
Jonathan menghantarkan Eka pulang dengan menggunakan mobil BMW m3 GTR nya
"T--Terimakasih Telah Menghantarkan saya. Maaf apabila Rumah saya terlihat sedikit kumuh untuk dipandang
anggap aja ini rumah nya Eka. dan disampingnya penuh sampah. karena rumah eka dekat dengan tempat sampah]
" Tidak Perlu Khawatir. oh ya Maaf saya bertanya. Saat kamu kuliah kamu mengambil jurusan apa? " tanya aku dengan seramah mungkin agar tidak menakuti Eka yg masi shock
" Aku hanya bisa sampai pada S1. dan ini nilai rata² saya saat saya mengambil Jurusan Per ekonomian & Bisnis " jawab Eka dengan Nada sedikit sedih
" Nilai² mu disini dikatakan cukup terampil dan mengapa kamu tidak diterima banyak perusahaan? " Tanya aku
" Mereka melihat saya seperti gelandangan yg tidak tahu apapun tentang sebuah bisnis " Jawab eka dengan sedikit tersedih
" Sungguh mereka menyia²kan kesempatan tersebut oh ya. Aku punya sebuah lowongan pekerjaan. pekerjaan ini harus melayani seluruh masyarakat Amerika dan apakah kamu mau? " Tanya aku
" Melayani Masyarakat Amerika? maksud anda semacam Rumah sakit? " Tanya Eka penasaran
" Tidak. tapi Besok ada seseorang yg akan 2 hari lagi menjemputmu atas nama saya nanti. Apakah kamu berkenanan? " Tanya aku
Eka tidak langsung menjawab dirinya perlu memikirkan hal tersebut. Bagaimana Jonathan adalah pria yg baru ia kenal sekarang
" Dapat kah saya mendapatkan 1 hari untuk perpikir? " Tanya Eka
"Tentu. Kenapa tidak? ini Nomor saya. katakan ketika kamu siap. tapi aku hanya memberi 1 hari dikarenakan saya sangat membutuhkan orang untuk bekerja dengan saya " Kata aku sambil menjelaskan situasi ku
Jika bukan karena sebuah biokraksi kemungkinan Jonathan tidak mau melakukan hal tersebut.
" Baik. Terimakasih atas bantuan anda sekali lagi. " Eka dengan Ramah
" Tidak masalah. Baiklah saya izin untuk pergi. masi ada urusan yg memperlukan kehadiran saya " kata aku dengan membunyi Kan mobil ku
Eka mengangguk dan setelah melihat Jonathan sudah pergi. Eka kembali masuk ke rumah nya dan menuju kamar yg terlihat ada seseorang yg disana berada tempat tidur
" Ibu. Aku membawakan Makanan Untuk mu. aku harap ini bisa mengkenyangkan perut ibu. Maafkan aku bu blum bisa memberikan makanan yg enak " Kata Eka dan mempersiapkan piring untuk ibu nya
" Nak. Apakah Itu Kau Nak? " Tanya ibu yg tangan menggerak ke sana sini
" Ibu tenanglah. aku berada disini. dan aku membawakan makanan untuk mu bu. ayo makan dulu " Kata Eka dengan tenang
Ibu Eka tidak membuka mulut nya sedikitpun dan itu yg membuat Eka khawatir terhadap ibu nya
" Nak. Apakah kamu sudah makan? kalau belum. makan saja yg punya ibu. Ibu bisa menahan lebih sedikit lama " Kata Ibu Eka bertanya
" Eka. ibu tidak pernah mengajarkan berbohong. kamu mendapatkan uang darimana Nak? " Tanya Ibu Eka
Ibu eka mencoba mencari keberadaan Anak nya walaupun kenyataannya eka berada tepat di samping kanan
" Bu Jangan terlalu bergerak. ingat pesan kata Dokter. kesehatan ibu sudah terlalu fit & mata ibu sudah tidak dapat melihat lagi. jadi aku mohon istirahat lah bu. karena aku tidak mau kehilangan ibu " Kata Eka dengan memeluk ibu nya
" Katakan Nak. dimana kamu dapat makanan² itu tersebut " Tanya Ibu Eka sekali Lagi
Eka hanya bisa menghelas nafas nya
" ibu. Eka tadi bertemu seorang Pria yg tidak sengaja menabrak Eka ketika Eka sedang Mencari sebuah pekerjaan Dan Eka di beliikan Makanan oleh nya sebagai bentuk perminta maaf nya kepada eka " kata Eka menjelaskan pertemuan nya dirinya dan jonathan kepada ibu nya
" Nak. Apa kamu sudah mengatakan ' Terimakasih ' ? " Tanya ibu
" Sudah Bu. Baiklah Bu. jangan bicara lagi. Ayo makan dulu bu biar ibu ada tenaga nya " Kata Eka sambil mengambil sendok yg penuh makanan
Makanan itu adalah Sup Ayam dengan Telur sbagai topping nya
Ibu pun membuka Mulut nya setelah sudah mengetahui asal makanan itu
2 menit kemudian
butuh ekstra sabar untuk eka menyuapi ibu nya karena kondisi mata yg tidak memungkinan dapat melihat lagi yg membuat nya Eka tidak tega saat meninggalkan ibu nya tersebut saat hendak mencari pekerjaan. Tapi bagaimanapun Tuntutan Untuk bertahan harus tetap dilakukan
" Ibu. ini teh hangat nya. hati² ini panas " Kata eka sambil membantu minum untuk ibu nya
" Nak. Berapa umur mu? " Tanya Ibu Eka setelah minum teh
" umur ku kini 19 Bu. Kenapa ? " Tanya Eka
"Nak. Ketika ibu tiada. nanti bersama nanti nya kamu? apakah tidak ada keinginan untuk kamu menikah? " Tanya Ibu dengan nada lemah
" Bu jangan berkata itu. Eka tidak suka. Bagaimanapun Eka akan berjuang demi kesembuhan Ibu. Eka tidak ada pikiran untuk menikah " jawab Eka
" Nak. Maafkan ibu ya. karena ibu kamu sedikit terbebani " Kata ibu dengan mengelus rambut Eka
" Tidak Bu. lalu apa kabar nya ibu 9 bulan mengandung diri ku? susah dan payah ibu menjalani agar kondisi ku menjadi yg terbaik seperti ini sekarang? Tidak ada yg lebih ku syukuri kecuali Kehadiran mu Bu " Kata Eka
… TBC …
Bye