MR.POLITIK

MR.POLITIK
sebastian



-sementara itu di sebuah tempat


Belva & Rudra berjalan² kecil disebuah tempat kosong & Tiada Makhluk manapun hanya mereka berdua saja


"Rudra. Bagaimana? Apakah Tuan Sudah Memberi Rencana? " Tanya Belva dengan Nada Bosan


Rudra Hanya menggeleng tidak kepalanya dan Rudra tahu Belva bosan karena tanpa diberi kepastian dalam kelanjutan Tugas perintah adalah hal yang ingin belva hindari


" Sabar Lah Bent-- " ingin melanjutkan tapi Sebuah Sihir Berwarna Putih itu datang kepada mereka berdua


" Rudra. Cepat Lihat itu. mungkin itu adalah sihir pesan oleh Tuan " kata Belva


Rudra pun mengangguk dan menangkap Sihir putih untuk dirinya membaca pesan. Dan keduanya melihat pesan dari Tuannya untuk kembali membawa kepada dirinya Cold tapi itu keduanya harus menangkap Mark & Avarane untuk di tebus sebagai syarat yg mungkin diterima oleh FBI dan Keduanya telah diberi 2 alamat yang masing² alamat itu wajib keduanya datangi(tanpa perpisah)


" Belva. Kamu sudah Melihat Tuan Telah Mengirim perintah. Lebih Baik Kita Keluar dari sini " kata Rudra menatap Belva


" Baiklah " kata Belva.


Belva & rudra pun menggunakan sihir teleportasinya dan mereka muncul tepat Di sebuah Gedung Tua


" APAKAH tempat ini yang dimaksud Tuan kita? Rudra? " Tanya belva untuk memastikan


" Benar. Tuan kita mengarahkan Kealamatnnya. lebih baik kita gunakan sihir kasat mata itu agar lebih jelas " kata Rudra dengan mengusulkan saran.


Belva hanya mengangguk. keduanya pun melakukan sihir yang membuat kasat mata bahkan sinar matahari tidak bisa mendeteksi Bayangannya itu.


"SIAL SIAL SIAL " Kata Orang itu dengan Nada marah


" Tenang lah. Mark. minumlah ini agar kamu tenang " ?? kata kepada Mark


Mark Yang melihat Minuman Es Teh Manis langsung diminum oleh nya. karena Pikiran nya yang panas dan perlu nya Air dingin untuk


" Argghh " Mark tampak kesakitan


" A--ap--Apa yang K--Kamu telah masuk--masukkan dalam minuman ku " kata Mark dalam terbata² nya


Tidak ada jawaban dari seorang avarane dan hanya sebuah senyuman yang menghiasi wajah nya


" Selamat Tidur " kata Avarane


Belva & Rudra sedikit terkejut dan rudra tahu akan seperti tersebut karena mana ada orang ingin ditangkap dan dibawa penjara juga perlu ada nya korban dalam melindungi nya


" Apakah Kalian sudah selesai melihat ku? " kata avarane tanpa menatap seorang manapun


keduanya sontak terkejut dengan Perkataan Avarane yang ternyata sadar keberadaan mereka berdua


" Siapa kamu? " kata Belva dengan nada waspada


" sungguh Tidak Adil bukan seorang Manusia seperti ku melawan kalian seorang Yang dapat menggunakan Sihir " Kata Avarane


Rudra yang mendengar itu tanpa sengaja melemparkan Pisau nya itu yg hampir mengenai Kuping Avarane


Tch (suara pisau yg tercantap ditembok)


" Masuk Pak Eko. Ahem. Bukannya kalian datang untuk menangkap Dia? " kata Avarane sambil menunjukkan Mark yang tertidur


" Kau Pasti Rudra & Kau adalah Belva " kata Avarane


Belva adalah sesosok yang tidak ingin disebut oleh makhluk Lemah kecuali Tuannya yang saat itu berhasil menundukkan dirinya & rudra.


" Aish. Baiklah. Bermain² nya(Avarane melepaskan sesuatu di diwajahnya) Perkenalkan. Aku sebastian. Aku adalah agent inteligen & mata untuk tuan Jonathan dalam melawan musuh² nya " kata Sebastian memperkenalkan dirinya dengan sedikit membungkuk


" Dan Tuan Jonathan berkata bahwa dia memiliki bawahan lainnya yang dapat melakukan sihir. dan tentu aku tidak percaya. selama 7 tahun ini aku tidak percaya akan hal itu dan tapi aku bertemu dengan kalian atas Kalung diberikan oleh Tuan Jonathan " kata sebastian


Sebastian menjelaskan. bahwa Kalung yang dimiliki nya katanya dapat melihat orang berbohong atau tidaknya. Dan Dapat melihat orang yg menggunakan Sihir layaknya Rudra & Belva yanh baru saja sebastian Temukan mereka berdua



<


anggap aja itu kalung).


sebastian menyerahkan kalung itu kepada Rudra agar mereka tahu bahwa dirinya juga di bawa naungan Tuan Jonathan


beberapa menit kemudian~


" Belva. Tahan Emosi mu. Dia Benar. Aku merasakan Mana Sihir yang kuat & sungguh mendominasi. dan ini hanya dimiliki oleh Tuan " kata Rudra


Belva pun mengangguk dan menaruh kembali Pedang sihir nya itu


" bisa kamu kembalikan kalung ku? Dan Ini dia Mark. dan Avarane telah Mati. karena Perlunya satu dari mereka agar aku dapat melihat sebuah rencana mark ini. selain ini. Mark memiliki Para Olgark yang telah Aku tangkap mereka semua " kata Sebastian


"Kalian tangkap lah Mark dan lainnya itu kepada FBI atau kita meninggalkan disini sehingga para FBI menangkap mereka? " kata Sebastian mengusulkan 2 opsi


" Kami menangkap mereka. bagaimanapun Tugas kami Adalah membawa nya dan juga membawa Cold menghadap Tuan " kata Belva


" Cold? Sang Membunuh Bayaran Legendaris itu tertangkap? " kata Sebastian dengan tampang datar


" Benar " Kata Belva


" katakan lah kepada Tuanmu. Bahwa Cold bisa aja menjadi mata pisau. tugas ku disini sudah selesai & perlu nya aku menemui tuan kalian untuk melaporkan hal ini " kata Sebastian


" Tuan sedang berada di negara Indonesia. Kamu tidak bisa menemui Tuan " kata Rudra


Sebastian yg menuju pintu keluar pun menstopp langkah nya itu


" Lah kok iso? Sial. kenapa Tuan tidak mengabari hal ini kepada ku terdahulu. sial " kata Sebastian yang mengumpat


" Berhentilah Mengumpat Tuan dengan Mulut Kotor mu. Sebastian " kata Belva


Sebastian yang mendengar itu pun langsung terdiam


" Sebaiknya kamu(sebastian) bantu kami membawa orang² ini tempat Markas FBI " kata Rudra mengusulkan kepada sebastian


"kalian menangkap mereka. lalu membawa mereka ke Markas FBI. apakah mereka tidak curiga terhadap kalian nanti? " kata Sebastian


" Tidak. Kami Mempunyai sebuah rencana untuk mengatasi kecurigaan itu " kata Rudra menjawab


… TBC …


bye