MR.POLITIK

MR.POLITIK
kamu siapa? [Tamat]



Areum mundur perlahan dan tersenyum aneh tapi limea sedikit pun tidak terganggu dan berpikir bahwa senyuman itu adalah Senyuman Bahagia


"Baiklah. Areum. saya belum mempercayai mu tapi saya akan memposisikan mu untuk dalam uji coba sebgai bentuk Hormat saya kepada suami saya atau bawahannya yang memilih kamu" kata Limea sambil melempar berkas Ke meja


Areum pun membungkuk patuh


Krrriiing


Suara telepon di ruangan sebelah berbunyi dan Limea yang mendengar itu segera bergegas diikuti oleh Indri dan Areum


Limea: Apakah Ada kabar?


??: disini Komandan F7A4 melaporkan bahwa President Aman dan akan segera berada di White House dalam 1 jam 15 menit


Limea: Baiklah. Saya tunggu


Komunikasi telepon pun tertutup dan Limea terduduk kembali setelah mengetahui keadaan suaminya tersebut sudah aman sehingga khawatirannya sedikit Berkurang


-1 jam 15 menit kemudian


Suara helikopter mendengung diatas langit-langit white house dan Limea merasakan hal itu


'itu pasti suami ku' monolog Limea


saat Hendak Berdiri Areum mempegang tangannya dengan tersenyum


"Tidak sekarang Nona. Saya yakin Suami anda akan menjalani segenap pemeriksaan Dan beberapa operasi tertentu. lebih baik anda dapat menunggu disini" Usul Areum


"hei anak baru! jangan kamu coba-coba Menghalangi Sang istri menemui suaminya. lebih baik kamu diam daripada tidak tahu


apapun


"Areum. kamu tenang saja. itu suami saya. saya dapat melihat kondisinya terlebih dahulu dan setelah itu pergi menunggu disini. bisakah kamu melepaskannya?" kata Limea dan titah Limea dengan lembut


Areum Melepaskan tangannya di Limea dan Limea yang telah bebas langsung kacir untuk bertemu dengan Suaminya tersebut.


-back to laptop-


Limea menunggu bersama Areum dan Indri di depan ruang operasi. diantara mereka ada yag paling dan sangat cemas mengkhawatirkan operasinya yaitu Limea


3 jam kemudian


Seorang Dokter telah keluar dengan keringat dingin disekujur tubuh mereka


"Dokter. Dokter. Bagaimana dengan suami saya?" Tanya Limea


"Tampaknya kamu begitu berkeringat diruangan ber ac?" celutuk Areum


"Hahaha" Dokter itu tertawa


"tentu aku berkeringat. bagaimanapun keselamatan ku ada pada operasi ini. haha" jawab Dokter sambil tertawa kepada Areum


"Mrs. Limea. Keadaan suami Anda baik dan kondisinya sedang Istirahat. mungkin besok ia akan bangun. peluru nya telah dikeluarkan dan mungkin besok akan di cek kembali" kata Dokter tersebut


Limea hanya mengangguk dan Dokter pun Pergi.


"Areum. bisakah kamu memberi saya ruang?" Tanya Limea


Areum yang paham akan bertanyaan itu ia pun langsung membungkuk dan pergi.


Selepas Areum Pergi barulah Limea mempegangi tangan suaminya tersebut dengan rasa cemas dan khawatir


"Mas. Bangunlah. adek tidak mau sendirian terus" kata Limea


"Mas. Jangan tinggalin Adek. tetaplah hidup" kata Limea


perkataan limea tanpa ada yang menjawab atau menyautkannya itu semua.


Huuaaam


Limea begitu mengantuk tapi ia mencoba bertahan dan mau menjadi orang yang pertama melihat suaminya terbangun.


Ke esokkan Harinya


'Duuuhh' monologku sambil mempegangi kepala


??? ternyata bangun dalam kondisi nyawanya belum terkumpul penuh


"ini Dimana?" Tanya ??? pada diri sendiri sambil melihat orang lain


"hey bangun. hey bangun" kata ?? Yang mencoba membangunkan Perempuan yang ia lihat dengan tidur pulasnya


??? menggoyangkan tubuh wanita tersebut hingga pada waktunya tubuh perempuan itu merespond dirinya seperti diganggu dalam tidur nyenyaknya


"hemmm. bentar lagi" kata Perempuan tersebut


"Hai Bangun! bangun. ini dimana?" ??? Bertanya


Perempuan yang tidur pun lama-kelamaam menjadi risih dan mencoba bangun dan melihat siapa yang berani membangunkan tidur nya tersebut


"Aish. Kamu berisik sekali. kamu tidak tahu si--" perempuan itu berkata hingga melihat wajah pria tersebut melihat dengan terkejut dan perkataannya berhenti


"siapa aku" kata Perempuan itu melanjutkan Perkataannya sambil lebih mendekat pria itu


"Mas. Akhirnya kamu telah sadar. Syukurlah" kata perempuan itu bersyukur lalu memeluknya


Pria tersebut yg dipeluk sontak langsung memaksa melepaskan pelukan dari perempuan tersebut


"Mas? kamu kenapa?" Tanya Perempuan tersebut


"K--Kamu siapa Dan aku dimana?" kata Pria tersebut


Perempuan yang mendengar itu langsung terkejut dan pemencet bel untuk memanggil Dokter.


...----------------...


...BYE...


... ----------------...