MR.POLITIK

MR.POLITIK
ICJ - Hukum Sosial



inem berdiri ketika Dirinya dipersilahkan oleh Hakim. Disisi lain. Orang Tua Dari kedua terdakwa tidak dapat menahan Malu. mereka sudah pasrah apa yang terjadi dengan anaknya tersebut


"Saudara saksi Inem. Katakan Kepada Kami. Siapa M & R itu" Pinta Hakim


Inem Hanya Mengangguk saja.


"Kepada Yang Mulia Terhormat. saya bersaksi Bahwa M Itu Adalah Michael Z Wiguna & R adalah Laras Dewi Nesya. Mulut saya bersaki dengan adanya bukti dalam transaksi saya mengembalikan pinjaman uang sebesar 50 ribu rupiah" kata Inem dengan sedikit Gugup gemetar. ketar Ketir


semua Orang yang berada di persidangan kini melihat Bukti screnshoot transaksi tersebut dan itu membuat semua yakin. Kedua Terdakwa tersebut adalah Pelaku yang sebenar - sebenarnya.


Perwakilan JL Group Mengangkat Tangan. Perwakilan JL Group dari awal Mulai Hanya Diam saja. tapi melihat Persidangan yang begitu lambat membuat Perwakilan JL Group mengangkat tangan.


"Kepada Perwakilan JL Group. Apa yang kalian ingin sampaikan?" kata Hakim bertanya


"Kepada Yang Mulia dengan Segala Hormat. Kami Harap Kasus ini diselesaikan dengan cepat & pihak pihak yang dirugikan dapat dikembalikan" kata Perempuan Cantik sekitar berumur 35. Bernama Hasna Putri Kencana yang ada dilabel tag nya.


Hasna Mulai Membukkan Koper nya tersebut dan beberapa Berkas Yang bertuliskan Bukti


"Dan Kepada Yang mulia. Kami Memiliki bukti yang lebih kongkret & dapat memutuskan hal ini lebih cepat" kata Hasna


Hakim pun meminta Berkas Tersebut dan Hasna pun memberikannya. Terdapat berkas itu adalah Laporan Keuangan Yang selama terdakwa Michael Pemimpin Devisi Keuangan JL Minning tersebut.


Hakim pun bertanya kepada sebelah kanan & Kirinya dan mereka setuju perihal yang diajukan Hakim.


"Kami telah Melihat Bukti Yang Kuat & Tak terpantahkan. kami juga mendengar saksi yang mengatakan hal serupa. Kami Dewan ICJ Bahwa Laras Dewi Nesya & Michael Z Wiguna Dinyatakan Sebagai Pelaku Atas Korupsi & Pencucian Uang sebesar USD$ 5 Miliar ( 73 Triliun Rupiah ). Dengan Hukuman Keduanya Adalah Di Hukum Mati" Kata Hakim


Tok Tok Tok


Palu berbunyi 3 kali yang menyatakan Hukuman itu telah menjadi sah.


Arta & Sanjita yang mendengar itu pun menangisi Nasib Dari Anak-Anaknya. Entah Dosa Apa yang perbuat kepada Tuhan yang membuat mereka menjadi Orang Tua yang gagal.


"Kepada Yang Mulia. Saya Mohon untuk Meringankan Hukuman Untuk Laras. Anak Kedua saya. Dirinya dipaksa Oleh Kakanya. Kami bermohon" kata Arta


Disisi Lain


Di Gedung Putih. Jonathan Mengikuti Persidangan Yang membuat Perusahaannya merugi USD$ 5 miliar. Tapi Ada guncangan Hati didalam Diri Jonathan ketika Melihat Arta. Ayah Dari Pelaku itu memohon kepada hakim untuk Putrinya


'Apa baiknya aku lepaskan saja ya?' Gumam ku perpikir


Jonathan tidak ingin naif dalam soal Uang atau Reputasi atau Pekerjaan tapi dia tetap manusia yang masi memiliki hati nurani.


[Tuan. Apakah Anda ingin membiarkan Pelaku lain diampuni sementara mereka membuat anda rugi?. mengapa anda masih naif?] kata Lisc sedikit nada mengejek


lisc sangat amat membenci seseorang naif yang gak bisa begitu yakin dengan keputusan mereka


'Lisc. Aku Adalah manusia. Manusia tetap manusia. Kecuali aku iblis yang dicabut Hati nuraninya. aku juga sebatang kara jika tanpa dirimu Lisc. aku tidak bisa diposisi puncak saat ini tanpa ada kehadiran mu. Tapi aku juga pernah merasakan Yang namanya ditinggal orang tua. Aku melihat Nya. Yang Memohon untuk menyelamatkan Putrinya. Aku tahu aku ini naif tapi setidaknya aku tidak mau memisahkan mereka dengan kematian' kata Aku membara kepada lisc


[Lalu Tuan Apa yang hukuman yang pantas untuknya tanpa mempengut Nyawanya?] Kata Liac bertanya


'Hukum Sosial. biarlah saya mengampuni dia tapi saya akan membebaskannya dengan memintanya memperlihatkan wajahnya dan semua orang akan melihat. disanalah aku akan menyuruh rassad untuk berkata 'Ini lah wajah nya. saya tidak begitu yakin buat kalian yang mau menerimanya di perusahaan anda. selamat anda mendapatkan sebuah kesialan' kata Aku


[Bukannya Itu lebih kejam?] tanya lisc pura-pura takut


'Kejam? itu mungkin bentuk kasihan ku kepadanya. Biarkan dia tidak mendapatkan pekerjaan apapun. dan harta dalam bentuk apapun yang ia miliki juga akan diambil alih. secara garis besar. Ini adalah Hukuman Sosial yang memperlahan untuk dirimu mati' kata Aku.


… TBC …


bye