MR.POLITIK

MR.POLITIK
Filafasat



Jonathan & stefan berjam2 dalam komunikasi tlpnnya sehingga membuat Rasyid terheran². bukankah tuannya seharus nya panik tentang anak nya?


Jonathan: saya kira segitu dahulu. Pak Stefan. Mungkin Kita mengobrol² saat pertemuan. Bagaimana?


Stefan: Tentu pak. itu tidak masalah. oh ya pak. sabtu depan saya lowong dalam berkas negara. bagaimana kita mampir ke warung makan setempat di jakarta. ini saya mengajukan bukan sebagai Presiden. melainkan mengajak pak jonathan agar kita dapat berteman dan dapat sharing opini


Jonathan: tentu². Itu tidak masalah. Atur Lah Pak stefan. justru saya menunggu hal itu. maafkan saya pak kalau blum memulai duluan. takutnya pak stefan sibuk dalam kenegaraan


Stefan: tidak masalah Pak. Baiklah pak saya undur diri dulu. ada Rapat Mentri yang harus diselesaikan. Sekali Lagi Terimakasih. Pak Jonathan


Jonathan: ya Pak. mari pak


keduanya pun Selesai menelpon dan Jonathan menaruh HP nya di kasur


" Rasyid. saya akan tinggal beberapa saat disini. ingin ada beberapa hal yang perlu saya lakuin " kata Aku kepada Rasyid


mendengar perkataan Tuannya sontak membuat terkejut. Bagaimana Tugasnya sebagai Presiden AS sementara beliau hanya elah² saja?


" Mr. Presiden. Mohon Pikirkan kembali. Jika Publik AS mengetahui Anda dalam berliburan ini akan memperengaruhi Reputasi politik Anda sebagai seorang Presiden" kata Rasyid membujuk Jonathan agar tidak salah dalam memilih tindakan


" Rasyid. pertama aku ingin berkata. TERIMAKASIH atas kegigihan mu sebagai temanku. pengawal pribadiku. dan Asisten presiden ku. TAPI aku sekali² ingin merasakan kembali ke indonesia. semenjak 4 tahun ini. aku pergi ke amerika dalam bisnis dan lama² aku memilih tinggal disana. aku hanya btuh 7 hari saja. senin depan aku akan pulang. Bagaimana? " kata aku


Rasyid sedikit terharuh akan perkataan Tuannya. Jonathan pun yg menyadari itu langsung mengambil tisu dari Jas nya


" Mr. Presiden. saya selalu akan mengikuti anda " kata rasyid dengan membungkuk 30 derajat


" Baiklah. Rasyid. pertama. panggil ku. Tuan saja. karena ini liburan pribadi. maka panggil ku itu saja " titah aku


" Baik Tuan " kata Rasyid


Rasyid tidak kaget jika nama² panggilan diubah dikarenakan menyusaikan kondisi yang terjadi


"Tuan. perkara Anak² anda bagaimana? " kata Rasyid bertanya


jonathan tidak menjawab dirinya memesan sebuah susu dingin melalui tlpn hotel tersebut.


"Rasyid. Apakah Kamu percaya Keberadaan Tuhan? " kata Aku bertanya


" Kamu ketahui. tuan mu. adalah seperti orang atheis. mungkin. tapi aku mempercayai. setiap anak² ku memeluk agama mereka masing². dan aku percaya. Tuhan² mereka tidak akan tinggal diam dalam melindungi Umat Mereka " kata Aku


" aku juga telah mengirim pesan melalui hp ku kepada taris untuk menjaga mereka sejarak yg mereka bisa. Dan walaupun aku menjaganya tapi jika Tuhan yang diatas sana mengambil nyawa anak ku. apa yang bisa dilakuin oleh ku? " kata aku bertanya


" Manusia hanya berusaha. sisanya serahkan kepada Tuhan yang anak² ku yakini " kata Aku melanjutkan


" Bukan aku tidak menyayangi Anak ku. Rasyid. temanku. Tapi semakin kamu menjaga & mengkhawatirkannya semakin pula kamu akan kehilangannya secara perlahan dan itu menyakitkan bagi saya " kata aku


Rasyid tidak bisa mengatakan apapun mengenai hal itu. entah wawasan yang luas atau dirinya yg bodoh


" Tuan. saya tidak begitu paham dalam ketuhanan yang anda maksud. selama ini. saya hanya mempercayai keberadaan mereka tanpa mengikuti terlalu dalam. Perkataan Anda membuat saya teringat sesosok yang melahirkan saya. Ibu saya lah yang pertama kali mengatakan tentang tuhan kepada saya. tidak mirip tapi tujuan perkataan Tuan & Ibu saya. memanglah sama " kata Rasyid


"Tapi Ibu Saya telah tiada. Mungkin hari ini saya akan menyesali setiap masa lalu saya " kata Rasyid


Badan Kekar & ilmu pintar seperti rasyid tidak luput dari kedosaan & tangisan sebagai seorang manusia biasa. Rasyid mengingat betapa buruknya dahulu dan betapa buruknya dirinya mendidik anaknya melalui sikap dinginnya


" Rasyid. Kita manusia sama. hanya membedakan kita secara sosial. Kejamnya sosial seperti itu " kata aku.


" Ingat lah. Rasyid. Mulut mu bisa menjadi hal yang membuat mu menyesal dikemudian Hari "


" Baik. Tuan. Terimakasih Atas Nasihat anda selama ini. Mohon perintahkan saya apapun asal saya tetap mengikuti anda kemanapun sebagai bawahan setia anda " kata Rasyid


-Sementara itu di amerika. TARIS


Taris menerima sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenalinnya yang Judul pesan itu 45


" Taris Wiliam Alexander Thza. Ini aku Tuanmu. aku mendengar kabar bahwa anak² ku dalam bahaya. Cepat Lindungi mereka dalam jarak yg tanpa mereka harus ketahui. apakah kamu paham? " isi pesan tersebut


Taris yg membacanya pun sontak terkejut dan Taris mengingat bahwa tidak sembarang orang mengetahui nama panjang aslinya tersebut. selama dalam dunia bisnis. Taris menggunakan Nama panjang palsu agar data pribadi tidak salah gunakan oleh pihak lawan atau bank. Tapi jika ada yang mengetahui nama aslinya. Hanya bisa menjelaskan Bahwa itu Tuannya.


Langsung Taris menelpon komandan Nave dan meneruskan isi perintah dari Tuannya tersebut


… TBC …