
"saya kurang setuju dengan Ulusan. Perdana Mentri Abimelech. Usulan nya hanya membuat kita berdampak buruk di internasional jika itu gagal" kata seorang Pria Tua
Abimelech yang mendengar itu sedikit kesal ketika usulannya Di tolak Mentah-mentah
"Sebagai Manusia yang berkecimpung di dunai agensi. seharusnya kamu sadar dengan Usulan mu membawa resiko yang tinggi" kata Pria itu melanjutkan
"Bagaimana baiknya menurut mu? pak Tua?" kata Abimelech dengan nada merendahkan Pria Tua tersebut
"Abimelech. Sadar bahwa Pria yang ada didepan kamu ini adalah Mantan Jendral Ben Muzae. yang pernah bertempur pada perang 6 hari" kata Abraham dengan meninggikan suara nya tersebut
Abimelech yang mendengar status pria Tua itu sedikit terguncang
"Maafkan saya Pak. Saya tidak tahu anda. mohon maaf" kata Abimelech minta maaf
Ben yang sedari tadi wajahnya sudah gusar saat dirinya dihinakan oleh Abimelech.
"Beginikah perlakuan mu Kepada ku setelah 55 tahun yang lalu aku membela negara ini?" kata Ben dengan gusar
Ben Salah satu mantan Jendral Perang Israel. Dirinya pernah berkuasa & menangi Pertempuran 6 hari tersebut
"Tuan Ben. Mohon maaf tentang bawahan saya yang menghina anda" kata Abraham memohon
"Lihat anak Muda. President mu saja memohon kepada ku. aku maafkan kmu hari ini karena kita harus perlu mengurusi Nasional kita" kata Ben
Abraham bernafas Lega. akhirnya Ben Mau bekerja sama & memaafkan Abimelech.
"Tuan Ben. Menurut mu Bagaimana kita bisa menunda atau memperlamat President amerika datang ke tempat tersebut" kata Abraham tapi enggan mengatakan negara tetangganya tersebut
"Tidak ada bisa melambatkannya tapi bukan berarti tidak ada solusi" kata Ben
"mungkin kita kalah dalam segi parlemen. tapi kita bisa membunuhnya kapan pun. aku memiliki ide" kata Ben dengan senyum licik
Tuk
"Tuan Ben. Siapa Pria ini?" kata Abraham bertanya
"Dia Adalah Era. dia asal berkeluarga Arab-Mesir. aku menemukannya saat mengemis disekitar perbatasan. kita bisa selundupkan orang ini ke tempat president tersebut. dan Orang-orang internasional akan menganggap Bahwa pelakunya adalah dari bangsa Palestina" kata Ben
Abraham sendiri kurang yakin tentang hal ini. pertama yaitu tentang loyalitas dalam rencana ini. ia takut pria ini akan kabur & membocorkan rencana ini
"Apa kamu takut dia akan Lari? tidak perlu khawatir. selama Dia ada di negara Israel & Bangsa Palestina. kita masih bisa mencarinya" kata Ben mencoba mengusir Keraguan Abraham.
sisi lain
Jonathan memperiksa berkas Berkas seperti biasa. tidak banyak berkas yang bisa jonathan kerjakan. Karena berkas-berkas itu sudah dikerjakan oleh para mentri-mentrinya lalu mereka hanya tinggal mengirim kepada Jonathan untuk memperiksaan. Sebelum dikirim pun mereka juga diperiksa oleh Rasyid dan barulah sampai ditangan Jonathan.
"Rasyid. Bagaimana Agenda Hari ini?" kata Aku bertanya
"Mr.President. Hari ini tidak Ada Bertemuan tapi pada tanggal 25 April anda juga memiliki agenda untuk bertemu Ratu elizabeth II dari Inggris. ini Adalah moment Langkah dan sekaligus anda juga akan bertemu dengan Perdana Mentri Belgium" kata Rasyid
Jonathan perpikir. Memang Moment sangat langkah dirinya bisa bertemu dengan Seorang Ratu dari sebuah Kerajaan Modern di abad 20
"Baiklah. Rasyid. sebelum keberangkatan saya ke negara-negara arab tersebut. pastikan saya tidak bertemu dengan agenda yang terlalu mepet atau semacamnya. saya rasa kamu mengerti" kata Aku
"Mr.Presiden. anda tidak perlu khawatir saya akan usahakan setiap agenda yang datang sebelum tanggal 10 April. Tidak akan ada agenda yang merepotkan Anda" Kata Rasyid
Jonathan tersenyum lalu bangkit dari tempat duduknya dan menuju untuk mengambil Jas Hitamnya
"Mr.President. Anda mau kemana?" kata Rasyid bertanya
"saya? karena tidak ada agenda. mungkin saya akan menghabiskan waktu saya untuk bersama istri saya. Lihatlah Rasyid. saya juga manusia yang butuh hiburan" kata Aku
Rasyid mengangguk dan Jonathan melihat Rasyid sepertinya salah Paham