My Boyfriend Having Affairs

My Boyfriend Having Affairs
12. Mimpi Buruk



" Lagi dimana?" tanyaku pada Myung Soo sudah lima kali aku menghubunginya namun tak kunjung ia jawab.


" Maaf tadi aku lagi ada urusan sebentar." jawabnya.


" Minggu depan ke Seoul tidak??"


" Sepertinya aku tidak bisa menemuimu untuk sementara waktu. Karena disini pekerjaanku sudah mulai banyak.".


" Benarkah?? Kalau begitu aku yang akan kesana."


" Ah?!! Jangan, eh maksudku kau tak usah repot-repot. Pasti kau capek setelah seminggu bekerja."


" Kau lupa jika orangtuaku tinggal di Busan?? Jika aku ingin ke Busan bukan berarti aku akan menemuimu kan?!"


" Oh gitu."


" Apa ada hal yang kau sembunyikan padaku?? "


" Tak ada. Aku sudah jujur padamu kan? "


" Baiklah, untuk sementara aku mempercayaimu. Tapi jika sampai ada hal yang tak aku inginkan terjadi. Lebih baik kita sudahi saja hubungan kita."


Myung Soo terdiam. Dia tidak menjawab pertanyaan ku lagi. Sepertinya ada suatu hal yang tidak aku ketahui.


Apa ia sudah tau jika Hye Sun kembali??


" Hye Sun sudah di Korea. Apa kau tau itu?!" tanyaku memastikan.


Meskipun ia berbohongpun aku tak akan tau.


" Benarkah?!"


🐾🐾🐾


Myung Soo Pov


Aku mencarikan tempat tinggal untuk Hye Sun sementara ini. Biar bagaimana pun juga aku tak bisa mengabaikannya, karena ia begini karena kesalahan yang ku perbuat.



Ia nampak lelah setelah perjalanan dari Seoul ke Busan. Orangtuanya tak mau menerimanya kembali setelah suaminya menceraikannya.


Namun aku takut jika sampai Sarang mengetahui jika Hye Sun sedang bersamaku sekarang.


" Kau tidurlah. Aku akan kembali bekerja." aku memakai sepatuku dan bersiap meninggalkan rumah yang Hye Sun tempati


sementara.


" Kau akan kembali kan???"


Aku berbalik dan melihat wajah itu sedang memelas di depanku membuatku tak berdaya.


" Tak bisakah kau menemaniku malam ini. Aku sangat takut di sini sendirian."


" Aku sudah mengatakan padamu kan, jika diantara kita sudah tak ada hubungan apa-apa lagi. Tapi aku akan bertanggung jawab atas anak yang kau kandung."


" Kau tega melakukan ini padaku?!"


Aku menghela nafas kasar dan menatap Hye Sun dengan tatapan tak percaya, mengapa ia dengan mudah mengatakan hal seperti itu?


" Baiklah, aku akan kesini nanti malam."


Sebelum pergi aku meninggalkan beberapa uang untuknya. Agar ia bisa menggunakannya untuk membeli makan atau kebutuhan lainnya.



Aku berharap Sarang tak akan mengetahui hal ini sampai aku bisa menikahinya nanti.


Namun di keadaan lain. Perut Hye Sun akan membesar dan anak itu membutuhkan seorang ayah. Aku bingung harus melakukan apa. Aku tak bisa begitu saja melepaskan Sarang setelah perang dingin beberapa waktu yang lalu.


🐾🐾🐾


Kangjun mentraktirku minum kopi di Cafe yang terletak didepan agensinya. Ia menyuruhku datang karena ada hal penting yang akan ia sampaikan padaku kali ini.


Ia jarang memintaku untuk datang menemuinya seperti ini. Biasanya ia yang datang menemuiku terlebih dahulu.


" Sudah lama menunggu??" suara berat itu menyapaku.


" Tidak juga."


" Sarang-ah.." ucapnya agak ragu. Ia membuang pandangannya keluar jendela.


