MR.POLITIK

MR.POLITIK
IFI - International Food Indonesia



Jonathan keluar dari BMW nya dan Membukkan pintu untuk istrinya keluar dari Mobil Tersebut.


"Mr.President. apakah benar ansa akan melakukan pertemuan dengan Presiden Palestina pada 10 april?" kata salah satu perempuan wartawan


"Mr.President. Apakah Tanggapan Anda Mengenai pernyataan dari Pemimpin negara lain" kata pria wartawan


"Mr.President. untuk apa anda datang kesini? apakah anda menemui seseorang?" kata wartawan pria yang putih Biru tersbut


Baru saja Jonathan & limea keluar dari mobil dirinya sudah diserbu oleh banyak wartawan


"Mohon Tolong semua mundur untuk memberi ruang. Mr.President" kata salah satu secret service


"Baiklah. saya akan menjawab tentang pertemuan saya dengan President Palestina di 10 april itu memang benar saya menyatakan & mengusulkan diri. Mengingat bahwa Konflik Disana sudah tidak terlesaikan dari tahun ke tahun. maka hal itu saya mencoba merundingkan Hal yang terbaik dan melihat pandangan dari bangsa Palestina. Tidak ada politik khusus dalam pertemuan tersebut. hanya akan pembahas semacam beberapa hal kemanusiaan yang kemungkinan diharapkan bisa terjadi dan saya menyelesaikan" kata aku menjawab pertanyaan pertama


"kedua. Saya berharap pemimpin lain dapat juga ikut ambil dalam menyelamatkan manusia yang tidak bersalah atas orang-orang yang palestina rasakan. Saya percaya bahwa ada setiap solusi jika kita berusaha" kata Aku


"Tentang saya disini untuk apa. perkenalkan bagi kalian yan belum mengetahui istri saya. Silahkan Dek" kata Aku mempersilahkan Limea


"Halo semua. Saya Adalah Limea Malik Ahmad. saya adalah istri Dari Jonathan Malik Ahmad. Kedatangan Kami Ke restorant ini adalah dalam rangka menjalin untuk makan & mengobrol untuk dapat lebih dekat dari sebelumnya. mengingat Suami saya memiliki cukup kesibukkan Membuat saya paham Arti Waktu sesungguhnya. saya sangat berterimakasih kepada suami saya dalam menyisihkan waktu untuk saya dan mendapatkan quality time yang bagus" kata Limea dengan Tersenyum


Tidak ada pipi merah atau semacamnya. Limea di tuntut untuk bersikap tegas & lugas. Limea harus bisa speech didepan Wartawan atau tamu-tamu penting membuatnya harus menjadi yang lebih tegas.


"Baiklah-baiklah. waktunya habis. silahkan beri kami Jalan untuk masuk" kata Secret service dengan sopan


Jonathan & Limea berjalan dikawal oleh Secret service yang siap pelindungi nya


"Selamat Datang di IFI. saya Adalah Yui. Manajer sekaligus pengelola Resturant IFI ini. Kedatangan anda sekalian membawa dampak Baik Bagi kami sebagai Resturant sekala kecil. Kami harap kesederhanaan & terbatasan kami dalam melayani anda membuat anda nyaman" kata Manajer Yui.


"Baiklah. tunjukkan Tempatnya" kata Aku


Yui Mengangguk lalu Yui meminta kepada Jonathan Untuk mengikutinya


"mohon Maaf Wartawan dan sejenisnya dilarang masuk" kata Secret service itu yang mencoba menghadang Wartawan untuk ikut masu


secret service menjaga segala sisi termasuk pintu utama & pintu belakang. setiap keluar masuk akan periksa tanpa terkecuali karyawan disana.


"Tuan & nyonya. ini Adalah Tempat anda. dibawah matahari sore yang indah ini adalah hal cocok ditemani beberapa makanan" kata Manajer Yui.


"Terimakasih. Apakah ada Menunya?" kata Aku Bertanya


"Tentu Tuan" kata Manajer Yui sambil memberikan 2 buku menu


keduanya menerima buku menu tersebut. Tidak ada yang lebih mengherankan bagi keduanya bahwa masakan Indonesia berada disini.


