My Boyfriend Having Affairs

My Boyfriend Having Affairs
Episode 30



Kangjun POV


Bulan depan aku akan meninggalkan Korea dan pergi ke Swiss, karena ayah memberitahuku jika ibuku sedang sakit. Sebenarnya, jika bukan karena ibuku aku tak akan kesana setelah semuanya yang sudah terjadi selama ini.


" Ibumu hanya ingin melihatmu. Apa kau serius tak akan menemuinya?" ucap ayahku saat di telepon.


" Apakah sakitnya parah?" tanyaku.


" Aku tak bisa berkata parah atau tidak. Tapi dia benar-benar ingin bertemu dengan anaknya."


Ketika mereka menjadi penggila kerja, dan meninggalkan anaknya sendirian. Sekarang mereka memintaku untuk datang menemuinya. Mereka tak pernah tau waktu-waktu sulit yang aku lalui karena hidup sendirian tanpa orangtua.


Yang mereka tau hanyalah memberikanku uang banyak. Namun tak pernah sekalipun menanyakan kabar tentangku sama sekali.


Setidaknya menelponku seminggu sekali sudah cukup. Tapi mereka tak pernah melakukannya. Saat aku mencoba menghubungi mereka telepon mereka selalu sibuk. Jika alasan mereka bekerja karena ingin membahagiakan anaknya, tetapi kenapa aku malah merasa jika mereka seperti menelantarkan anak mereka sendiri?


" Akan ku pikirkan lagi. Lagipula masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan disini." jawabku, ayahku terdengar menghela nafas. Dia kecewa dengan jawabanku.


Saat ini mereka merasakan kecewa yang pernah aku alami. Saat aku bertanya kapan mereka bisa pulang ke Korea, apakah mereka bisa mengucapkan selamat ulang tahun padaku di hari ulang tahunku??? Yah, mereka tau rasanya sekarang.


💜💜


Sarang Pov


Hye Sun mengirimiku sebuah pesan. Dia memintaku untuk menemuinya sepulang kerja hari ini. Jika ku pikirkan lagi, aku tak memiliki sebuah alasan untuk menemuinya. Karena semua sudah jelas dan berakhir. Dia ingin bicara apalagi? Myung Soo sudah aku lepaskan. Dan dia bisa menikah dengannya, lalu apa lagi yang ia inginkan dariku?


Nadanya yang agak memaksa membuatku tak bisa menolaknya.


" Myung Soo dipanggil pujangnim ke ruangannya." bisik Bora.


" Ada apa?" aku juga berbisik padanya.


" Dia mengajukan diri untuk bekerja di cabang Busan. Kau tau kan? Dia pasti tidak nyaman denganmu dan Seokjin daepyonim."


Aku mengangguk setuju.


" Mungkin akan di tolak oleh pujangnim." ucapnya lagi.


" Wae?"


Bora hanya tersenyum meninggalkan aku dengan rasa penasaran. Aku heran mengapa akhir-akhir ini orang sangat suka sekali membuat orang lain penasaran. Apakah sedang tren?


Myung Soo keluar dengan wajah kusutnya. Apakah dia ditolak? Tunggu dulu, untuk apa aku memikirkannya. Itu sudah bukan menjadi urusanku. Mulai sekarang aku tak boleh peduli dengan urusan Myung Soo.


Karena sekarang aku sudah berkencan dengan Kangjun. Ah, memikirkannya saja sudah membuatku bahagia. Apalagi mengingat ciuman pertama kami berdua kemarin.


💜


Hye Sun sudah berada di restoran Subway. Tempat yang ia minta saat mengirimiku pesan. Sebelum aku masuk, ku tarik nafasku dalam-dalam dan berharap nantinya takkan ada adu mulut atau jambak rambut.



Dia tersenyum canggung untuk menyambutku. Aku duduk dan memandangi perutnya yang sudah agak membesar. Lalu ia menutupinya dengan tasnya. Apakah ia malu??


" Apa yang ingin kau katakan padaku?" tanyaku langsung pada ke intinya.


Aku mengangguk.


" Jadi, tolong putuskan hubungan kalian. Jangan membalas pesan darinya atau mengangkat telpon darinya. Karena aku pikir dia masih belum bisa melupakan Eonni."


Aku memutar mataku, dan tak menyangka jika dia akan mengatakan hal seperti ini kepadaku. Sekarang dia pasti merasakan bagaimana rasanya jika orang yang kita cintai masih memikirkan masa lalunya.


" Jadi, dengarkan aku. Aku... Sudah tak ada hubungan apa-apa lagi dengan Myung Soo. Dan masalah dia menghubungiku atau tidak. Sebaiknya kau mengatakan langsung kepadanya. Karena aku juga tidak pernah menanggapi semua pesan dan telepon darinya."


" Dan... Tenang saja. Aku tak akan melakukan hal yang dulu pernah kalian lakukan padaku di belakangku." ucapku dan membuat Hye Sun merasa kesal.


Dia diam bercampur kesal, dia tak bisa membalas ucapanku karena ia tau jika Hye Sun juga bersalah mengenai masa lalu itu.


" Bukan begitu maksudku... " ucapannya terdengar ragu dan terbata-bata.


" Lalu?? Oh ya.. Aku juga sudah memiliki seorang pria. Jadi mengenai Myung Soo kau tak usah mencemaskannya. Lebih baik kau cemaskan anakmu itu."


Aku berdiri dan meninggalkan Hye Sun. Kangjun sudah berada di depan restoran menungguku.



" Dia siapa?" tanyanya.


" Mantan Myung Soo yang akan dinikahinya minggu ini."


Kangjun nampak mengingat-ingat sesuatu yang sepertinya ia lupakan.


" Kenapa?"


" Sepertinya aku pernah melihatnya. Namanya siapa?"


" Shin Hye Sun." jawabku.


" Shin Hye Sun?!!" dia nampak terkejut mendengar nama Shin Hye Sun.


" Kau mengenalnya? "


" Dia juniorku waktu di SMA."


" Junior atau mantan?? Atau kau pernah menyukainya??" godaku.


" Dia juniorku. Serius?!! Dia dulu malah yang menyukaiku dan mengejar-ngejarku. Dia juga selalu memberikan cokelat di lokerku setiap hari."


" Wah kau dulu populer juga ya." aku membelai lembut rambut Kangjun dan dia hanya terkekeh.


" Bagaimana jika kau ikut denganku untuk menghadiri pernikahan mereka. Lagipula kan kau mengenal pengantin wanitanya kan?"


" Ehmmm.. Bagaimana ya??"


" Ayolah?! Aku tak ingin terlihat menyedihkan jika datang kesana sendirian."


Kangjun tertawa. "Baiklah jika kau memaksanya, aku akan ikut."


Lalu kami berdua masuk ke dalam mobil dan aku masih melihat Hye Sun duduk di restoran itu sambil tertunduk lesu. Apakah ucapanku tadi terlalu kasar padanya???