" Hmmm. Ada apa?? " tanyaku.


Raut wajahnya membuatku semakin penasaran. Ada apa yang sebenarnya terjadi padanya sekarang.


" Kau tau kemana Ji Eun sekarang?"


Aku terkejut mendengar Kangjun menanyakan Ji Eun tiba-tiba. Sudah beberapa hari yang lalu Ji Eun pergi dan aku belum mengetahui alamatnya yang sekarang.


" Ada yang menyebar potoku dengan Ji Eun saat ia kerumah ku waktu itu."


" Apa?!"


Kangjun menjambak rambutnya, ia nampak putus asa dengan masalahnya sekarang. Ada seseorang yang menyebarkan poto Kangjun yang sedang mabuk malam itu. Dan Ji Eun terlibat dalam masalah tersebut.


Foto itu memperlihatkan jika Ji Eun sedang mencium Kangjun dan berusaha ingin membuka bajunya.


Saat ini ia membutuhkan Ji Eun untuk mengklarifikasi insiden yang sedang terjadi.


" Kau tak apa-apa kan?" tanyaku padanya, padahal aku tau betul jika ia sedang tidak dalam keadaan baik saat ini.



" Karirku akan hancur jika Ji Eun tidak mengklarifikasi. Karena disana aku dituduh sedang melakukan pelecehan terhadap manajerku sendiri. Tapi jika Ji Eun mengatakan bahwa ia yang memulainya, maka ia yang akan mendapat komentar jahat dari masyarakat."


" Aku harus bagaimana Sarang ah?!!! Aku sangat bingung."


" Kau tak tau siapa yang menyebarkan foto tersebut?? "


Kangjun menggelengkan kepalanya.


" Aku akan berusaha menghubungi Ji Eun. Dan mengatakan apa yang sedang terjadi. Maafkan aku Kangjun ah. Aku tak bisa membantu banyak."


Kangjun tersenyum pahit.


Lalu tiba-tiba para wartawan sudah berdatangan di depan cafe itu. Mereka mendesak Kangjun agar memberikan klarifikasi secepatnya.


Karena Kangjun sedang naik daun sekecil pemberitaan tentangnya akan sangat dicari oleh masyarakat.


Dan jika berita itu buruk. Itu akan sangat memengaruhi karirnya saat ini.


Kangjun pergi dengan terburu-buru dan melewati para wartawan. Ia tak peduli saat kamera jahat itu mengambil gambarnya. Pria bermata cokelat itu terus menerobos hingga menabrak wartawan sampai terjatuh.


" Kangjun ah!!! Kangjun ah!!!" panggil ku namun ia tak menyahut.


Ia menyebarangi jalan saat lampu sudah berwarna hijau.


" Kangjun ah!!!! Awas!!!!!" pekikku.


Ia menoleh kesamping namun sebuah truk dengan kecepatan penuh menabraknya, dan membuatnya terpental sejauh lima meter.


Aku tak percaya apa yang ku lihat saat ini.


" Kangjun ah!!!" teriakku.


" Yya!!! Choi Sarang!! Sadarlah." suara Bora terdengar disampingku.


" Yya!!! Bangunlah. Sudah waktunya masuk." Bora menggoyangkan pundakku.


Aku tertidur di loker setelah makan siang. Awalnya aku menelpon Myung Soo, karena aku mengantuk akhirnya aku tertidur di loker ini selama satu jam.


" Makanya jangan tidur di loker. Kau akan bermimpi buruk jika melakukannya."


Bora membuka lokernya dan bersiap berganti baju.


" Kau mau kemana?" tanyaku masih merasa aneh dengan mimpi yang aku alami.


" Aku ada audit hari ini. Kau cepatlah masuk."


Aku bernafas lega karena semua itu hanya mimpi. Namun mimpi burukku selalu terjadi seperti dejavu.



Apakah Kangjun akan baik-baik saja???