MR.POLITIK

MR.POLITIK
Mata Dewa



birang birang suara ledakan demi ledakan terdengar di Kepala Jonathan Dan ia takut satu hal tapi yang pasti bukan kematian. ia tidak mau ada korban lagi apalgi dari sahabatnya


'Lisc. katakan Kepada ku siapa Pelaku semua ini!" titah ku


[saya Suka anda Marah. Tuan. Anda tampak agressif ketika anda marah. Hehe. Baiklah. tanpa saya kasih siapa itu mungkin anda sudah tahu siapa pelakunya. bukan?] kata lisc


Jonathan Bingung seketika dengan ucapan Lisc tadi. Mengetahui apa? jika ia mengetahui dirinya tidak perlu repot-repot bertanya


Tiba Tiba sebuah suara Muncul dari Mata Kanan nya


" Sepertinya Dewi Laknat itu tidak menyebutkan keberadaan saya " kata ??? suara misterius itu entah datang darimana


Jonathan celang celinguk melihat siapa yang berbicara selain Lisc tidak ada yang ber suara


"Hei Manusia Bodoh! aku disini. tepat dimata kanan kau" kata ?? suara itu


"S--Siapa kamu d--bagaimana kamu datang?" kata Aku bertanya gemetar


Sudah Lama Dirinya tidak dibuat gemetar hebat semenjak pertemuan pertama dengan system dan bertemu dengan nenek buyut & kakek buyutnya


"Aku adalah Aqil. Aku adalah Keturunan Dewa Seth. Aku tercipta atas bentuk sebuah Mata dan Ayah ku berkata jika aku ingin mendapatkan tubuh maka aku melayani mu hingga 7 Ribu tahun mendatang" kata Aqil


"A--Apa 7 Ribu tahun? bukankah Itu sangat lama ? " tanya aku Dengan Terkejut


[Kau bangun. Aqil ? saya kira kau mati dalam bentuk mata itu. Haha] Ejek Lisc


"Dasar kau Dewi Keparat. jika aku mati maka Tuan mu yang layani juga ikut mati. Bodoh" kata Aqil


[TuanKu tidak namanya Sebuah Kematian. karena saya menghidupkan lagi dan begitu seterusnya tapi kasus untuk mu. Itu tidak mungkin. Hahaha] Ejek Lisc


Aqil yang mendengar itu terkejut


"D--Dewi Keparat. J--Jangan kau katakan. kau Mencintai Tuan mu ini?" tanya Aqil dengan Gugup


ucapan keduanya bagaikan perang di medan laga. suaranya membuat otaknya mendengung hebat


"Hahahahaha. oi Bocah. Sungguh beruntung kau dicintai oleh Dewi keparat dan ajaib ini" kata Aqil sambil terkekeh


"oi Dewi Keparat. apakah kamu lupa atau sudah Tua hidup di Dunia & Di alam Dewa?. Yang Mulia Dewa Mengizinkan para Dewa - Dewi dapat menghidupkan orang lain yang menjadikan Tuan Mereka dengan Syarat para Dewa - Dewi Harus mencintai Tuannya Itu secara Tulus" ungkap Aqil


Mendengar Aqil berbicara membuat Jonathan dan Lisc sangat speechless. terutama Lisc yang lupa akan peraturan satu ini.


'Ap?---Tidak Munngkin Aku mencintai Tuan ku sendiri' kata Gumam Lisc untuk meyakinkan diri sendiri


"Bisa kalian berhenti bertengkar? Saya Butuh Sebuah Informasi Tentang siapa yang mau membunuh saya sekarang ini!" kata Aku dengan lantang kepada mereka berdua


"Aku dapat memberikan mu sebuah Informasi. Dengan syarat tertentu yang perlu kamu wajib ikuti" kata Aqil


[Lancang kau Aqil. kamu memaksa seorang Cicit Yang Mulia Al untuk mengikuti perintah mu? sungguh Gila kah dirimu selepas bangun Dari Tidur lama mu?] kata Lisc dengan nada marah dan menyindir


"Cicit Yang Mulia? apakah Aku peduli? selagi dia manusia dan Dewi keparat. jangan perpikir aku tidur dalam senyap membuat ku tidak tahu. Anak Ini tidak mau menjadi Dewa atau setengah Dewa maka dari itu aku membuat kesepakatan karena dirinya masih sebatas manusia walaupun Gelarnya Begitu Agung" kata Aqil dengan nada tenang


Jonathan menghelas nafas


"Baiklah. Katakan Apa kemauanmu" kata Aku dengan tegas


[T--Tuan. saya mohon jangan Buru-buru untuk menanggapi apa yang dikatakan pria sialan itu] kata Lisc mencegah ku


" Lisc. Jika dia meminta ku harta untuk ku menyelamatkan seorang teman bagi ku. maka aku tukarkan hal tersebut." kata aku dengan tegas akan pendirian ku


"Jadi bagaimana Aqil? apa syarat mu" kata Aku bertanya.


"dalam 7 Tahun mendatang" kata Aqil


… TBC …


Bye