
Limea dengan tampil biasa tapi cantik untuk lihat membuat siapapun tidak menyangka bahwa itu lady first. Temani Oleh Arciss & beberapa secret service. Limea berangkat menggunakan mobil Yang didesain pelindungi apapun macam bahaya
" Ma'am. selama persiapan anda. saya melihat anda belum memakan sedikit pun. saya telah menyiapkan anda makanan yang mungkin bisa menahan lapar anda " kata Arciss sambil menunjukkan Kotak makanannya
Makanannya itu Adalah. Roti Telur yang di limurin Saus sambal & dan beberapa ikat sayuran didalam nya
" Terimakasih. kebetulan saya lapar sekali " kata Limea dengan tersenyum malu
Limea memakan²an milik Arciss. selama perjalanan. Limea & Arciss mengobrol santai layaknya Perempuan biasa pada umumnya. Obrolan itu mengenai pertemuan pertama dari masing² suami & sedikit menceritakan kehidupan
" Ma'am. kemungkinan kita akan sampai 6 menit " celetuk sang supir
" 6 menit? bukannnya seharusnya kita sampai dalam 3 menit " jawab Limea
" Ma'am. saya akan membuka jendela atas untuk anda. anda bisa melihat sendiri " kata Sang supir
Limea pun mengeluarkan kepala nya dan melihat kearah depan ternyata ada pendemo yang ditengah jalan yg sedang menuntut & mengibarkan bendera palestine.
Limea kembali masuk & pintu atas pun tertutup kembali
"terus mobilnya lalu berhentikan saja. saya ingin bertemu dengan mereka " kata Limea
perkataan Limea membuat mereka terkejut pasalnya belum ada first lady(ibu negara) yg langsung turun ke jalan & bertemu pendemo
" ma'am. itu sangat berbahaya. tolong pikirkan kembali " kata Arciss
" Sudah. ikuti saja perintah ku. apa yang ku inginkan sudah aku pikirkan sejak tadi " kata Limea dengan tegas menolak pemikiran orang lain.
Limea Keluar dengan begitu Anggun dan menemui salah satu pendemo
" Maaf. siapa pemimpin Kalian? " kata Limea bertanya
" Saya ! " kata seorang Pria dengan Mengangkat tangannya
" Nama mu? " kata Limea bertanya
" Nama saya Arzaiki. Saya pemimpin aksi ini. saya juga memiliki Perizinan & jenis lainnya " kata arzaiki dengan menunjukkan surat² izin nya itu
" Simpan. Saya tahu kalian melakukan aksi ini atas respond mengenai Pihak Israel mengklaim Yerussalem Ibu Kota Mereka. saya mengakui bahwa saya mendukung kalian. Saya bangga melihat kalian. tapi Ingat. pihak yang kalian minta adalah orang yg tinggi kalian gapai. Saya menyediakan bantuan untuk anda(arzaiki) dan lainnya untuk berbicara di parlemen. tapi saya tidak menjanjikan sepenuhnya. bagaimana? " kata Limea
Arzaiki mendengar itu terkejut tapi senang itu artinya aksi suara mereka mungkin akan didengar langsung Oleh US House(DPR).
" Ma'am. saya turut senang anda ingin membantu. saya berharap anda memiliki hasil dalam membantu suara Rakyat Palestine " kata Arzaiki dengan tersenyum
Limea mengangguk dan kembali ke mobilnya dan membuka kaca nya
" Saya Membantu tapi tidak dengan janji. tapi saya berharap anda akan melihat nya nanti lewat berita. saya yakin berita akan muncul mengenai saya di depan publik tentang ini " kata Limea dengan bahasa politiknya
Arzaiki tentu paham bahasa seperti itu. Karier politik akan terlihat buruk jika ucapannya yg berupa janji diketahui publik maka itu akan pemburuk kariernya. tapi Arzaiki tersenyum bahwa sekelas Lady First(ibu Negara) bisa menempatkan posisinya sendiri tetap netral tapi berada di ambang keburukan jika dilihat oleh media.
" Baik. Ma'am " kata Arzaiki