
ucapan Limea selalu membuat Jonathan bersinar layaknya seorang yang baru lahir. Begitu menyenangkan
"Tidak perlu berterimakasih. dek. ini rasa cinta mas kepada adek. maaf selama pernikahan kita tidak ada nuasa yang romantis" kata Aku
Limea yang masih dipeluk dalam lingkup 4 kotak itu hanya bisa meneteskan air mata
"Tidak Mas. Cukup jadi suami yang baik dimasa yang tua & mnjadi contoh baik untuk anak-Anak Kita" kata Limea
betapa bahagianya memiliki suami Seperti Mas Jonathan. Sudah Ganteng. Tinggi. Gagah. dan Kaya raya. perempuan mana yang tidak menolak? tapi Limea menjadi istri jonathan itu dimulainya dari 0. mungkin ini adalah karma baik bagi Limea
"Dek" kata aku dengan manja
"Apa mas?" jawab Limea yang masi dipeluk di dada 4 kotak
"Sebelum kencan. mas boleh minta Itu ngak?" kata Aku bertanya dalam nada gugup
Limea yang mengerti keinginan suaminya itu hanya malu dan kembali menyembunyikan wajahnya yg merah bagaikana tomat
"B--Boleh" kata Limea dengan suara kecil
Tidak bisa Limea menolak Keinginan Suaminya tersebut.
Jonathan Lalu mengangkat Limea ke dalam kasur yang sama percis dengan Presiden suits yang ada di hotel umumnya.
Tik
Jonathan menekan Tombol Hijau. Tombol ini digunakan apabila President & istrinya ingin berhubungan. Maka Jika ditekan akan memunculkan Peredam otomatis selain peredam. Jonathan memanfaatkan skill untuk Ada suara-suara dangdut dari mulut Limea yang keluar ke orang lain.
Limea dalam kondisi malu & pipi merah bagaikan tomat. tetap Limea menunggu suaminya itu menjelajahi bagian bagian yang pernah ia jelajahi bersama sang ksatrianya.
Jonathan menelisik bagian - bagian Limea. dari perut Hingga ke Bibir
"Ummmhhmmm" Gulatan keduanya
Kedua Nafas & Lidah saling berbagi
3 menit mereka berbagi lidah hingga keduanya menyudahi Karena Nafas mereka tidak dapat terbagi kembali.
"M-Mas. aku siap menyambut ksatria mu" kata Limea dengan nada menggoda
Jonathan hanya bisa tersenyum melihat tingkah Genit Istrinya tersebut.
Jonathan Mulai Menjilat Area Pintu-pintu Milik Limea dan Membuat Limea kelimejang KETAR KETIR
"Ooh. maass. itu bagian yang sangat nakal" kata Limea dengan suara dangdutny
Jonathan seakan tidak perduli perkataannya ia terus & Tetap menjilati semua bagian Bagian Pintu milik Limea. Bahkan Lubang Pintu tersebut.
"Oooh. Ti--Tidak mas. dipintu itu sangat menjijikkan. Jangan dijilat teruss. Ooh" Pinta Limea dengan Dangdutnya
"MOOH. cepatlah Mass. udah gak tahan bertemu dengan sang ksatria" kata Limea yang masih bergelinjang karena tidak kuat
Permainan Jonathan Dalam Menjilat memang membuat Limea Ketar Ketir dibuatnya
Jonathan membuka gerbang untuk mempersilahkan SANG ksatria bertemu dengan sang putri
Ummh
Limea mengigit jarinya ketika bertemu sang ksatria semenjak 3 atau 4 tahun lamanya karena pertama kali merasakanya itu dirumah sakit.
"Wahai Ksatria. buatlah Putri mu senang" kata ku yang sedikit mengelantur
sang ksatria memaju Terus Hingga Maju bagaikan melawan Musuh--musuhnya
"Oohh yeaaah. Baby. Ksatria. Lindungi aku" kata Limea dengan dangdut nya
sang ksatria membela kebenaran dalam Pintu Limea
" Y--Yeaaah. lagi ksatria. Masss Lebih mohon pelan" kata Limea yang dangdutan
2 jam kemudian
"M-maass. Sang Put--Putri ingin memberi Hadiah" kata Limea yan masih berdangdut ria
"Begitu dengan ksatria. Dek. Ksatria ingin memberikan Air Kebenarannya" kata Aku
Keduanya bergulatan yang panas
"Cjrot" Keduanya akhirnya saling memberikan hadiah
Jonathan memanggil kembali sang ksatria sementara sang putri menunggu ksatria itu kembali.
Limea terkulas Lemas dengan Permainan yang selama 2 jam tanpa adanya istirahat. Kepemilikan suaminya yang sangat besar membuat Limea harus menggunakan tenaga esktra dalam membendungnya
"Dek. Kamu Gap-Apa kan?" kata Aku khawatir
"Mas. punya kamu besar jadi adek cape membendungnya tapi Adek senang dapat melayani hal itu tersebut" senyum Limea
Limea sudah menutupi Badannya dengan selimut. Ia tidak mau juga masuk angin AC
"Kamu kira-kira masih kuat ngak buat malam nanti kencan malam buat makan?" kata aku
"Bagaimanapun keadaanya. adek akan siap bersama mas" kata Limea dengan tersenyum
… TBC …
bye