My Boyfriend Having Affairs

My Boyfriend Having Affairs
18. Luka Lama



Ji Eun POV


Jaebum tiba-tiba mengajakku bertemu setelah pulang kerja di sebuah restoran dekat kantornya. Ia mengatakan jika akan ada hal penting yang mau ia sampaikan padaku . Aku tak bisa menolaknya apalagi Jaebum sudah banyak membantuku selama ini.


Ia mengatakan jika akan terlambat sebentar karena ada rapat dadakan. Aku membuka ponselku lalu melihat sebuah berita yang benar-benar membuatku terkejut. Kangjun berkencan dengan Soo Ah?! Serius aku baru tau sore ini, karena memang akhir-akhir ini aku kurang update mengenai berita selebriti, dan juga pekerjaan baruku benar-benar membuatku menguras waktu.


“ Sudah lama menunggu ya?!” seorang pria duduk di depanku, Jaebum.


“ Ya, begitulah.”


Ia tersenyum lalu memesan beberapa makanan.


“ Maafkan aku karena mendadak ada rapat dan aku harus datang.”


“ Tak apa-apa santai saja.”


“ Kalau begitu bagaimana kalau kita makan dulu. Aku belum makan hari ini.” rengeknya.


Aku menyetujuinya karena kasihan melihat Jaebum yang terlihat kelaparan. Aku tau pekerjaan itu terkadang membuat kita melupakan jam makan.


“ Bagaimana dengan pekerjaan barumu? Kau betah kan?” tanya Jaebum.


“ Tentu saja, walaupun berat tapi aku menikmati pekerjaanku yang sekarang.”


“ Kau belum mengetahui kabar Sarang kan?”


Aku diam.


“ Beberapa waktu yang lalu aku menemuinya di Busan dengan Kangjun.”


Mendengar kata Kangjun hatiku merasa seperti perih kembali.


“ Oh, maaf.”


Aku mentautkan alisku,penasaran dengan permintaan maaf dari Jaebum.


“ Sebenarnya aku sudah tau mengenai kau dan Kangjun. Makanya aku ingin memberitahumu sekarang.”


“ Sebentar, sebelum tentang Kangjun. Ada apa dengan Sarang, mengapa kalian menemuinya di Busan?”


Aku benar-benar tidak tau kabar Sarang akhir-akhir ini, karena aku mulai menjaga jarak dengan Sarang. Dan lagi, aku selalu merasa tidak enak kepadanya setelah apa yang aku perbuat pada Kangjun. Aku sangat malu menghadapinya.


Hingga akhirnya aku jarang menanyakan kabar satu sama lain. Dulu pernah sekali ia menelponku namun aku tak mengangkatnya. Bukan karena aku tak mau, tapi karena aku tak tau. Dan sejak saat itu ia menjadi jarang menghubungiku duluan.


“ Dia putus dengan kekasihnya yang di Busan.” Jaebum mengatakan dengan enteng.


“ Kk-kau serius seonbaenim???!!”


Jaebum menatapku lalu mengangguk.


Ia tak tau alasannya karena dia tidak mau mencampuri urusan Sarang. Aku penasaran sekali mengapa Sarang tiba-tiba memutuskan mengakhiri hubungan mereka? Padahal mereka sudah bertunangan dan akan menikah tahun depan. Aku masih tak percaya.


Sarang pasti sangat kesulitan sekarang ini. Tapi apa yang bisa aku lakukan padanya sekarang?


“ Lalu bagaimana dengan Kangjun?” tanyaku, Jaebum tiba-tiba menghentikan kegiatan makannya dan menatapku kasihan.


“ Aku baru tau berita mengenai dia berkencan dengan Soo Ah. Apa itu juga benar?”


Jaebum mengelap mulutnya dengan sebuah tisu lalu berdehem untuk memulai percakapan.


“ Dia diancam Soo Ah?!” ucapnya pelan, ia melihat-lihat sekitar memastikan bawha takkan ada orang yang mendengarnya.


“ Diancam?! Apa maksud dari diancam??!!”


“ Soo Ah memiliki foto saat kau mencoba menciumnya, dan dia mengancam akan menyebarkan foto tersebut jika dia tidak mau berkencan dengannya?!”


DEG!!!


Jantungku seperti meledak, ingatan yang ingin aku lupakan kini terpaksa berputar kembali di otakku. Bagaimana murahnya aku dulu saat menginginkan Kangjun. Aku tak jauh berbeda dengan Soo Ah, menggunakan cara licik untuk mendapatkanya.


“ Lalu…?”aku bertanya pada Jaebum.


