
10 April 2017.
Jam 5.56 - Pagi
Jonathan Telah bangun di jam 4 subuh sebelumnya. ia bangun dengan jam segitu karena sudah terbiasa bangun subuh hanya karena untuk bekerja atau saat mendengar Adzan subuh ia terbangun bersiap bekerja.
Rasyid tidak Tidur karena Mengurusi Berkas-berkas apa saja yang diperlukan nanti semasa kunjungan kenegaraan. ini mungkin akan diperlukan.
Tok Tok Tok
"Mr.President? Apakah Anda Sudah Bangun?" kata Rasyid bertanya
"Saya sudah bangun. Masuklah" kata Aku
Rasyid membukkan Pintu dan terlihat ia membawa nampan yang berisi makanan
"Mr.President. ini sarapan Pagi Anda" kata Rasyid sambil menaruh Nampan
" Terimakasih. Rasyid. lalu Berkas apa yang anda ingin saya lihat?" kata Aku bertanya sekaligus berterimakasih dengan Tersenyum.
Rasyid terkejap mendengar itu. Ia kira akan dibahas Setelah makanan seperti biasanya sebelumnya
"Ahem. Mr.President. Ini adalah Beberapa Berkas Kerja sama yang Diajukan & akan dibahas oleh Pemimpin Yang Anda Kunjungi. saya harap anda Dapat menilai ini juga" kata Rasyid menjelaskan lalu memberikan seluruh berkasnya
Jonathan Melihat Beberapa Berkas Putih yang berisikan Permintaan dan asal bendera tersebut
"Disini saya melihat. Kalau UEA meminta kita untuk menaikan Daya Beli Migas mereka menjadi 30%? ini yang benar saja. Perusahaan Mana ini?" kata Aku Bertanya
"Mr.President. Diperkirakan Bahwa Perusahaan Tersebut Adalah ADON(Abu Dhabi OIL National) yang Sepertinya permintaan mereka kepada Negara UEA Telah dipersetujui lalu mereka meneruskan Hal tersebut kepada Anda" kata Rasyid.
Jonathan hanya tersenyum kecut melihat permintaan Yang Tidak Logis ini. Bisa dikatakan sepakatan Pertama Antara UEA - Amerika Adalah 15% USD$ 50 Per Barel dan Angka ini adalah yang disesuaikan semenjak Dunia Hampir mengalami Perang & Krisis Ekonomi pada 4 tahun lalu.
"Saya melihat tentang berkas Permintaan Dari Palestina untuk meminta bantuan Dana kemanusiaan Disana Sebesar USD$ 435 Juta Dollar ( 6.32 Triliun Rupiah ) Apakah kamu sudah mengecek apa saja Bantuan ini? Rasyid" Tanya aku
"Mr.President. Memang Palestina Meminta Bantuan Dana sebesar $ 435 Juta Dollar untuk membangun Rumah warga & Korban juga membangun Rumah sakit yang Memang Dihancurkan Oleh Pihak Israel semenjak 2016 lalu" kata Rasyid menjelaskan
"Baiklah soal Dana 435 Juta Dollar ini nanti saya akan pikirkan terlebih Dahulu" kata Aku
Jonathan melihat berkas - Berkas Yang lainnya. Memang Disana Tersangkut paut akan dana atau kerja sama yang ditingkatkan lebih Tinggi Tanpa Terkecuali Pihak Israel Yang Mengirim kembali berkas Mereka untuk menyambung Kerja sama sebelumnya layaknya President lakukan sebelumnya.
1 jam kemudian Tepatnnya jam 6.30 - Pagi
Jonathan Memilih untuk menyimpan Terlebih Dahulu berkas-berkas Tersebut
"Rasyid. Saya akan Berangkat pada jam 10 atau mungkin telat jam 12. Saya Harap semua sudah siap ketika saya siap" kata Aku
"Baik. Nanti saya akan koordinasikan oleh Pihak Staff Kepresidinan mengenai jadwal Terbang kenegaraan Anda. Mr. President" kata Rasyid.
Sementara itu Jonathan memakan sarapannya. Kali ini Sarapannya adalah Roti sandwich Daging & segelas Susu Putih menemani siap Untuk Dirinya santap. selain Sederhana dalam bentuk tampilan Tapi Ini Adalah Menu yang seimbang & bergizi utamanya
Ini penampilannya)
Jonathan sungguh Menikmati Apa yang ia Dapatkan sekarang. Ia Selalu Memimpinkan hal ini pada 4 tahun yang lalu. Dirinya sekarang Tidak perlu bekerja. setiap USD$157 Miliar ( 2.284 Triliun Rupiah ) akan masuk ke Rekeningnya Dalam per 1 bulannya. belum Lagi angka kelipatan dari skill yang didapatkan untuk meningkatkan 2x bonus Profit yang sehingga USD$ 314 Miliar ( 4.569 Triliun Rupiah ) membuatnya Bisa Bersantai - menikmati Hidup tapi Apa Daya. Dirinya harus bekerja sebagai President disebuah Negara yang terbilang superPower ini.
'Sungguh Aku menderita dengan Tumpukkan Berkas-berkas ini' Gumam ku mengeluh tentang bekerjaan yang ku dapatkan
Tok Tok Tok
Jonathan yang sedang mengeluh Ria & muka lesu tapi ketika mendengar sebuah pintu diketuk membuat dirinya Bersigap tegas & memasang wajah yang mengintimidasi lawan bicara
"Masuk" Titah ku
Jonathan Mengira Itu Adalah Rasyid tapi Itu Adalah istrinya Yang tampaknya begitu cantik
"eh Dek. Aku kira itu adalah Rasyid. ternyata kamu" kata aku dengan nada terkejut
Limea hanya cengar - Cengir mendengar Terkejutan suaminya tersebut
"Mas. Apakah Mas Akan mengunjungi Negara-negara yang telah Rasyid katakan?" kata Limea Bertanya
Jonathan mengangkat alis lalu menghelas nafas. Ternyata istrinya sudah megetahui hal tersebut
"Benar. Mas Harus berkunjung kesana untuk memastikan Hubungan setiap Negara Berjalan Solid. kamu tidak perlu khawatir" kata Aku Dengan tersenyum
Limea mendekat & memeluk tangan Suaminya
"Mas. Adek mohon Jangan Pergi. Entah Mengapa Rasanya Gelisah atau khawatir mendengar jika mas akan pergi kesana" kata Limea dengan nada khawatir.
Jonathan menghelas nafas & Menyendarkan Tubuhnya
"Mas Sudah Keburu Janji kepada para pemimpin disana. Tidaklah etis jika mas batalkan. itu sama saja mempermalukan Mas Di dunia internasional terutama mereka. mas harus bisa memberi kesan yang sempurna. kamu tidak perlu khawatir. Lagipula juga ada Rasyid & beberapa kelompok secret Service yang akan melindungi Mas. Kamu Tidak Perlu Risau" kata Aku menjelaskan sambil Mengelus-elus tangan Istri ku
Bukan namanya Limea jika tidak khawatir. bagainanapun Insting Perempuannya mengatakan untuk tetap mencegah Suaminya pergi tapi Limea takut dengan Suaminya yang mungkin akan marah jika terus dipaksa. ini yang membuat Limea bimbang Dan Maju salah Mundur salah
… TBC …
Bye