MR.POLITIK

MR.POLITIK
Terbang



" Belva & Rudra " kata aku memanggil mereka berdua


" perintah anda kami tunggu. Tuan " kata keduanya dengan menunduk


" Belva & Rudra. Aku mau kamu Membawa Cold kepada ku dan aku harap kalian dapat memenuhi ekpestasi ku dalam mengambil orang itu tanpa diketahui oleh FBI Atau CIA " Titah aku


keduanya saling menatap dengan serius dan perpikir bahwa ini pertama kali Tuannya mengatakan hal yang lebih serius daripada sebelumnya


"Kami akan melaksanakan perintah Anda. Tuan ! " kata mereka


Jonathan pun mengangguk dan keduanya pun pergi tanpa bersuara kembali


" Mr.President. Apakah Kedua nya bisa melakukan perintah yang anda berikan? " kata Rasyid bertanya


" Mau bertaruh? Tentu keduanya memiliki kemampuan. sebaiknya kamu tidak meragukan bawahan ku yang lainnya " kata aku menegur Rasyid


Rasyid yang ditegur itu pun hanya bisa membungkuk patuh


Jonathan yg melihat qmitu hanya bisa menghelas Nafas


" baiklah. Jadi Jadwal aku apaan? " Kata Aku menanyakan kepada Rasyid


Rasyid pun segera mengambil Jadwal yang dimiliki oleh Tuan nya itu


"Mr.President. Anda Memiliki Jadwal selama 2 hari dalam pertemuan bilateral G20 Di Hamburg. Jerman" kata Rasyid menjelaskan


"G20 ya? sepertinya akan ada banyak obrolan basa basi lagi " kata aku dengan Nada Malas


" Mohon Jangan Malas. Mr.President. Bisa jadi ini Adalah Hal Peluang Baru untuk Anda mendapatkan kerja sama kepada negara² eropa yg belum bekerja sama dengan Amerika dan saya mendengar bahwa JL Group mendapatkan Tamu Undangan Sebagai Tamu Terhormat " kata Rasyid menjelaskan


Sebenarnya Ada hal ingin Jonathan Lakukan Apabila memiliki Waktu ke Indonesia dan pergi ke tempat rumah orang itu


"Rasyid. Ayo kita terbang ke indonesia " Titah aku


" T--Tapi Mr.President. Kunjungan Jadwal anda adalah Hamburg. Jerman. " kata Rasyid Dengan terbata²


" Aku Tahu. Makanya itu aku melakukannya. ikuti aku saja " kata Aku


Rasyid mau tak mau mengikutinnya karena dirinya pun tidak bisa membantah Tuan nya itu


Jonathan pun memerintahkan kepada Secret Service mengenai keinginannya untuk pergi ke indonesia tanpa menggunakan Air Force yang terbilang Mahal untuk penerbangan Pribadi nya. mau tak mau pun hal yg sama seperti Rasyid sebelumnya. secret Service pun melaksanakan perintah Presiden nya dan Menulusuri Setiap Bandara yang telah Jonathan Tentuin yaitu Bandara Ronald Reagan yang nama bandara itu diambil namanya dari Mantan Presiden Amerika ke-40 pada saat itu.


1 jam kemudian


Secret Service kembali mengabarkan kepada Rasyid sebagai Ajudan/Asisten kepresidenan dikabarkan bahwa Bandara yang Jonathan akan kunjungi sebagai akomodasi pergi ke Indonesia telah di netralisir & Tidak ada macam bahaya


Setelah menerima kabar itu lalu Rasyid meneruskan hal tersebut kepada Jonathan


di kawal sekitar 50 orang di setiap sisi dirinya berjalan.


Jonathan menaiki Mobil Hitam merchedez Benz nya itu


" Baiklah. Jalankan " Titah Aku kepada sang Supir


selama perjalanan Jonathan penuh di kawal dengan para tim secret service nya walaupun ini perjalanan pribadi tetap lah keselamatan nya di jaga. Setiap perpegian nya seorang Presiden seperti Jonathan sekitar $2 Miliar dalam sekali Jalan apapun rangkaian baik pribadi atau pun dinas kepresidenan


20 Menit Kemudian


Jonathan telah sampai sampai di Bandara Nasional Ronald Reagan.


Para penumpang lainnya Tampak tidak terkejut ketika seorang Presiden datang ke Bandara Nasional Tersebut


" hmm sepertinya penumpang lain tidak terkejut " kata aku


"Mr.President. ini Amerika. bukan Indonesia. sebuah kultur yang sangat berbeda. Mohon ingat itu " kata Rasyid


Jonathan tahu akan hal itu tapi sangat terkejut jika kultur seperti ini sedikit membanggongkan


" baiklah. Ayo Jalan " Titah aku


Rasyid mengangguk. melalui talk tolkie nya. Rasyid memerintahkan untuk menjaga ketat perjalanan menuju Pesawat yang telah Jonathan Booking


Rasyid keluar pertama lalu membukkan pintu untuk Jonathan Keluar Dari Mobil nya


" Udara sedikit tercemar. Rasyid. Cari Cara bagaimana caranya udara ini tetap bersih tanpa menutup sebuah bandara seperti ini " perintah aku


Rasyid mengerti dan mengangguk saja. kemungkinan Rasyid berpikir bahwa sudah saatnya menjalankan Rencana telah dirinya buat dan hanya menunggu persetujuan Tuannya itu tersebut.


sesampainnya mereka berdua di ruang tunggu layaknya penumpang pada umumnya mereka menunggu untuk kehadiran pesawat Yang telah Jonathan Pesan.


Ting Tong ( suara di bandara )


"Garuda 1745 telah Hadir Di Bandara. Kepada Penumpang yang telah Memesan Garuda 1745 Berharap memasuki Ruang landing 3" (suara bandara)


Garuda 1745(Fiksi. tidak ada garuda 1745. hanya imajinasi author) Adalah salah satu Pesawat Yang terbaru oleh indonesia.


… TBC …


bye


Berikan saya ide dong pls. mandek nih