“ Mau bagaimana lagi, akhirnya Kangjun menyetujuinya. Karena bukan hanya dia saja yang akan hancur tapi kau dan Sarang juga terkena akibatnya. Kau tau sendirikan kalau dia licik.”


Aku menjadi merasa bersalah pada Kangjun. Karena perbuatan konyolku itu ia harus menanggung beban itu sendiri.


“ Aku akan pergi sekarang, karena sebentar lagi ada jadwal syuting Kangjun. Aku akan membayar tagihannya.”


Aku tak mendengar ucapan dari Jaebum hingga ia menghilang. Aku masih terpaku membayangkan betapa berbahayanya Soo Ah.


Tubuhku melemas, jika Kangjun waktu itu lebih memilih dirinya sendiri mungkin hidupku akan hancur karena mencoba menggoda aktrisnya sendiri.


♦️


Myung Soo POV


“ Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Hye Sun ia bersandar di pundakku yang mengkhawatirkan nasib kami.


“ Mau bagaimana lagi. Sarang sudah memutuskan hubungan, ibuku juga marah besar denganku. Ya sudah kita hidup seperti ini saja. Jika aku kembali bekerja di Seoul kau akan tinggal di apartemenku. Kita jalani saja dulu, aku tak mau berpikir terlalu jauh. Aku sudah pusing.” Aku mengambil bantal dan tidur di ranjangku memunggungi Hye Sun yang tak puas dengan jawabanku.


" Lagian ini yang kau mau kan?? Aku putus dari Sarang dan kembali padaku."


“ Tapi kita akan menikah bukan?” tanyanya lagi.


Aku berbalik menatap wajahnya.


“ Nanti. Jika semua masalah sudah selesai. Tapi aku tak bisa berjanji kapan.”


Ia langsung merengut mendengar jawabanku.


♦️


Kangjun POV


Aku masih membaca naskah ini dengan teliti dan menghitungnya berkali-kali. Ada banyak adegan ciuman di episode ini.


“ Bukankah ini aneh? Mengapa banyak sekali adegan ciuman?” aku bertanya pada Jaebum lagi.


“ Hhhhh… mau bagaimana lagi. Aku bukan penulisnya jadi tak bisa merubah naskah tiba-tiba.” Jaebum menghela nafas kesal karena aku sudah menanyakan hal yang sama seharian ini.


“ Sudah ku duga bicara padamu tak akan merubah keadaan.”


“ Kangjun-ssi!!! Tolong bersiap-siap di lokasi!!!” teriak asisten sutradara memintaku untuk pindah ke lokasi berikutnya. Di sebuah kamar.


Ini drama atau film semi??? Aku tak habis pikir mengapa semakin kesini semakin tidak jelas alur ceritanya.


“ Baiklah?!! Kau akan tidur di ranjang. Saat Soo Ah menghampirimu dan menciummu kau tidak sadar karena pingsan.”


“ Adegan macam apa ini? Apa aku sedang di perkosa?" gumamku.


“ Kenapa Kangjun ssi?!”


“ Tidak apa-apa?!!” teriakku.


Aku melihat Soo Ah tersenyum ke arahku dan merasa sangat puas karena dia berhasil mengotak-atik naskah sesuai keinginannya. Dibayar berapa si writernim hingga mau di perintah oleh Soo Ah. Ini Gila!


Soo Ah mulai menghampiriku. Tapi aku sepertinya tak bisa melakukan ini. Bukan karena aku amatir, tapi lebih seperti aku yang jijik dengan perbuatan Soo Ah. Semua orang disini tak ada yang tau sifat aslinya kecuali aku dan Jaebum.


“ Ah? Maafkan saya?!” aku terbangun dan meminta maaf pada semua staff disana.


“ Kenapa? Ada apa?” tanya sutradara.


“ Maaf saya kurang fokus.”


“ Baik, tak apa-apa kita ulangi sekali lagi ya?!”


“ Maaf aku gugup.” Ucap Soo Ah tiba-tiba padahal dia sudah mencium bibirku.


Mengapa ia baru mengatakan gugup saat sudah melakukannya?


Dan selama syuting ia melakukan kesalahan berkali-kali pada adegan ciuman. Hingga aku mendengar ucapan dari seorang staff.


“ Bukankah Soo Ah terlihat sengaja melakukan kesalahan?? Mereka kan sepasang kekasih, kenapa bisa melakukan kesalahan berkali-kali seperti itu?”


“ Benar sekali, aku juga tak percaya.” Imbuh staff lainnya.


“ Puas?!” kataku saat Soo Ah menghampiriku membawa sebotol minuman.


“ Aku tak peduli selama aku bisa menyentuhmu.” Ucapnya enteng, ia memamerkan senyum palsunya pada seluruh staff.


Bang Jaebum



Oh Junhee



Im Bora