
Sarang Pov
Ku rasakan kepalaku sangat berat. Dan saat aku membuka mataku, aku melihat ruangan dengan dominan warna terang disekitarku.
" Kau sudah sadar?" tanya Bora dia duduk di samping ranjang rumah sakit.
Tunggu dulu! Aku sudah berada di rumah sakit, namun aku tak menyadarinya sejak kapan dan bagaimana bisa aku sampai sini.
" Kangjun yang membawamu kesini." Bora seakan tau apa yang ada di kepalaku saat ini.
" Lalu dimana dia sekarang?" tanyaku mataku mengitari sekitar demi menemukan sosoknya.
" Dia pergi. Ada jadwal katanya."
" Aku ingin pulang." ucapku pelan.
" Tunggu dulu disini. Aku akan menemui dokter, dan bertanya apakah kau sudah boleh pulang atau belum."
Aku mengangguk lemah lalu berbaring kembali karena kepalaku yang masih terasa sangat pusing. Mungkin ini karena aku tidak makan dan minum beberapa hari kemarin.
Aku tak mengingat apapun dalam kejadian naas itu. Terakhir aku hanya tau, jika Soo Ah datang dan menamparku karena ia merasa jika aku yang merebut Kangjun darinya.
Dan setelah itu semua bayangan terlihat buram hingga aku membuka mataku dan aku sudah berada disini.
Apakah semua baik-baik saja??
" Sarang!!!" aku menoleh ke arah suara. Dan Ji Eun sedang tergopoh-gopoh berlari ke arahku.
" Ji Eun ah?!!" aku mencoba bangkit lalu memeluknya.
" Kau.. Tak apa-apa kan?" tanyanya sambil mengelus pundakku.
Aku mengangguk namun airmataku masih terus menetes. Aku merasa sedih namun sekaligus bahagia karena Ji Eun masih mau menyempatkan diri untuk menjengukku.
" Kangjun tadi menghubungiku dan memintaku untuk menemanimu hingga pulih. Dia sangat mengkhawatirkan mu."
" Benarkah??"
Ji Eun mengangguk.
" Kau belum boleh pulang. Kata dokter harus menunggu hingga cairan infusmu habis dulu." Bora datang dan bergabung bersamaku dan Ji Eun.
Akhirnya mereka berdua menemaniku pada malam itu. Jika bukan karena Kangjun yang memberitahu mereka. Mungkin aku akan merasa kesepian saat ini.
Ji Eun mengatakan padaku jika Soo Ah sedang dalam penyelidikan. Namun penyelidikan tiba-tiba dihentikan karena dia bertingkah seperti orang gila.
" Bukankah itu hanya akting dia saja?" tanya Bora.
Aku hanya mendengarkan mereka berdua mengobrol karena aku tidak tau sama sekali dengan kejadian yang sedang terjadi saat ini.
Aku hanya tak sadarkan diri sebentar, namun sudah banyak berita yang aku lewatkan mengenai Soo Ah. Wanita licik itu akhirnya ditangkap. Aku berharap Kangjun tak akan pernah bertemu dengan wanita seperti dia lagi.
" Kau beruntung?!" ucap Bora matanya menunjuk ke arahku namun membuatku bingung.
Beruntung dalam hal apa saat aku mengalami kejadian yang membuatku trauma untuk pulang malam-malam sendirian lagi?
Ji Eun mengangguk.
" Beruntung?? Maksudmu??"
" Ya, setelah kau melepaskan seekor merpati namun sekarang kau mendapat seekor elang." Bora tersenyum.
Aku juga tak bisa menahan senyumku. Karena aku tau apa yang dia maksud dalam ucapannya.
" Kau tak tau kan? Bagaimana Kangjun cemas bertanya ke sana sini sejak kau tak ada kabar? Jika kau melihatnya pasti... Arghhhh."
Kalimat dari Bora benar-benar menghiburku namun aku juga melihat ekspresi Ji Eun. Aku juga harus menjaga perasaannya, karena yang sudah aku ketahui dia dulu juga pernah menyukai Kangjun.
Ji Eun mengambil ponselku yang sedang di charge. Terlihat seorang nama yang tak ku harapkan sedang mencoba meneleponku. Myung Soo!
Ji Eun menyerahkan ponsel tersebut namun aku menolak untuk menerimanya. Karena aku benar-benar ingin lepas dari bayang-bayang Myung Soo.
" Kalian akan datang ke pernikahannya?" tanyaku.
Bora dan Ji Eun saling berpandangan.
" Kalau kau??" tanya Bora.
Aku diam dan memandangi wajah mereka secara bergantian.
" Aku akan datang. Dan berdandan yang cantik untuk mengucapkan selamat kepada mereka berdua."
Bora bertepuk tangan dan disambut bingung oleh Ji Eun. Dan aku hanya tersenyum.
" Baiklah aku juga akan datang!" seru Bora.
" Aku juga, jika diundang." Ji Eun tersenyum dan menepuk-nepuk kakiku.
Myung Soo sepertinya tidak tau jika aku sedang di rumah sakit. Dan aku juga enggan memberitahukan hal ini padanya. Karena aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan benar-benar melepaskan Myung Soo selamanya.
Aku akan memulai lembar kehidupan yang baru mulai sekarang. Aku akan menjadi Sarang yang kuat dan tak lemah pada pria seperti Myung Soo.
Dan aku tak akan menjadi Hye Sun dengan menjadi orang ketiga.