
Hye Sun Pov
Aku pergi menuju apartemen Myung Soo karena hari ini ada jadwal pemeriksaan kandungan. Dia sudah ku hubungi sejak pagi tadi, namun tak ada jawaban hingga akhirnya aku terpaksa harus ke tempatnya.
Saat sampai di apartemennya dia terlihat masih tertidur lelap. Ruangannya sangat berantakan entah apa yang telah ia lakukan tadi malam.
Aku mencoba membereskan baju yang tergeletak dimama-mana dan kaleng-kaleng bir yang sudah kosong berserakan di meja.
Lalu mataku tertuju pada sebuah potongan-potongan kertas yang sengaja ia robek. Aku mencoba menggabungkannya dan ternyata itu adalah foto Myung Soo dan Sarang.
Karena penasaran aku mengecek ponsel Myung Soo. Mungkin ada hal lain yang sudah terjadi namun aku tidak mengetahuinya.
Ponselnya terkunci namun bisa aku buka karena hanya menggunakan sidik jarinya. Ia tak sadar jika jempolnya ku pakai untuk membuka ponselnya. Aku merasa jika ada rahasia yang ia sembunyikan. Karena sebelumnya ia tak pernah mengunci ponselnya seperti ini.
Aku mencoba melihat panggilan keluar dan nama Sarang ada disana. Begitupun pada pesan Myung Soo, ia mengirimkan banyak pesan berisikan permintaan maaf walaupun sama sekali tak di balas oleh Sarang.
Lalu jariku bergerak membuka galeri. Semua fotonya dan Sarang masih ia simpan! Karena muak akhirnya aku menghapus semuanya. Aku juga menghapus foto-fotonya di akun instagram, karena entah mengapa aku sangat cemburu dengan hal sepele seperti ini.
Padahal dulu Myung Soo sangat mencintaiku hingga menyimpan foto kami berdua walaupun aku sudah menikah. Tapi sekarang, dia masih menyimpan foto Sarang. Apakah ia masih memiliki perasaan pada Sarang???
Aku kembalikan ponselnya pada posisi semula sebelum dia bangun dan menyadarinya. Lalu tak lama kemudian ia terbangun saat aku membuatkan secangkir teh untuknya.
" Kau sudah bangun?!" tanyaku dan membawakannya secangkir teh.
" Hemmm?! Kapan kau datang?" tanyanya sambil mengusap matanya.
" Sudah dari tadi. Aku sengaja tidak membangunkanmu dan membereskan ruanganmu karena berantakan."
Myung Soo melirik ke arah meja yang terdapat foto Sarang sudah terlihat bersih.
" Maaf. Aku membuangnya ke tempat sampah."
Myung Soo hanya diam.
" Tak masalah kan?" tanyaku lagi untuk memastikan.
Dia mengangguk kecil lalu beranjak dari
tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi.
❤️❤️
Sarang Pov
Aku menoleh dan jam masih menunjukkan pukul enam pagi, namun sudah ada orang yang mengetuk pintu kamarku.
" Ini aku, Kangjun.." ucapnya.
Lalu aku buru-buru beranjak menuju pintu untuk membukakan pintu untuknya. Entah perasaan apa ini, aku belum pernah merasakan sebelumnya pada Kangjun. Perasaan selalu ingin bertemu dan melihatnya. Perasaan rindukah???
Aku menarik nafasku dalam-dalam. Mengatur nafasku yang tidak karuan setelah mendengar suaranya.
" Kau pagi... Se..." Kangjun memelukku sebelum aku menyelesaikan ucapanku.
Aku mengangguk canggung. Wajahku memanas saat melihat wajahnya mulai mendekat.
" Ayo, masuk dulu." aku mengakhiri kecanggungan itu dan mengajaknya masuk ke dalam.
Ia juga nampak gugup saat ku minta duduk di sebuah sofa.
" Kopi atau teh?" tanyaku.
" Teh saja, aku belum tidur semalaman soalnya."
Aku mengangguk.
Saat aku kembali Kangjun sudah tertidur di sofa. Dia sepertinya nampak kelelahan terbukti dengan begitu mudahnya ia tertidur di sembarang tempat. Karena kasihan aku membetulkan posisi tidurnya lalu memberikannya sebuah selimut.
Wajahku memanas lagi saat teringat kejadian beberapa waktu yang lalu. Di tempat dan situasi yang sama. Kangjun tiba-tiba terbangun dan mendekatkan wajahnya padaku seperti ingin menciumku. Namun dulu aku masih berstatus tunangan Myung Soo tapi sekarang aku sudah bebas.
Kali ini aku mengamati wajahnya yang terlelap. Tanganku ingin membelai wajahnya,namun secepat kilat aku membuang pikiranku dan pergi keluar. Ku tinggalkan ia agar tidur dengan nyenyak hari ini.
Ku lihat mobil van yang biasa Jaebum bawa berada tak jauh terparkir di kost-anku. Aku menghampirinya dan ada Jaebum di dalam sedang memainkan ponselnya.
Aku mengetuk pelan lalu ia membuka kaca mobil itu pelan dan menyapaku.
" Anyeonghaseo Sarang ssi!"
Aku mengangguk dan membalas sapaannya.
" Kangjun sedang tidur di dalam." ucapku.
" Dia ini, bukannya pulang ke rumah malah tidur di tempatmu. Apa perlu aku bangunkan?"
" Tak usah. Aku memberitaumu karena takutnya kau menunggunya."
" Oh begitu.. Kalau begitu aku juga akan tidur disini sebentar." ucapnya.
" Kau mau kemana?" tanyanya kemudian.
" Aku akan ke minimarket membeli ramyeon. Kau juga mau?"
Dia nampak berpikir sebentar sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi bersama ke minimarket.
Jaebum yang awalnya ku pikir orang yang sangat keras dan kaku ternyata aku salah. Dia orang yang menyenangkan untuk diajak berbicara dan baik hati. Aku sudah berkali-kali bertemu dengannya dan sudah sering juga ia menolongku.
" Apa Kangjun sudah memberitahumu?" tanya Jaebum tiba-tiba saat membuka cup ramen di meja.
" Memberitau apa? Dia tidak mengatakan apapun padaku pagi ini."
" Oh, kalau begitu biarkan dia yang akan memberitahumu sendiri."
Aku mendadak penasaran dengan ucapan Jaebum. Raut wajahnya mendadak berubah menjadi sangat serius. Apa ada yang terjadi lagi kali ini?