My Boyfriend Having Affairs

My Boyfriend Having Affairs
14. My Boyfriend Having Affairs



Kangjun Pov


Soo Ah tiba-tiba memintaku untuk menemuinya di kafe dekat apartemenya. Awalnya aku sudah menolaknya namun ia mengatakan jika ini adalah hal yang sangat penting. Jadi terpaksa aku menemuinya tanpa Jaebum. Karena ia ingin bertemu tanpa ada manajer diantara kami.


Sudah setengah jam aku menunggunya namun belum ada tanda penampakan ia akan muncul. Jika ia tak mengatakan itu tentang karirku mungkin aku sudah meninggalkan tempat ini dari tadi.


Lalu seorang wanita dengan rok mini berjalan ke arahku.


“ Bukankah rok itu terlalu pendek.” Gumamku melihat pakaian Soo Ah yang sepertinya sengaja berdandan seperti itu.


“ Sudah lama ya?” tanyanya sambil membenarkan rambutnya yang tidak berantakan.


“ Ada apa menyuruhku kesini? Kau tau kan aku tak memiliki banyak waktu.”


Dia tersenyum penuh dengan makna. Lalu ia mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat dan memberikannya padaku.


“ Apa itu?” tanyaku penasaran, aku hanya membolak balik amplop itu.


“ Buka saja nanti juga kau akan tau.”


Aku meliriknya sekilas, lagi-lagi senyum itu membuatku tidak nyaman.


Aku membukanya perlahan amplop tersebut. Sebelumnya aku mengintipnya sedikit, seperti ada banyak tumpukkan kertas di dalamnya.


“ Apa-apaan ini?!” aku terkejut melihat foto-foto yang ada di tanganku.


“ Kau lupa pernah melakukannya?”


Aku merasa tak percaya ia bisa mendapatkan foto yang aku sama sekali tak ingin mengingatnya.


“ Dia Ji Eun kan?” dia menopang dagunya dengan kedua tangannya dan bersikap sok manis di depanku.


“ Sejak kapan kau mengikutiku? Apa kau stalker hah?!” aku berusaha sekuat tenaga untuk menahan emosiku padanya.


💕


Aku kembali ke apartemenku dengan perasaan bercampur aduk. Bagaimana bisa dia mendapatkan foto itu. Foto saat Ji Eun datang ke apartemen lama ku waktu itu. Semuanya jelas tertangkap jelas di foto-foto itu. Bagaimana dia bisa mengambil fotoku dan Ji Eun sedangkan apartemenku waktu itu…


Jangan-jangan… Soo Ah menyewa mata-mata untuk mengawasiku selama ini???


Aku membayangkan foto-foto itu. Ji Eun??? Ah sungguh aku tak menyangka mengapa malam itu ia harus melakukan hal semacam itu padaku?? Mengapa ia harus menciumku??? Mengapa ia mencoba membuka bajuku? Apa ia ingin tidur denganku?!! Astaga!!! Aku tak bisa membayangkannya jika itu benar terjadi.


Soo Ah menggunakan foto itu jelas untuk mengancamku.


“ Kau ingin foto ini ku sebar atau melakukan hal yang aku mau?”


Ia memberikanku sebuah pilihan. Namun yang pasti pilihan itu tak akan menguntungkanku.


“ Jika kau tak ingin foto itu ku sebar. Maka kau harus berkencan denganku. Beritau pada CEO mu bahwa kita sudah resmi berkencan sejak syuting drama dimulai.”


“ Bagaimana kalau aku tak mau?!”


“ Kalau kau tak mau?! Bukan kau saja yang akan hancur. Namun teman mantan manajermu itu juga akan ku hancurkan.”


“ Siapa?”


Soo Ah tersenyum.


“ Jangan kau coba-coba mendekati Sarang. Kalau tidak…”


“ Ingat saat ini kau tak bisa mengancamku.” Ia tersenyum licik.


Wanita gila itu. Aku sudah tau jika ia tak waras. Itulah mengapa dari sekian banyak projek, aku selalu di pasangkan dengan dia. Soo Ah seperti stalker berkedok model!


“ Pilihan ada di tanganmu.”


Jika aku tak menurutinya Sarang dan Ji Eun dalam bahaya. Tapi jika aku menurutinya??? Argghhh!!!! Aku harus bagaimana?!!!!!


💕💕


Sarang POV


Bora mengirimiku sebuah link berita terbaru selebriti saat ini. Awalnya aku tak ingin membukanya karena aku sama sekali tak tertarik dengan dunia hiburan yang sama sekali tak ada hubungannya denganku. Namun saat Bora mengatakan jika aku harus membukannya, kemudian aku membukannya dengan setengah hati.


“ Apa?!! “ aku terduduk di kasurku dan tak percaya dengan apa yang ku baca saat ini.


Kangjun berkencan dengan Soo Ah!! Hal gila macam apa yang terjadi pagi ini?! Bagaimana bisa ia berkencan dengan Soo Ah. Padahal yang ku tau Kangjun sama sekali tidak menyukai wanita licik itu.


Tidak, aku harus menghubunginya dan berharap jika itu hanyalah hoax.