Menu:


Nasi Uduk Biasa 1$


Nasi Uduk Komplit(telur. Bakwan) 5$


Nasi Goreng Telur 6$ Dollar


Mie Ayam Bakso 7$


Gado - Gado 8$


Mie Telur + Nasi Goreng 10$


Ketoprak Telur 15$


Rendang 30$


Nasi Padang 45$


Soto Betawi 70$


Nasi Pecel Lele 80$


Jonathan Melihat Harga yang relatif Murah bagi Dirinya yang sekarang. Apa jadinya Jika dulu? Mungkin dirinya sudah ada di tempat pencucian piring.


"Dek. Kamu Mau apa?" kata Aku bertanya


"Aku bingung mas. Mereka semua tampak lezat apalagi ini makanan khas Indonesia. sudah lama kita tidak makan hal seperti ini" kata Limea dengan Nada bingung & menceritakan isi hatinya


"Haha. Tidak perlu khawatir. Dek. Tempat ini selalu ada Untuk para orang indonesia yang bekerja di amerika & beberapa Bule Lokal disini akan menikmati juga makanan Indonesia. Ayo Cepat pilih" kata Aku sambil tertawa


"Manajer Yui. saya ingin Nasi Goreng Telur(6$) satu. dan Esteh Manis satu" kata aku


"Baik Tuan. Lalu Anda Nyonya?" kata Yui Mencatat pesanan Jonathan & bertanya kepada Limea


"Nasi Padang Rendang (75$) satu dan Jus Alpukat dengan susu satu" kata Limea


"Baik. Jadi Untuk Tuan. Nasi Goreng Telur dengan Minumannya adalah Esteh Manis. Dan untuk Nyonya. Satu Nasi Padang Rendang Satu dengan Minuman Jus Alpukat. Apakah Benar?" kata Manajer Yui mengulangi pesanan Kedua orang penting tersebut


"Benar" ucap Aku


"Baik. Tuan & nyonya. Mohon untuk Menunggu pesanan anda. apakah Ada Tambahan Lainnya?" kata Manajer Yui Bertanya


"Oh Ya. Manajer Yui. Tolong Untuk Buatkan Sambal Hijaunya dan Disatukan saja" kata Limea


Manajer Yui lalu mencatat & pergi untuk memberikan pesanan itu kepada koki.


"Dek. Bagaimana Hari mu sebelum & sesudah Menjadi Ibu Negara di negara ini?" kata Aku bertanya setelah kepergian Manajer Yui


"perubahan dratis sih Mas. Tidak terpikirkan oleh adek untuk menjadi Ibu Negara di negara orang. Apalgi tidak terpikirkan tentang rencana Mas jadi President disini" Kata Limea Dengan Jujur


"Tapi perbedaan yang mencolok adalah. adek harus sibuk dengan agenda agenda Yang diharuskan untuk hadir & dapat menyumbangkan pendapat disana. ya mungkin semacam seminar-seminar" kata Limea


Jonathan Mempegangi tangan istrinya dengan Lembut


"Terimakasih ya Dek. adanya kamu membuat setiap hari menjadi berarti. Mas Juga tidak terpikirkan akan menang sebagai President. Lagipula. Mas Sudah menjadi President di hati mu. bukan?" kata Aku dengan lembut


Limea yang mendapati dirinya digombal oleh Suami Tercintannya tersebut membuat dirinya malu


"Mas. Apasih jangan buat adek malu ah. Apapun Yang Mas Lakukan selagi itu wajar & Tidak melanggar Aturan. Adek siap mendukung mas" kata Limea


"Terimakasih ya Dek" kata Aku mencium Tangan Limea.


Kami pun mengobrol panjang tentang masing-masing setelah Jonathan & Limea menjadi orang penting di negara ini.


"Mas. Adek Rindu dengan Indonesia. sudah 4 tahun kita disini. Apakah kita bisa Ke indonesia?" kata Limea bertanya


Jonathan mengerutkan Dahinya


"Bukannya kamu sudah pernah ke indonesia pasca Reuni Kuliah Mas?" kata Aku Bertanya


"Ah Reuni? bukannya Mas Reuni Tanpa adek ya? Mas Kok ngelantur gitu sih?" kata Limea dengan Nada bingung


Jonathan Lebih bingung. tentang Limea yang menolak fakta bahwa pada Reuni waktu itu Ia bersamanya tapi Faktanya tidak


"Lupakan saja. Mari Tunggu makanan datang saja" kata Aku mengubah Topik


Limea yang melihat itu sedikit khawatir atau curiga tentang Suaminya tersebut


… TBC …