
Jonathan & Rasyid kembali ke Hotel mereka dan mempersiapkan diri untuk kembali. tapi suatu hal yang tidak disadari oleh kedua nya Adalah sebuah berita yang mengenai kunjungan dirinya kepada pemakaman Ustad Jefri Al Buchori
judul berita:
Heboh!. seorang Presiden Amerika Mengunjungi makam dari ustadz jefri Al Buchori
Berita itu tershare kemana² hingga sampai ke istana kepresidenan
" Pak Presiden. Mohon Lihat berita ini " kata Seorang Menunjukkan berita
" Arif. Kamu Tahu sendiri. bahwa tugas saya ini masi numpuk. berhenti lah. saya ini sedang pusing perkara banyaknya jabatan yg korupsi dan membuat masyarakat tidak percaya kepemerintahan saya " kata stefan kepada Arif
Arif adalah seorang Ajudan Kepresidenan untuk Stefan.
" Tapi Pak. Mohon Lihat ini. Presiden Amerika yang bulan lalu anda kunjungi tersebut skrg menyamar sebagai Seorang warga biasa yang mengunjungi Makam ustadz jefri Al Buchori itu " Kata Arif menjelaskan
Stefan yang sedang fokus dalam berkas² milik nya itu terhenti ketika nama 'Presiden Amerika' disebut oleh Arif
" berikan kepada saya " Titah stefan
Arif Memberikan ponselnya itu dan melihat jelas sebuah foto & narasi berita menjelaskan kejadian hal itu
" kenapa? Kenapa bisa seorang sekelas presiden tidak terdeteksi oleh BIN? tidak dapat melakukan pekerjaan mereka? " kata Stefan sedikit kesal & terkejut
Stefan sangat menyayangi kinerja BIN sebagai badan intelijen indonesia yang kurang efektif.
" Baiklah. Kita kunjungi Presiden Itu. Kebetulan saya punya nomornya " kata stefan
" Baik Pak. saya akan mempersiapkan mobil nya " Kata Arif.
Stefan mengambil HP Khusus dimana hp ini memmiliki nomor² kepala negara lain. dan stefan mengetik angka 45. dan terbunyi sebuah nada dering di hp nya
HP jonathan berbunyi dan Jonathan melihat Tentang siapa yang menelpon dikeadaan darurat seperti ini. alangkah terkejutnya ketika mengetahui bahwa itu presiden Indonesia. Tapi kenapa? bukannya dirinya tidak diketahui oleh siapapun. tanpa bertanya pada dirinya lebih lanjut. langsung saja Jonathan mengangkat tlpn nya
Jonathan: Halo Saya Jonathan. dengan siapa saya perbicara?
Stefan: Pak Jonathan bisa saja. Ini Saya. Stefan. orang yg mengunjungi Anda pada bulan lalu. saya ingin mengobrol tentang bisnsis antar dua negara & saya ingin bertanya kepada anda juga
Jonathan: oh ya. Ada Apa? pak stefan
Stefan: semenjak Laut China selatan terbagi 4 wilayah. Pihak Indonesia juga mendapatkan hal yang cukup adil. saya menawarkan sebuah investasi yang mungkin Anda tertarik. Pak Jonathan
Jonathan: saya paham maksud anda. Negara Anda belum dapat melakukan hal ini layaknya di PT.Freeport di Papua? Pak Stefan. jika anda ingin jawaban saya. maka punya 2 jawaban.
Stefan: Benar Pak. Kemampuan Negara Saya dalam Dunia pertembangan masih bergantung pada negara lain dalam pengelolaan tambang. dan 2 jawaban itu apa ya pak?
Jonathan: saya paham akan perasaan Anda. Dan saya juga merasa sama dengan anda jika saya menjadi anda. Dan mengenai jawaban saya tentang ini. yg pertama saya sebagai Manusia yang memiliki darah Daging Merah Putih. Kurang setuju jika anda bekerja sama Dengan Amerika. Negara yang saya jabati ini sekarang. sangat amat disayangkan jika kerja sama ini terjadi. maka saya sebagai masyarakat indonesia yang pernah tinggal di indonesia tentu saya akan menolak. Dan kedua. saya sebagai Presiden Amerika. Tentu ini akan saya setujui. Karena Amerika adalah Negara Kapitalis. Per ekonomian Amerika mengacu pada perusahaan swasta. dan minyak. Kami tidak masalah akan hal itu akan tetapi ini menjadi gelombang politik internasional yang akan menjadi konflik terbaru di kawasan di Laut China Selatan. setelah saya sebagai Presiden Amerika telah mengalahkan Higemoni China Di kawasan tersebut bukan hal umum lagi Jika mereka akan dendam kusumat dengan saya. Lalu akan menganggu kestabilan politik di indonesia. itu yang perlu saya ulangi & pikirkan dalam evulasi ini. saya kira anda akan paham
Stefan: Memang Pak. saya juga memikirkan ini. Tapi Amat disayangkan 3 miliar barel Minyak ini tidak dimanfaatkan oleh negara saya. tapi juga jika tetap maksa hanya ada gejolak internasional yang mungkin merugikan kedua negara.
Jonathan: Pak stefan. Anda Tahu. bahwa saya dari dulu ingin berkata ini sejak saya berumur 18 tahun(2013) sebelum menjadi presiden Amerika. saat itu saya ingin berteriak lantang. tapi saat itu juga saya takut istri saya juga akan menjadi akibat apabila saya memprotes pemerintahan sebelum anda. tapi Hari ini saya berdiri dengan kekuataan & kaki saya berdiri dan berteriak di tlpn telinga anda Pak stefan. saya mohon untuk mencari cara agar Anda dapat memajukan Bangsa Indonesia yang lebih Modern. Saya Siap membantu dibalik gelapnya panggung jika anda ingin membuat indonesia maju
sejenak Terdiam Stefan mendengar suara hati milik seorang presiden negara lain tapi begitu cinta dengan negara yang saat ini ia pimpin. stefan sedikit memiliki rasa malu yang mendalam karena gagal nya menjadi seorang Presiden.
Stefan: Saya mengerti perasaan Anda. Pak Jonathan. Mari Pak. Buat Indonesia lebih Maju apa yang bapak & saya inginkan
Jonathan: Mari Kita lakukan. Pak Stefan
… TBC …
Bye