My Boyfriend Having Affairs

My Boyfriend Having Affairs
Episode 22



Sarang Pov


 


Desas desus pernikahan Myung Soo dan Hye Sun sudah sampai di telingaku. Mereka akan menikah bulan depan, sebelum perut Hye Sun semakin membesar. Banyak staff lain yang memandangiku kasihan karena kejadian ini. Namun tak sedikit pula yang memberikanku dukungan.


 


Myung Soo akan kembali pekan depan. Aku tak tau bagaimana menghadapinya setiap hari di kantor.


 


" Kau tak apa-apa kan?" tanya Bora, dari raut wajahnya terlihat dia sangat kasihan padaku.


 


" Tak apa-apa."


 


" Dari dulu aku sebenarnya tidak menyukai Hye Sun. Aura yang dia pancarkan kebanyakan sisi negatif." ungkapnya.


 


" Tapi saat reuni kemarin. Kau sangat ramah padanya." aku tersenyum, dan dia memalingkan wajahnya karena malu.


 


" Ya. Karena ku pikir jika aku bisa mendekatinya, aku akan tertular menjadi sukses seperti dia. Hidup sebagai nyonya CEO. Tapi ternyata,, dia bertindak konyol di belakangmu."


 


Mengingat kejadian beberapa bulan lalu membuatku sadar jika mereka berdua memang sepertinya tidak bisa dipisahkan. Hingga Hye Sun bercerai akhirnya dia kembali ke pelukan Myung Soo.


 


Myung Soo menelponku. Namun aku abaikan, karena sepertinya tak ada hal lain lagi yang harus ku bicarakan dengannya. Lalu ia mengirimiku sebuah pesan, namun tak aku baca. Aku menghapusnya tanpa membacanya terlebih dahulu.


 


Lalu mendadak bau harum menyebar di seluruh ruangan. Wangi ini bukan dari parfum murahan. Dan saat aku menoleh ke belakang. Sosok Seokjin dengan kemeja putih dengan tatanan rambut rapi masuk ke pantry.


 


" Ngapain dia masuk ke pantry?" batinku.


 


" Anyeonghaseo.." sapaku sambil membungkukkan badanku.


 


Walaupun dulu pernah bertemu sebagai suami dari seorang teman. Namun kami bertemu kembali sebagai atasan dan bawahan.


 


Dia datang ke kantor ini beberapa minggu sekali. Yah, dia beralasan jika ingin melihat kinerja karyawan di sini. Padahal menurutku dia hanya menunggu waktu yang tepat untuk balas dendam pada Myung Soo.


 


Aku pamit untuk meninggalkan pantry, karena merasa tidak nyaman dengan kehadirannya. Namun ia mencegahku karena ingin berbicara padaku.


 


" Jangan pergi dulu, aku sengaja ke sini untuk menemuimu. Aku ingin menanyakan beberapa hal padamu."


 


Aku menatapnya ragu. Menanyakan beberapa hal?? Pekerjaan? Tak mungkin! Pasti ini ada hubungannya dengan Myung Soo.


 


💜💜💜


 


Aku pulang dengan langkah gontai. Kembali terngiang-ngiang pertanyaan Seokjin tadi siang. Benar dugaanku, dia akan membalas dendam pada Myung Soo dan Hye Sun. Tapi mengapa harus melibatkan aku?? Aku benar-benar tak ingin terlibat dalam masalah baru lagi. Aku ingin hidup tenang sementara waktu. Mengingat beberapa waktu yang lalu, aku mendapat masalah bertubi-tubi.


 


" Kau juga membenci mereka berdua kan?" tanya Seokjin saat kami berdua di pantry tadi siang.


 


Aku hanya diam,karena aku juga tak tau apakah aku benar-benar membenci mereka atau sekedar kesal sesaat.


 


" Jika kau membenci mereka. Maka bantu aku untuk membalaskan dendamku pada mereka berdua."


 


" Memangnya apa yang akan anda lakukan pada mereka?"


 


 


Balas dendam?? Bukankah terlalu mudah baginya untuk balas dendam pada Myung Soo dan Hye Sun?? Ia kaya dan memiliki apapun. Seokjin bisa menyuruh orang jika perlu untuk menyelesaikan masalah itu. Tapi mengapa ia repot-repot ingin melakukannya sendiri?


 


 


Aku melihat Jun Hee dalam sebuah bar tenda. Ia minum sendirian di sudut ruangan kecil itu. Sepertinya aku juga membutuhkan sedikit minum untuk melupakan kejadian tadi siang.


 


" Boleh gabung kan?" tanyaku meminta ijin namun aku sudah duduk di depannya.


 


" Kau tak bersama Kangjun?"


 


Aku belum mendapat kabar dari Kangjun hari ini. Sejak dengan Soo Ah ia selalu menelponku menggunakan nomor Jaebum. Dan sekarang aku tak bisa mengiriminya pesan terlebih dahulu, karena takut jika dia sedang bersama dengan Soo Ah dan semua akan bertambah rumit.


 


Tiba-tiba aku ingin sekali mendengar kabar darinya. Atau bertemu dengannya walaupun hanya sebentar. Tapi bagaimana ia akan tau jika aku tak memberitahunya.


 


 


BLUKKK!!!


 


Jun Hee tak sadarkan diri!! Dia tidur di atas meja bar tenda. Aku bingung, apa yang harus aku lakukan padanya???


 


Aku tak tau dimana alamat rumahnya. Dan aku juga tidak mungkin membawanya pulang ke rumahku.


 


Ponselku bergetar. Aku mengira jika Myung Soo mencoba menghubungiku lagi. Namun ternyata bukan. Nomor Jaebum?? Pasti Kangjun yang menelponku saat ini.


 


" Lagi dimana?" tanya Kangjun dengan santai.


 


" Tolong aku. Aku sedang berada di bar tenda dekat kantor."


 


" Kau kenapa??"


 


" Cepatlah kesini! Aku butuh bantuanmu."


 


"Iya. Tunggu aku disana. Jangan kemana-mana."


 


Kangjun menutup telponnya. Kira-kira membutuhkan waktu kurang dari satu jam untuknya sampai disini.


 


Aku tak bisa membayangkan bagaimana jika Kangjun tengah mendapatiku sedang bersama Jun Hee disini. Aku juga tak tau harus meminta tolong pada siapa lagi selain Kangjun, karena aku tak mungkin membiarkan Jun Hee disini sendirian.


 


Kangjun mengedarkan pandangan saat masuk ke dalam bar tenda dengan Jaebum. Aku memanggilnya dan melambaikan tanganku agar ia cepat menemukanku.


 


" Kau sedang mabuk?!!!" tanya Kangjun, matanya memperlihatkan perasaan tidak sukanya saat ia melihat Jun Hee.


 


" Bukan seperti itu. Aku bisa jelaskan padamu."