yang namanya pertemanan antara wanita dan pria. Tapi karena kau sudah menjawab seperti itu seharusnya aku tidak usah khawatir.”


β€œ Tenang saja. Aku sudah memiliki tunangan.” Ucapku.


β€œ Aku akan pergi duluan, permisi.” Aku pergi tanpa membeli apapun disana.


Soo Ah mengawasiku dari belakang, terlihat dari pintu kaca masuk di toko itu. Tatapannya seperti sebuah ancaman.


Apakah ini maksud dari mimpi burukku siang ini?