
Brendy & Ifban dengan gagah berani juga badan besarnya itu membuat siapapun bergidik ngeri. keduanya bertemu dengan Anak² yg sedang menongkrong di sebuah warung
" Siapa diantara kalian yang Bernama Haikal Firmansyah? " Tanya Ifban kepada mereka dengan Nada Serius & Berwibawa
Seseorang mengangkat tanganya. badannya kurus seperti tidak makan 10 hari
" kamu yang bernama Haikal Firmansyah? " kata Brendy bertanya dengan maksud mengkonfirmasi hal tersebut
" Benar. Saya Haikal. Kalian Siapa? " kata Haikal
Brendy melakukan pencocokkan dan ternyata gambar tidak matching dengan situasi yang ia temukan
" Kalian Jangan Bercanda. siapa diantara kalian yang Haikal Firmansyah? Kakak dari Haikal sedang sakit dirumah sakit dan kami berdua tidak mau membuang waktu. cepat jujur ! " kata Brendy teriak
" Aku Haikal. Aku Haikal. apakah kalian tidak paham? Lihatlah Foto ini adalah dari beberapa tahun lalu dan tentu tidak sama. Bodoh ! " kata Haikal dengan kesal
ifban yg berjalan diantara mereka menemukan sesuatu
" brendy. lihatlah Apa yang Di gunakan Anak itu " kata Ifban sambil menunjukkan kepada Brendy
alangkah Terkejutnya Brendy melihat Lem Fox berada disana dan terlihat tampak hampir habis
" katakan. kamu sudah berapa lama menggunakan ini? " kata Brendy Bertanya
" 1? 2? ah ya 1 bulan yang lalu " kata Haikal sedikit mengigau
PLAK
Brendy memberi Tamparan Keras itu membuat Haikal terbangun juga anak² yg sedang nongkrong itu terkejut
" Bodoh kamu. Kaka mu yang sedang bekerja keras tapi disini kamu malah membuang dirimu untuk tidak berguna. seharusnya kamu malu !. Ifban bawa anak ini. tangan ku jijik melihat Anak itu Yang membuang Kepercayaan kaka ny sendiri " kata Brendy dengan sedikit marah
Ifban hanya mengangguk saja bagaimanapun ia juga menyayangkan hal itu dari anak ini. akhirnya keduanya membawa Haikal tanpa mengeluarkan peluru satupun. Brendy menyalakan kembali mobil diikuti oleh Haikal yg duduk di belakang & ifban di didepan(samping pengemudi). dan mobil itu berjalan meninggalkan tempat tongkrongan tersebut
" Apa kamu sadar? Bahwa yang kamu lakukan mungkin akan mengecewakan Kaka mu " kata Ifban yang memulai pembicaraan
" Kaka kamu perjuang mati²an di jalan sana. menjual ketoprak. dipalak preman. aku rasa kamu paham " kata Ifban melanjutkannya
Ifban saja sudah terlalu kecewa & dirinya bersumpah bahwa jika dia memiliki anak. dia tidak ingin mati dan tidak mau melihat anaknya rusak ketika ia sudah diakhirat.
"Kalian Siapa? mengapa kalian terlalu ikut campur akan keadaan ku? " kata Haikal dengan sedikit marah
Brendy Yg mendengar sontak membuat dirinya kesal
" Apa kamu lihat Pistol ini? jika bukan Kaka mu yang menginginkan kamu Hidup. sudah seharusnya aku membunuh anak seperti kamu " kata Brendy sambil menunjukkan pistol putihnya
Haikal yang melihat itu membuatnya ia sedikit ketakutan
telah sampai mereka di rumah sakit dan menuju ke kamar Dea
"Nona Dea. Apakah dia Adik mu?" kata Ifban bertanya
Dea mendengar itu langsung tersenyum gembira ketika adiknya yang selama ini ia perjuangkan & ia bertahan untuk hidup hanya untuk Adiknya itu.
" Masuklah " kata Dea dengan nada gembira.
Ifban dengan berat hati pun membuka pintu nya dan membawa Haikal kepada Dea.
Ketika Dea melihat Adik nya yg terlihat kurusan itu langsung berubah wajah nya menjadi sedih & kasihan.
" Haikal. Kamu kenapa kurusaan ? " kata Dea bertanya
" Karena ini " Kata Brendy sambil menunjukkan Lem yg diambil oleh ifban.
Langkah Terkejutnya Dea dan dirinnya ingin marah. sangat ingin marah tapi dengan kondisi ini Dea hanya bisa tersenyum lalu mengelus² Rambut Adik nya dengan Penuh Cinta
" Sejak kapan kamu melakukan itu? Haikal? " kata Dea Bertanya
dengan wajah menunduk Haikal takut Kakanya marah. bagaimanapun dirinya(haikal) sadar telah menumpang hidup & memberatkan Kehidupan Kaka nya
" 1 bulan Lalu " Jawab Haikal yg masih menundukkan wajahnya
Dea hanya menghelas Nafas dan mencengkram selimutnya agar menahan emosinya yg sedang meledak di dalam dirinya(Dea)
"pak. Tolong Beri makan untuk Adik ku & aku juga ingin Sendiri " kata Dea dengan mencoba tersenyum
Brendy paham bahwa di balik senyuman itu ada kekecewaan mendalam dari Haikal. adiknya itu
" Baiklah. Haikal. ikut saya. di bawah sana ada sebuah katin. mari kita perbaiki dirimu yang sebagai manusia. bukan sebagai kaktus " kata Brendy sambil membawa Haikap pergi.
Merasa Semuanya sendiri. Dea pun menangis dengan sekencang ia bisa. dirinya kecewa dengan adiknya yg tidak ia ketahui sebagai kakanya. Dea menyalahkan dirinnya sendiri yang tidak mampu menjadi seorang kakak
" Ya Allah. Apakah ini semacam cobaan atau apa ini kutukkan bagi ku yg seorang kakak untuk nya " kata Dea dengan dirinya sendiri sambil menangisi hal tersebut.
Tanpa disadari Dea. Brendy & Haikal mendengar hal tersebut. Brendy tidak membawa haikal ke kantin tapi melainkan Brendy mendiamkan Haikal tepat disamping pintu agar Haikal sadar bahwa Dia(Haikal) telah melukai orang yg benar mencintai nya. Haikal yang mendengar itu hanya bisa terunduk dan menangisi apa yang dirinya perbuat dan menyesali 1 bulan telah melukai hati Kakaknya
' Maafkan Aku Kak ' Gumam Haikal dalam hati nya
… TBC …
kalian pikir bahwa Novel ini Keluar jalur? sebenarnya Tidak. Bahwa kehidupan di dunia ini kita tidak tahu jika kita tidak mengetahui atau merasakan itu sendiri. saya sebagai Author menyatakan bahwa novel ini tetap sama. bahwa inilah kehidupan sesungguhnya. Kalian Harus paham selain. ibadah kepada Tuhan. ada beberapa kehidupan yang tidak Tuhan langsung kamu dibantu olehnya. Tapi justru kamulah yang harus sadar mencari jalan keluar nya.
Terimakasih