MR.POLITIK

MR.POLITIK
Maafkan Aku



Jonathan hanya bisa membereskan sisa² gelas pecah sementara itu Citra pipi nya penuh dengan linangan air mata. ibu citra hanya bisa diam. bagaimanapun dirinya tidak perlu ikut campur akan urusan satu ini


" Jo. Maafkan Aku. Aku mohon Jangan pergi atau setidaknya jadikan aku istri mu yg kedua. atau simpanan mu. hiks " isak nangis citra.


Jonathan terkejut apa yg diuucapkan oleh Citra. dirinya yg bersama citra selama 5 bulan itu. Serasa 1 abad dalam penyiksaan. hinaan. direndahkan. dan gini sekarang dirinya di mohon²nkan oleh sang mantan istri itu


" Ibu. Aku mohon Bu. bujuk mas jo untuk jadikan aku istri kedua nya. Ak---uuhhuukk-aku mohon " ucap citra dengan isak tangis.


ibu citra menghampiri dan memeluk lalu menghapus air mata yg berlinang dipipi itu.


" Nak. ibu sejujurnya ingin kalian bersama tapi kini Jonathan. Mantan suami mu sudah Menikah dengan perempuan lain. Mantan suami mu berhak bahagia untuk hidupnya. Nak. ikhlaskan " ucap Ibu Citra menasehati


Isak citra lebih menangis di pelukan sang ibu


" Bu---Bu. A--Aku m‐-mencoba menghiklaskan tapi hati ku belum tenang kalau dirinya pergi " ucap


Citra menangis dipelukan ibunya itua


Jonathannyg sedari tadi hanya bisa diam. Bagaimanapun Dirinya tidak mau menghianati cinta dari limea. Dari titik 0 hingga sekarang Limea selalu bersanding dengan dirinya. Satu² nya perempuan yg mau nerima baik dirinya.


" Maafkan Aku. Citra. Aku tidak dapat menjadikan mu istri 2 ku. atau simpanan ku. tapi ketahuilah. ada perempuan yg ku jaga perasaanya dan aku jaga keberadaanya " kata ku


Citra mencoba untuk tidak menangis dan jonathan melihat mata nya yg memerah Karena air mata nya itu


"Jonathan. Apa kamu masi bisa mengunjungi ku ? sejujurnya aku belum bisa mengikhlaskan mu. Aku mohon " pinta citra


"Ya. Aku usahakan akan mengunjungi mu. tapi tidak setiap hari. kamu ingat bahwa aku perlu berjualan ketoprak " ucap Aku menunjukkan gerobak ketoprak ku


Citra langsung tersenyum mendengar hal itu


" Terimakasih Jonathan. Maafkan sekali lagi atas tingkah laku aku dan ibu ku dimasa lalu " ucap citra sambil tersenyum


Jonathan yg melihat itu hanya bisa mengacak² rambut Citra


" Aku maafkan kalian kok. Aku berharap kalian bisa menjadi yg lebih baik dan jadi yg terbaik " senyum ku


'Lisc. Bisa kamu kasi aku 4 Juta tunai? jika iya kirim saja ke kantong ku' pinta ku


[Baiklah. Pengiriman 1 juta berhasil ditarik dari Akun Bank mu dan terkirim di kantong belakang Tuan] Ucap Lisc


" ini di amplop ini ada sedikit rejeki. dan saya harap ini bisa membantu Ibu & Citra bisa membuka usaha kecil²an " ucap Aku sambil memberikan amplop cokelat


" Tidak Perlu Nak. itu buat kamu juga. kondisi kita sama nak. apalgi kamu punya istri yg harus dinafkahi. jangan sampai kami menjadi mengganggu kehidupan bahterai rumah tangga kalian " Ibu citra menolak


" Tidak apa² bu. Ini uang 4 juta sebelum saya menikah dengan istri yg baru ini. 4 juta ini sebelum saya masi jadi bagian keluarga ini. jadi saya mohon diterima " ucap Aku tersen


" baiklah Nak. Semoga Tuhan Membalas Rezeki mu " ucap Ibu Citra mendoakan Jonathan


" Baiklah Bu. Saya harus melanjutkan berjualan Ketoprak. Saya izin pamit " ucap Aku pamit untuk berjualan


" Makasih ya Jo. kamu udah masi mau bantu keluargaku walaupun kami sudah pernah melukai di masa lalu " ucap Citra menunduk


" Tidak perlu mengingat nya. itu sudah berlalu. aku harap kamu bisa segera pulih dan kamu jaga ibu mu selagi nyawa mu ada ditubuh mu. karena seprestasi apapun kamu. jika tidak ada ibu disamping mu. itu akan kurang dalam kehidupan mu " ucap Aku tersenyum


Citra mendengar itu hanya bisa tersenyum dan terharu atas perkataan tersebut.


" Jo. kamu punya nomor hp lagi? " ucap citra bertanya


" Hmm. ada. Kenapa ? " aku bertanya baliķ


" Ti--Tidak ada. Hanya saja. kita bisa mengobrol bila aku memiliki nomor tlpn mu " ucap Citra yg salting


" Hahhaha. Kamu tidak perlu khawatir aku akan tetap usahakan berkunjung ke rumah mu " ucap Aku terkekeh


" Tapi aku mohon. dapatkah aku memiliki nomor mu? aku akan menambahkan mu di WACAP. " ucap Citra memaksa


" Baiklah Baiklah. Mana hp mu. biar aku yg kebetulan aku tidak membawa hp " ucap Aku


citra memerah merona setelah mendengar ucapan Jonathan dan diam beberapa saat


" Citra? citra? CITRA? " aku memanggil Citra yg sedari tadi diam


" Ah apa? ya kenapa ? " ucap citra yg tersadarkan


" mana hp mu. biar aku ketik nomor ku di hp mu " ucap aku mengulangi niat ku


" T---tidak perlu. Sebentar. aku carikan kertas " ucap citra yg malu dan berlari kedalam guna mencari secarik kertas dan bolpoin


Jonathan yg melihat hanya bisa menggeleng² kepala nya


"Ini Jo. kamu tulis saja disini " ucap Citra kembali dengan kertas dan bolpoin


Jonathan hanya menuruti dan memberikan nomor pribadi nya di kertas itu


" Sudah " ucap aku memberikan secarik kertas


citra hanya mengangguk dan tersenyum.


Jonathan pergi dari rumah nya citra.


Citra melihat kepergian jonathan dengan tersenyum dan membuka layar hp nya itu yg ternyata ada foto dirinya dan jonathan saat menikah.


' Jo. Maafkan aku yg dulu bodoh dalam melihat dirimu. Aku harap ada keajaiban Tuhan yg dapat mempersatukan kita atau aku rela yg menjadi istri 2 mu ' gumam Citra menitikkan air mata.


…………… TBC …………


Bye