MR.POLITIK

MR.POLITIK
Haikal Firmansyah



ke esokkan hari nya


" Tuan. Tuan. Tuan Jonathan. mohon segera bangun cepat ! " kata Rasyid mencoba membangunkan Tuannya


"hmmm. 5 menit lagi " kata Aku dengan nada mengantuk.


" TUAN! " teriak Rasyid


Teriakan Rasyid membuat Jonathan langsung bangun sambil layaknya upcara bendera


" Anda ngpain? tuan? " kata Rasyid bertanya


" Eh? kenapa? tidak aku hanya ingin membunyikan tangan ku aja " kata aku dengan canggung.


Jonathan dibangunkan disaat mimpi indah ketika dirinya bertemu dengan Mia Ah sudah lah


" Ada Apa ? Rasyid. hingga kamu berani membangunkan ku? aku harap ini penting " kata Aku


Rasyid pun mengambil remote hotel dan menyalakan tv yg ada di kamar tersebut dan tepat pada waktunya Terdenger berita Lokal membahas Limea


"Permisa. viral Internasional. First Lady atau disapa Ibu Negara. Limea Ibu negara amerika menyatakan Dukungan Kepada Rakyat Palestina yang membuat sedikit gemgamparan internasional Bla bla bla " kata Berita itu menayangkan


Jonathan terkejut dengan aksi istrinya itu yg secara terbuka melakukan dukungan hal tersebut tapi sebenarnya Jonathan tidak permasalahkannya hanya saja. Limea tidak memperhatikan bahwa tiap gerak Geriknya saja dipantau oleh media massa


" Rasyid. katakan. apa agenda liburan ku " kata aku bertanya


" Tuan. Hari ini seharusnya anda bertemu dengan presiden Indonesia. tapi saya tidak tahu tentang ajakkan ini secara formal(hanya basa basi) atau benar anda akan bertemu olehnya. yang kedua. kunjungan Rumah sakit Dea " kata Rasyid menjelaskan.


" Baiklah. Rasyid. katakan kepada President Indonesia bahwa saya akan kembali ke amerika. mungkin beberapa mentri & Rakyat Amerika akan mempertanyai tentang pendapat saya sebagai president amerika. Dan untuk Dea? hmm. Baiklah. aku akan kesana " kata aku


10 Menit kemudian


membawa buah²an segar untuk kunjungannnya nanti.


untuk beberapa jam kemudian


setelah sampainya Jonathan & Rasyid ke rumah sakit. kini mereka berdua melihat Bodyguard yg Jonathan Tugaskan malah terlihat Menangis


melihat kedatangan Tuannya. semua bodyguard berusaha menghilangkan jejak air mata mereka


" Kalian Kenapa Menangis? " kata Aku bertanya


Sontak membuat mereka kaget & terkejut jika tuannya sudah menyadari nya


" Maaf Tuan. Kami terharu selama menjaga Nona Dea. kami menangis dikarenakan latunan yang begitu merdu membuat hati kami sejuk " kata Salah satu mereka menjawab


" Lalu Kamu tahu apa yang kalian dengar? " kata aku bertanya lagi


" Kami tidak tahu untuk pertama kalinya. tapi ketika kami bertanya pada subuh hari dengan Nona Dea. dia berkata bahwa itu datang dari Al Quran. kitab suci umat islam " kata Pengawal yg dekat pintu


" Baguslah. Jika kalian bertanya setidaknya kalian memahami asal usul suara itu. Kerja bagus untuk menjaga dia " kata aku memuji setiap bodyguard


para bodyguard yg dipuji itu pun langsung membungkuk sebagai tanda terimakasih mereka ketika di hargai.


