
Ini cerita Jauh saat Jonathan jadi President & belum ke amerika juga
……………
Indonesia. Jakarta
saat ini Jonathan bisa dikatakan Miliader dan dapat membeli mobil Mewah dan Rumah Mewah sekelas Mansion.
2 Mei 2014
pada jam 7 pagi.
Matahari masuk kesela-sela hordeng milik Jonathan. sinar matahari membuat pria bernama Jonathan itu terbangun.
Dirinya Menggerakkan tangannya ke sebelah kiri dan ternyata istrinya sudah bangun. Jonathan pun Bangun lalu mencuci Muka dan Selalu merawat kumis kecil yg ada di dagunya tersebut. Walaupun umur sudah menginjak 19 tahun dirinya harus tampil OKE di depan istrinya atau ditempat-tempat publik.
Jonathan Menuruni Tangga yang dilapisi oleh Emas Murni
contoh visualnya.
jonathan menghirup udara bau yang sungguh ia kenal. Apalgi kalau bukan Ayam Goreng di leburin dengan cabai Ijo.
Jonathan lalu segera menuju dapur dan melihat istrinya yang cantik menggunakan Baju Putih. jonathan tanpa berkata apapun langsung memeluk istrinya tersebut
visual Limea masak)
"Selamat Pagi. Dek" Tanya Aku sambil mendelisik Setiap inci leher milik istri ku
Limea yang mendapati perlakuaan itu sedikit kaget tapi sekaligus Bahagia dan tersenyum sumeringah
"Mas. Sudahlah. Lepaskan dulu. aku gak bisa gerak kalau dipeluk saat masak" ujar Limea
"Emangnya kamu masak apa?" kata aku pura-pura bodoh
"Ayam Goreng Di cabe Ijo. Sukaan mas" jawab Limea dengan tersenyum
"kok kamu yang masak? bukannya kita ada Maid(pembantu) ya? Dek" kata Aku bertanya bingung
mendengar pertanyaan itu membuat limea membalikkan badan dan wajah pasangan itu hampir perciuman.
limea yang tak sanggup dilihat secara langsung menunduk
"Mas. Ak--aakuu mas--masaak ini khusus untuk mu & Cinta ku kepada mu" Kata Limea sedikit terbata-bata
"Kalau Ngobrol ama Mas tuh. Lihatin orangnya" kata ku sambil menaikkan dagu limea.
Wajahnya Terangkat dan Jonathan melihat wajah cantiknya Istri nya tersebut
CUP
Jonathan pun Mencium Bibir Merah Merona itu
"M--Mass-J--jangan S--sekarang" kata Limea mencoba menjauhkan suaminya untuk berhenti
Apa daya. Badan Kekar Jonathan tidak membuatnya mundur
Jonathan & Limea bertukar Saliva dan Mau Tidak Mau Limea melayani cumbuaan suamiinya tersebut. Limea tidak munafik atau apa. tapi moment ini ia sangat ingin terus bersama suaminya. orang satu-satunya yang ia cintai
2 Jam kemudian
"Ma--Maasss. Udah Doong. A---aku gak bisa nafas" Limea mulai kehabisan Nafas
Jonathan yang mendengar kicauan istrinya pun berhenti dari aktivitiasnya
"Maafkan Mas. Dek. Habisnya Bibir mu itu sungguh manis. Kayak Permen. Hahaha" kata aku tertawa tanpa dosa.
Limea sedikit memerah karena suaminya itu secara terang²an berkata itu tanpa di filter
"Moh! udah sana Mas. duduk saja. sarapannya akan adek siapkan" kata Limea membaliklan badan karena tidak mau diketahui suaminya jika dirinya malu
3 jam Kemudian
" Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar " sebuah takbir terdengar dari luar rumah
Jonathan yang mendengar itu langsung mengecek tanggal di HP nya tersebut dan melihat bahwa Hari ini adalah Hari Raya yang jatuh pada 2 Mei 2014.
limea membawa nampan makanan. Limea juga menyuruh salah satu maid untuk membersihkan dapur
"Mas. Ini Adek bawain makanannya" kata Limea dengan tersenyum
Jonathan yang mendengar & melihat istrinya membawa makanan favoritnya lantas menaruh hp nya tersebut.
"Wah lezat banget ini. Kamu Pintar banget dek" kata Aku memuji istri ku
Jonathan dengan sigap langsung menyendok nasi & ngambil Ayam dan makanan kecil lainnya
visualnya.
