My Boyfriend Having Affairs

My Boyfriend Having Affairs
Episode 32



Sarang Pov


Hari ini aku akan menghadiri acara pernikahan Myung Soo dan Hye Sun. Kangjun berkali-kali bertanya padaku apakah aku akan baik-baik saja jika aku datang kesana. Dia hanya tidak ingin hatiku kembali terluka. Namun aku memastikan pada Kangjun, jika aku sudah merelakannya untuk bahagia dengan Hye Sun karena aku sudah memiliki Kangjun.


Kangjun turun dari mobilnya dengan kemeja warna cokelat bergaris. Dia nampak tampan sekali dengan style seperti itu.



" Sudah siap?" Kangjun membuka pintu mobilnya untukku.


Dia memperlakukanku bak ratu, aku selalu merasa sangat istimewa tiap kali berada di dekatnya.


" Bagaimana kalau Hye Sun tau jika kau adalah pacarku?" tanyaku pada Kangjun.


Dia melirikku dan tersenyum.


" Memangnya kenapa? Harusnya kau bangga kan, karena memilikiku."


" Bukan seperti itu maksudku. Bagaimana jika ia terkejut. Lalu dia menyukaimu lagi? "


Kangjun terkekeh.


" Pikiranmu kenapa bisa sangat jauh sekali?? Jika dia menyukaiku itu hak dia, tapi aku sudah memilihmu. Dia bisa apa, lagian dia akan menjadi istri orang kan? "


Aku menyetujui ucapan Kangjun. Rasa takutku yang berlebihan membuatku nampak konyol didepan Kangjun.


Setelah empat puluh lima menit berlalu akhirnya kami sampai di sebuah taman kecil tempat mereka mengadakan pernikahan.


Pernikahan mereka tidak dirayakan besar-besaran layaknya dulu waktu Hye Sun menikah dengan Seokjin. Selain karena ini adalah pernikahan keduanya, lagipula Hye Sun dalam keadaan hamil. Jadi tak mungkin bagi mereka untuk merayakannya secara mewah.


Dari kejauhan aku melihat ibu Myung Soo memakai hanbok, pakaian tradisional Korea. Dia nampak menyambut tamu yang datang dengan senyum kecil di wajahnya.


Aku menghentikan langkahku karena ragu. Haruskah aku menampakkan diriku. Ataukah aku menghindar darinya.


"Kenapa?" tanya Kangjun karena melihatku tiba-tiba berhenti.


Ia melihat arah yang membuatku mematung.


" Wanita itu ibu Myung Soo?"


Aku mengangguk.


" Beri salam padanya. Kau kan tak memiliki masalah dengan dia." Kangjun menarik lenganku dengan lembut dan membawaku menuju orangtua Myung Soo.


" Anyeonghaseo eommoni.." aku mengucapkan salam dengan canggung.


Ibu Myung Soo terkejut, ia mendatangiku lalu memelukku. Ia menangis saat melihatku hari ini.


" Apa kabarmu?" tanyanya, ia masih menangis.


"Baik eommoni."


" Baguslah... Kau datang dengan siapa?" ibu Myung Soo melirik ke arah Kangjun.


" Dia... Adalah kekasih.." aku tak bisa melanjutkan kalimatku namun ia mengerti apa maksudku.


" Tak apa-apa. Mulai sekarang kau juga harus bahagia ya. Sampai saat ini, aku masih menganggapmu sebagai calon menantuku." ia kembali menangis dan airmatanya semakin deras hingga ayah Myung Soo mendatangi kami.


" Jangan menangis. Relakan Sarang. Dia layak mendapatkan yang lebih baik."


Setelah itu aku berpamitan untuk masuk, sekilas aku mendengar dia mengatakan maafkan aku. Membuat perasaanku semakin sedih. Meskipun aku sudah tak memiliki hubungan apa-apa lagi dengan Myung Soo. Tapi aku masih ingin berhubungan dengan baik pada orangtua Myung Soo. Terutama ibu Myung Soo yang sudah menganggapku seperti anaknya sendiri.


" Karena aku adalah calon menantu yang baik." ucapku.


"Benarkah?? Kalau begitu aku akan mengenalkanmu pada orangtuaku nanti. Saat mereka kembali ke Korea. Kalau tidak aku yang akan membawamu kesana."