Sudah ke enam kali panggilanku tak dijawab olehnya.


“ Kau kenapa?? Kau baik-baik saja kan?” aku mengirim pesan teks pada Kangjun.


Semenit, sejam bahkan seharian ia tak membalasnya.


Aku sama sekali tak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaanku. Kenapa ia mendadak berkencan? Ataukah hanya untuk menaikkan rating dramanya?!


“ Itu, teman kau benar berkencan dengan Soo Ah?” tanya Bora padaku.


“ Aku sama sekali tak tau. Aku juga tak tau kapan mereka dekat, tapi ini sangat aneh jika dia tiba-tiba berkencan dengan Soo Ah.”


“ Kau cemburu?”


“ Bukan seperti itu?!”


“ Lalu???”


“ Hanya saja, sangat aneh.”


“ Jika untuk menaikkan drama mereka. Kemungkinan besar saat drama berakhir mereka pasti putus.”


“ Benarkah?” aku sama pura-pura peduli dengan ucapan Bora.


Aku memikirkan bagaimana keadaan Kangjun sekarang. Aku tak bisa menghubunginya apalagi menemuinya.


💕💕💕


Hye Sun POV


Aku membuka jendela dengan perasaan yang sangat bahagia pagi ini. Myung Soo masih meringkuk di bawah selimutnya. Aku tersenyum dan menghampirinya. Ku cium lehernya untuk membangunkan Myung Soo.


“ Jangan seperti itu.” Myung Soo menggelinjang merasa geli lalu ia menghadap ke arahku.


Aku mendekapnya dengan erat dan mencium kening, hidung kemudian bibirnya yang ia balas semakin agresif.


“ Apa yang semalam kau belum puas?” tanya Myung Soo ia tersenyum menyeringai padaku.



Aku bisa menahklukan Myung Soo setelah beberapa hari. Walaupun awalnya dia menolakku namun, kali ini dia selalu memulai untuk berhubungan seperti itu lagi. Dia selalu kembali ke rumah ini seusai pulang kerja dan beralasan pada ibunya jika ia akan tidur di kantor, karena pekerjaannya yang banyak.


Bahkan pesan dan telepon dari Sarang sudah sering ia abaikan karena sibuk mencumbuiku. Seorang laki-laki tak akan bisa meninggalkan wanita yang sudah memberikannya kenikmatan, dan aku yakin Myung Soo belum pernah melakukannya dengan Sarang.


💕💕💕


Sarang Pov


Ibu Myung Soo menyuruhku untuk ke Busan saat aku libur. Aku mengiyakan karena ia juga mengatakan jika Myung Soo belakangan menjadi aneh. Ia sudah mulai jarang pulang. Bahkan telpon dari ibunya tak pernah ia angkat saat malam hari.


Aku juga sudah mulai menaruh curiga padanya. Karena sudah beberapa minggu ini ia tak ke Seoul seperti janjinya dengan alasan sibuk. Padahal aku bertanya pada manager umum jika di Busan belum banyak pekerjaan, karena cabang restoran disana masih sedikit. Dan masalah yang sempat terjadi beberapa waktu yang lalu sudah bisa ditangani.


Makanya, sangat aneh jika Myung Soo mengatakan jika disana banyak pekerjaan.


“ Anyeonghaseo?!” aku menyapa ibu Myung Soo saat ia membuka pintu pagar dirumahnya.


Ia menyambutku dengan ramah, Ibu Myung Soo memperlakukanku seperti anaknya sendiri. Ia memelukku dan mengatakan jika dia sudah merindukanku karena lama tak bertemu.


“ Bagaimana kabarmu?” tanyanya dan menyuruhku untuk duduk.


Aku mengedarkan pandangan demi menemukan sosok pria yang membuat ibunya cemas.


“ Myung Soo tak ada, dari semalam ia tak pulang. Akhir-akhir ini ia pulang hanya ganti baju lalu keluar lagi.”


Aku hanya tersenyum kecut dan mengangguk mengerti.


“ Sebenarnya aku tak ingin mengatakan ini padamu, karena takut membuatmu cemas. Tapi beberapa waktu yang lalu aku bertemu dengan Hye Sun.” Ibu Myung Soo menatapku dengan perasaan bersalah.


“ Hye Sun??”


“ Iya, mantan Myung Soo. Kau juga mengenalnya kan?”


Aku mengangguk.


“ Tapi seharusnya kau bisa tenang karena ia sudah menikah dengan pria kaya.”


Aku diam.


“ Kenapa? Kenapa wajahmu seperti itu?”


“ Hye Sun, Hye Sun,,, dia sudah bercerai dengan suaminya kurang lebih sebulan yang lalu.”


“ Apa?! Kau yakin dengan itu?” ibunya bangkit dan menatapku tak percaya.


“ Tak boleh begini. Ini tak boleh dibiarkan. Kita harus mencari Myung Soo, untuk memastikan jika dia tak berbuat macam-macam dengan wanita itu.”


Tubuhku melemas, dan suara ibu Myung Soo terdengar samar. Aku membayangkan jika akan ada hal buruk terjadi padaku kali ini.