Jonathan makan dengan lahap. Limea yang melihat itu hanya geleng-Geleng kepala
"Mas Pelan-Pelan Makan nya. gak Baik cepat-cepat begitu nanti tersendak lho" kata Limea menasehati suaminya
Uuggh
ugggh
baru saja di nasehati beberapa detik dan tidak diikuti. akhirnya jonathan tersendak²
"ini mas. Cepat minum" kata limea memberikan segelas Air Putih
Limea berdiri dan mengelus-elus bungkuk suaminya tersebut disaat jonathan meminum Air Putih
" Ahhh. Makasih Dek. akhirnya lega" kata aku karena lega sendakkannya menghilang
" Adek kan udah bilang. jangan buru-Buru. Mas sih gak mau denger. sekarang uda tahukan rasanya" kata Limea dengan nada marah volume 0.1
Jonathan yang mendengar itu hanya mengangguk-ngangguk saja Ia memilih untuk tidak melawan Istrinya. Limea pun kembali Duduk ke tempatnya lagi
3 jam kemudian
Jonathan sudah selesai makan akan tetapi ia melihat makanan istrinya masih penuh
"Dek. Kamu kenapa? Pikirin apa?" Tanya Aku
Limea yang sedang asyik melamun itu pun terkejut dengan suara suaminya yang tiba-Tiba
"Aduh Mas. Jangan Buat Kaget dong" kata Limea protes
???
Jonathan yang melihat itu bingung.
'perasaan aku menanyakan itu dengan nada pelan' gumam Aku bingung
"Ya Maafkan mas. nah sekarang kamu lagi pikirin apa?" kata Aku bertanya
"kira-Kira kalau aku pakai Kartu Debit hitam yang pernah mas kasih itu bisa adek pakai ngak?" Tanya Limea dengan polos
Jonathan yang mendengar itu sedikit tidak bernyawa.
' Aku memberikan itu pada mu karena kamu istri ku. kenapa harus izin? !!' Gumam Aku dengan sedikit kesal
"Dek. kalau mas kasih kekamu itu artinya mas izinkan buat kamu pakai" kata Aku dengan santai
Limea lalu berbinar mata nya itu
"Benarkah Mas?" kata Limea tersenyum
Jonathan Mengangguk
"Lagian Kamu mau beli Apa Dek dengan kartu mu itu?" Tanya aku penasaran
"Mas Tadi dengar takbiran kan? Nah adek niatnya mau bagi-bagi THR. tapi Adek urungkan karena belum dapat izin dari Mas. makanya aku bingung tadi" kata limea menjelaskan
Jonathan yang mendengar hal itu langsung tertawa terpingkal-pingkal
Limea yang melihat itu hanya kesal & Menggempalkan pipinya tersebut.
jonathan berhenti disaat Istrinya sepertinya marah. dirinya pun mendekat dan mengacak-acak rambut istri nya itu
"Apa yang Mas kasih. itu milik kamu. bahkan kartu hitam milik mas juga boleh kamu anggap milik kamu. apapun yang mas punya adalah milik mu" kata Aku dengan tersenyum
Limea yang mendapati perlakuaan tersebut marahnya langsung surut dan berubah menjadi malu dan wajahnya merah bagaikan tomat
"Mas Jangan acak-acak Rambut adek dong. nanti kusut" Limea protes tapi itu hanya mengalihkan saja.
"Yaudah Kamu pakai aja Kartu Hitam punya kamu. atau mas mau bantu?" kata Aku Bertanya
"Hehe boleh mas" kata Limea tidak menolak
Jonathan tersenyum
"Tapi Mas Di Kartu Hitam mu ada berapa ribu rupiah?" kata Limea bertanya
Jonathan yang sedang minum itu pun sedikit menyipitkan mata nya
" Ribu? Tidak. Dek. Kartu Hitam saldonya bukan ribuan. Tapi Hanya 150 Miliar Saja" kata Aku dengan santai
Limea yang mendengar langsung terkejut
"150 Miliar Rupiah? Mas dapat uang sebanyak itu darimana?" kata Limea tanya curiga
"Dek. jangan curigaan sama suami. Mas Itu Bontang Banting tulang dan keringat untuk bahagiain adek. dan Gimana Mas dapat uang tersebut. karena itu proyek dengan Teman mas berhasil & juga mas menyimpan sejumlah Juta Di Bursa Efek Indonesia ( BEI ) sebelum menikah. dan itu hasil yang mas dapat. jangan khawatir uang itu bersih & halal" kata Aku menjelaskan
50% 50%
Menjelasan Jonathan terbagi menjadi 2 yaitu. Dirinya tidak pernah punya proyek dengan teman tapi kebenarannya adalah memang dia menyimpan juta rupiah d BEI sebelum Menikah dengan Limea. tapi bagaimanapun jonathan tidak bisa jujur semuanya. kalau jujur bisa mati oleh sistem dibuatnya. lebih baik bohong kecil untuk menyelamatkan nyawa & terhindar limea jadi Janda.
Limea yang mendengar penjelasan suami nya tersebut tidak melihat ada nya kebohongan diwajahnya.
"udah jangan curigaan. Jadi Kamu mau pasang Berapa THR Nya?" kata Aku Bertanya
"200 ribu per orangnya mas" Kata Limea
"200 ribu? Lebih baik Jangan. Itu sama saja tidak menghormati mereka yang merayakan Hari Raya Idul Fitri. Mas punya usul. THR nya. 1 juta per orang. dan sekaligus ada Daging & Kebutuhan pokok 1 bulan full" kata Aku
Limea ingin membantah usulan Suaminya itu tapi apa daya. Limea harus bisa menuruti kemaua suami selama itu benar & logis
… TBC …
Lanjut nanti besok cerita kecil ini