Aku mengangguk pelan dan mengiyakan kalimat Kangjun. Ia sangat bersemangat dengan ucapannya.


Seokjin tak terlihat sekarang. Karena mustahil baginya untuk diundang dalam acara ini. Hanya saja, beberapa waktu yang lalu. Ketika aku, Bora dan Junhee makan siang dengannya. Dia bergumam tentang pernikahan Myung Soo dan Hye Sun.


" Pernikahan mereka tak akan bertahan lama." ucapnya sambil menyeruput sup dalam sendoknya.


Kalimat itu jelas terdengar oleh kami, hingga kami bertiga terkejut mendengarnya. Apa maksud dari ucapannya tersebut???


Pengantin wanita masuk diiringi oleh musik lembut. Dia digandeng oleh ayahnya. Wajah ibu Hye Sun? jangan tanyakan lagi, ia nampak merengut di sepanjang acara. Sedang ibu Myung Soo tak henti-hentinya menyeka airmata yang menetes. Ia masih menangis.


Hye Sun tersenyum dengan gaun pengantin yang menurutku terlalu sederhana dibanding sebelumnya. Namun dari ekspresinya terlihat jelas jika dia sangat bahagia.


Myung Soo membalikkan badan dan tak sengaja pandangan kami bertemu. Wajah dia? Kenapa nampak sangat bersedih. Mengapa dia memasang raut wajah seperti itu? Bukankah ini yang ia inginkan selama ini?


Kangjun melihatku dan Myung Soo tak sengaja bertemu pandang. Ku pikir ia cemburu, ia melengos dan berpura-pura tidak tau.


Ku akui, Myung Soo sangat tampan hari ini. Namun entah mengapa aku merasa jika ia tidak bahagia. Ah tidak, semoga pikiranku salah. Aku sudah melupakan semuanya.



Lalu mereka berdiri, bersanding berdua untuk mengucapkan janji suci. Dan saat tiba pelemparan buket bunga aku Bora dan Ji Eun disuruh maju oleh Kangjun. Dia mengatakan jika salah satu diantara kami harus segera menikah.


Dan karena dipaksa oleh Ji Eun. Akhirnya aku mau mengikuti mitos tersebut. Hye Sun membelakangi kami dan bersiap melemparlam buket bunganya.


"Hana Dul Set!!!" dia mulai menghitung. Dan aku tak berharap mendapatkan bunga tersebut.


Namun takdir berkata lain, buket bunga itu tidak sengaja terjatuh pada kedua tanganku.


Bora dan Ji Eun bersorak gembira. Kangjun terlihat malu karena ulah Bora dan Ji Eun yang meledek kami berdua.


Aku melihat Hye Sun tersenyum canggung ke arahku. Begitupun Myung Soo. Aku berjalan ke arah Kangjun dan memberikan bunga itu padanya.


" Apakah ini artinya aku harus segera melamarmu?" candanya hingga membuatku tersipu.


Hye Sun melirik ke arah Kangjun. Tatapan itu seperti tatapan pada orang yang lama tak ia lihat. Ia nampak terkejut.


Kangjun yang menyadari jika ia sedang diperhatikan melihat ke arah Hye Sun lalu mengangguk memberi salam.


Hye Sun menggumamkan sesuatu namun aku tak tau. Karena Bora dan Ji Eun sudah heboh memberikanku selamat.


" Wah tahun depan sepertinya ada yang akan menikah." goda Bora.


" Benar-benar." imbuh Ji Eun ia menggelayuti pundakku dengan manja seperti dulu lagi.


Saat sesi foto bersama pengantin, kami berempat diminta untuk berkumpul bersama dengan rekan staff yang lain. Termasuk Junhee. Meskipun ia belum mengenal Myung Soo lama namun ia juga diundang.


Kangjun tepat berdiri disampingku. Awalnya ia ragu namun aku memaksanya agar mau melakukan sesi foto tersebut.


" Kau... Lee Kangjun kan??!" aku melirik Hye Sun.


Dia mengucapkan pertanyaan itu tepat di telinga Kangjun. Ada apa lagi dengannya kali ini????


Jangan lupa klik like dan favorit ya🤗