
Kangjun POV
Aku akhirnya mendatangi kantor Sarang setelah tidak menemukannya di kost-annya.
Dan menanyakannya langsung pada Bora teman kantornya yang lumayan dekat dengannya.
“ Apa Sarang sudah ada di kantor hari ini?” tanyaku padanya saat sampai di lobi kantor.
“ Sarang? Aku belum bertemu dengannya hari ini. Padahal biasanya dia sudah berada di mejanya jam segini.”
“ Benarkah?!”
“ Ada apa? Apa yang sedang terjadi.”
“ Sarang tidak bisa dihubungi dari semalam. Awalnya ku pikir batreinya habis namun sampai sekarang dia tak bisa ku hubungi. Lalu aku mencarinya di kost-annya juga tidak ada.”
Bora terlihat berpikir sejenak.
“ Dia tidak di culik kan?!” ucapannya yang spontan membuatku terkejut. Karena aku tak berpikir sampai sejauh itu.
“ Terimakasih sudah mau menemuiku.”pamitku.
Aku langsung berlari menuju mobil, entah mengapa aku sangat terpikirkan oleh ucapan Bora kali ini. Bisa saja Sarang di culik, dan aku menaruh curiga pada Soo Ah. Wanita benar-benar melakukan apa saja untuk mencapai ambisinya.
Ponselku bergetar, Soo Ah yang baru saja aku pikirkan tiba-tiba menghubungiku.
“ Kau dimana?” tanyaku langsung padanya.
“ Kenapa kau ini? Sangat terburu-buru, tidak sopan.” Ucapannya yang santai membuatku kesal.
“ Dimana Sarang?”
“ Kenapa kau menanyakan wanita itu padaku??”
“ Baiklah, jika kau tak mau memberitahuku sekarang. Aku akan membuka kedokmu.rahasia yang sudah kau simpan selama, aku mengetahuinya semuanya.”
“ Ap-appa maksudmu itu?!”
“ Jika kau menyadarinya maka katakan dimana kau sekarang.”
“ Baiklah. Temui aku di apartemenku sekarang.”
Aku menutup telponku dan langsung menuju tempat Soo Ah. Jaebum aku tinggalkan sendirian, karena aku memintanya untuk melacak ponselku agar dia dan polisi bisa menemukanku nanti.
Karena mungkin, jika aku terlambat nyawa Sarang akan dalam bahaya. Mengingat apa yang sudah ia lakukan pada Kim Hana, dan aku tak bisa biarkan hal ini terjadi pada Sarang.
♦️♦️
Aku sudah berada di depan pintu apartemen Soo Ah. Saat pintu terbuka dia berusaha memelukku dan mencium pipiku, namun aku menampiknya dengan tanganku.
“ Sampai kapan kau akan seperti ini terus padaku?” tanyanya kesal ia lalu duduk tepat di sampingku dan menyandarkan kepalanya di pundakku.
“ Hentikan,aku tak menyukainya.”
Aku menatapnya dan senyumannya terlihat sangat licik.
“ Apa maumu sekarang?”
“ Menikah. Menikahlah denganku.”
Kali ini aku benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja yang ia katakan? Menikah? Dengannya? Apakah aku sudah gila, kenapa juga aku harus menikahinya.
“ Bagaimana jika aku tak mau?”
“ Jika kau tak mau…maka kau tak akan bisa melihat teman tercintamu itu. Kau tau kan aku seperti apa? Aku bahkan bisa melakukan hal yang lebih bahaya dari Kim Hana."
“ Akan aku pikirkan.” ucapku membuat wajahnya menjadi sumringah seketika.
Aku sudah memiliki bukti tentang dia yang sudah menggunakan Sarang untuk memgancamku. Dan bukti ini sudah cukup untuk ku laporkan pada polisi. Aku sudah merekam semua ucapannya di ponselku.
“ Tunggu sebenar.” Soo Ah menarik tanganku dan merampas ponselku tiba-tiba.
“ Kau sangat pintar ya?!” imbuhnya.
Aku tersenyum padanya.
“ Baiklah, ponsel itu ambillah aku tak membutuhkannya.” Ucapanku membuatnya mengernyitkan dahinya dan berdecak kesal.
♦️♦️♦️
Sarang POV
Mereka benar-benar menculikku. Aku di sekap dalam ruangan mirip gudang selama semalam. Ponsel dan tasku di ambil oleh mereka. Lagipula aku tak bisa berbuat apa-apa karena tangan dan kakiku juga diikat. Mulutku disumpal oleh kain setelah mereka membuka penutup mataku. Jika Soo Ah melakukan ini demi Kangjun, aku benar tak akan habis pikir. Mengapa ia melakukan semua hal ini, apakah dia benar-benar seorang psikopat?
Soo Ah tak memberikanku minum dari semalam hingga membuatku kehausan. Badanku sudah melemah karena sejak kemarin aku juga tidak makan sama sekali. Dan sekarang aku hanya bisa menunggu pertolongan yang datang entah darimana datangnya. Tapi aku berharap aku bisa segera keluar dari sini.
♦️♦️♦️
Kangjun POV
Aku akan mengikuti Soo Ah kemanapun ia akan pergi. Mustahil jika dia tak menemui Sarang di tempatnya di sekap. Jaebum sudah tiba beberapa menit sebelum aku keluar dari tempat Soo Ah bersama dengan beberapa polisi.
Jaebum aku suruh untuk meminta daepyonim agar melaporkan kejadian yang terjadi pada Kim Hana, karena bukti sudah kuat mengarah pada Soo Ah atas peristiwa yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Kali ini Soo Ah akan benar-benar aku hancurkan. Dia bisa menyakitiku namun tidak pada Sarang, karena aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk melindunginya.
Awalnya aku ingin mengungkapkan tentang dirinya sebagai simpanan CEO nya namun aku urungkan karena tuduhan percobaan pembunuhan sudah cukup memberatkannya.
“ Bagaimana? Apakah dia mengaku?” tanya Jaebum.
Aku masuk dalam mobil yang tidak pernah Soo Ah lihat.
“ Tidak. Aku sudah menjebaknya namun tidak bisa. Aku juga sudah mempunyai bukti pada rekaman ponselku namun di rebut olehnya. Tapi aku masih ada kartu AS lain. Jadi untuk sekarang ikuti saja dia dengan hati-hati agar dia tidak tau.”
Tak berapa lama Soo Ah terlihat sedang masuk dalam mobil. Ia melajukan mobilnya bersama dengan seorang pria di sampingnya. Tanpa berpikir panjang aku mengikutinya dengan Jaebum.