MR.POLITIK

MR.POLITIK
Beri Mu Petunjuk Kepada ku



Dea di larikan ke rumah sakit sementara itu jonathan menelpon kepolisian untuk menangkap bibi & anaknya tersebut. kedua orang itu tersebut mengingatkan dirinya pada tetangganya dulu juga yang selalu mencaci maki & Menyindir per ekonomian keluarga Jonathan dahulu


DEA Di larikan dirumah sakit yang bernama Jakarta Health Hospital. sebuah Rumah sakit mewah & Kelas Elit yang di bangun oleh Jonathan x pemerintah Indonesia pada tahun 2015. saat itu Dollar sedang turun maka dari itu Jonathan memanfaatkannya(Sableng emang jonathan. dia yg buat dollar turun padahal)


Jakarta Health Hospital ini sudah membuka 10 cabang diseluruh Ibu Kota Jakarta(hanya jakarta) dengan berlantai 5. Dan dapat menampung pasien setidaknya 100 orang. fasilitas yang lengkap membuat Rumah sakit ini menjadi Mahal


Dea Di periksa oleh Dokter Yg Jonathan datangkan dari daratan eropa. dan Jonathan & Lainnya menunggu di luar


2 jam kemudian


Dokter keluar dari ruangan Dea dan terlihat ada papan yg mencatat kehasilan periksa nya


"Dokter. apa kah dia baik2 saja? " kata aku bertanya


Dokter menunduk saja


" Mr. maksud saya Tuan. Pasien Bernama DEA Ningish syamhsu hanya hidup 2 bulan saja. dikarenakan area kepala nya terbentur oleh Tanah yang keras dan selanjutnya anda sudah paham " kata Dokter itu dalam bahasa indonesia yg sedikit kaku


Jonathan terduduk diam dan tidak pernah menyangka akan hal itu


' Apakah aku bisa menyembuhkan nya? ' gumam ku


[Tuan Bisa tapi saya melarang anda. Ketetapan Maha Dewa untuk Kehidupan Manusia sudah menjadi hal mutlak dan Tuan tidak boleh menganggu ketetapan hal itu. Maha Dewa Sudah Telah memberi toleransi kepada anda untuk menjadi yang kaya diantara manusia lainnya. Apakah Tuan Paham?] Celetuk Lisc yg tiba² berbicara


Jonathan mendengar hal itu pun bersedih akan hal itu


"Tuan. Apakah Anda ingin Menjenguknya? Dokter mengatakan kita diperbolehkan asal tidak membuat sebuah keributan " kata Rasyid


" Benar. Ayo " kata Aku


Jonathan pun berdiri & menemui Dea yang kini sudah mulai siuman


" kamu dirumah sakit karena benturan kepala mu " kata Aku menjelaskan dengan hati²


Dea yang mendengar hal itu sontak paksa bangun badannya itu dan duduk tapi itu semua dihalangi oleh Rasyid


"Tolong Jangan Halangi saya. pak. Biaya Rumah sakit tidak Lah Murah. saya mohon " kata Dea dengan khawatir


Kekhawatiran Jelas terpampang oleh Dea. Jonathan tahu apa yang dikhawatirkan Dea sama halnya di khawatirkan ibu nya dulu saat itu ibunya sakit & Menolak di bawa kerumah sakit dengan alasan Mahal Biayanya dan itu menjadi salah satu alasan Ibu Jonathan Meninggal Dunia. dan Ayahnya dibunuh Oleh Seorang Retiner yang udah diketahui oleh Jonathan melalui kilas balik oleh system.


" kamu Tidak Perlu khawatir. Saya yang akan membiayai rumah sakit mu " kata Aku dengan tenang


Jonathan berusaha menenangkan Dea yang masih khawatir akan biaya rumah sakit. Jonathan menjelaskan lebih lanjut biaya rumah sakit tidak perlu dikhawatirkan & jonathan menyuruh Dea Memfokus dirinya untuk menyembuhan


Dea hanya mengangguk dan kembali tidur dan lainnya kembali ke keluar dari kamar tersebut


" Tuan. Kenapa Anda tidak mengatakannya? " kata Rasyid bertanya


" Ayah saya dulu pernah mengalami hal ini disaat ibu saya sakit & mengetahui gejalanya. Tetapi Ayah saya sendiri lah yang sulit mengatakan kepada saya tentang kondisi ibu saya. hingga beliau meninggal. ayah saya meninggal lebih cepat daripada Ibu saya. jadi inilah alasan kenapa saya sulit mengatakan sejujurnya kepada Dea. karena jika ia tahu maka itu akan menyurutkan semangat nya dalam penyembuhan " kata Aku


Tiba² dokter datang dan sedikit mendengar perbincangan mereka


" Saya setuju dengan Anda Tuan Jonathan. Memang Pasien hanya dapat bertahan 2 minggu. dan menurut ilmu dokteran itu juga salah satu keajaiban Tuhan yang masi memberinya kehidupan Saudara Dea. tapi saya juga menyarankan untuk Tuan Jonathan memberitahu nya segera mungkin agar saudara Dea tidak meninggal dalam kepenasaran dan dapat meninggalkan dunia dengan tenang " kata Dokter itu mengusulkan pendapatnnya


Jonathan paham akan pendapat dokter itu dan dokter itu pun datang hanya untuk menyerahkan obat² apa saja yang dapat menunjang kehidupan Dea selama 2 minggu itu tersebut.


" Apakah mereka Jahat? " kata Dea


tanpa disadari oleh siapapun nyatanya Dea tidak tidur dan mendengar jelas Percakapannya. Lini Air Mata terjun bebas. Dirinya bingung. Dea tidak peduli akan dirinya tapi dirinya perduli akan kehidupan Adiknya jika ia tinggalkan untuk menghadap kepada Tuhan..


'Allah. Berikan Petunjuk mu atas Hamba mu ini. Hamba Belum Siap Bertemu dengan Mu Ya Allah. Dikarenakan Adik Hamba. Siapa yang akan mengurus nya Allah? Hamba belum siap meninggalkan dunia ini sepenuhnya Allah' kata Dea dalam Hatiny dengan sesungguhny ia mengutarakan perasaanny