Jonathan Pun masuk sementara Rasyid menunggu di luar saja


" Bagaimana Keadaan mu? Dea ? " Tanya Aku


" Alhamdulilah. Aku sehat. Bagaimana keadaan Anda juga? pak? " kata Dea pun bertanya kembali


" Aku baik. dan apakah kamu sudah sarapan? " kata Aku bertanya


Dea mengangguk dan berkata bahwa dirinya telah sarapan dengan menu yang lengkap. tentu lah lengkap karena dea di tempatkan Kamar VIP sehingga pelayanan Rumah sakit seorang VIP harus terjamin


"Dea. aku membawakan Buah²an untuk mu. sehingga jika kamu lapar pada jam tertentu dan jam itu bukan jam makan. maka makanlah buah²an ini " kata Dea


" Jangan Khawatir. Anggaplah Tuhan mu memberikan menjawab semua Doa mu " kata Aku dengan tersenyum kembali


" Oh ya. Dea. saya akan Ke Amerika untuk kembali bekerja. saya kemarin pernah berjanji untuk mu bahwa saya akan berubah hidup mu tapi " kata ku terhenti


" tapi karena saya sakit? pak? Tidak perlu khawatir. Pak. saya mohon. ubah lah kehidupan Adik saya. saya tidak mau dirinya merasakan susah kehidupan. saya ingin adik saya cepat sadar bahwa dunia itu sulit jika tidak mau berusaha " kata Dea meminta


" oh ya adik mu sudah datang? " kata Aku bertanya


" Dia belum datang. Pak " kata Dea seraya menundukkan kepala karena sedih


" Kenapa ? bukannya adikmu seharusnya tahu tentang kakanya masuk rumah sakit? " kata aku bertanya


" Tidak. akhir² ini adik saya terpengaruhi oleh teman² nya untuk nongkrong dan membuang waktu & uang hanya untuk hal² itu saja " kata Dea dengan Nada sedih


Jonathan memahami. kaka mana yang tidak sedih melihat kelakuan adiknya tapi sang kaka tidak bisa berbuat banyak?


" Nama Adik mu? " Tanya Aku


" Haikal Firmansyah " kata Dea menjawab


" Tenang saja. Kamu harap istirahat. dan soal adikmu Haikal itu jangan dipikirkan. kamu perlu beristirahat agar cepat sehat kembali " kata aku


" Baik. Pak. tapi saya berharap(sambil melihat memandangan dari jendela) haikal adik saya dapat mencapai cita² & merubah Nasibnya untuk kehidupannya " kata Dea


" Jangan khawatir. Doa mu akan terdengar selalu bukan oleh Tuhan? " kata aku


Dea pun mengangguk lalu tersenyum


" Baiklah. saya ke kantin dahulu. saya belum sarapan sebelum kesini. kamu istirahat saja. katakan apapun jika kamu memiliki rasa sakit atau tidak nyaman. katakan itu kepada dokter. panggil Bodyguard saya diluar jika terjadi apapun. mereka akan menjaga anda " kata aku dengan tersenyum


Jonathan pun berdiri tapi tangannya di tahan olehnya


" dapatkah anda mengelus rambut saya? " kata Dea malu²


"Saya ingin tapi itu akan menjadi dosa untuk mu. bagaimanapun kita adalah lawan jenis yg tidak terikat " kata aku


" s--Saya Mohon. lakukan. S--Sebagai Ayah angkat saya " kata Dea dengan terbata²


Jonathan paham apa yang diinginkan Oleh Dea. dirinya memang yg baru berumur 17 tahun mungkin akan sulit mendapati kehidupan tanpa orang tua. dan dirinya dahulu sudah merasakanya.


" Baiklah. saya selalu menganggap mu adalah anak yg tercantik. beristirahatlah " kata aku dengan mengelus² rambut hitam cantik milik Dea.


" Te--Terimakasih. Maaf jika saya lancang " kata Dea dengan malu


" Tidak perlu khawatir. saya akan menganggap mu anak saya yg saya cintai " kata Aku


setelah berkata demikian jonathan pun keluar dari Kamar Dea.


" Rasyid " kata aku memanggil


" Ya tuan? " kata Rasyid menjawab


"Cari & bawa Kesini Adiknya Dea. bernama Haikal Firmansyah " Titah Aku


" Baik Tuan " kata Rasyid sambil membungkuk Patuh


Jonathan melihat kembali kearah jendela kecil dan terlihat wajah Dea yang penuh harap tentang adiknya


' Mungkin aku akan ke amerika besok lusa. Perlu selesaikan permasalahan ini. aku tidak ingin memberikan harapan yg tidak menentu ' gumam ku


… TBC …


Bye