MR.POLITIK

MR.POLITIK
Areum



Banyak Kekacuan yang telah di bereskan oleh Komandan USAF, setelah membereskan masalah & mencari apapun yang kemungkinan bisa menjadi bermasalah maka dari itu Komandan USAF memberi Perintah Kepada bawahannya untuk menyeliksi setiap kawasan para militan ke akar-Akar nya.


dan di tempat lain.


president telah di bawa oleh Para bawahan Komandan F7A4 Untuk kembali dan dirawat oleh staff White House.


Selama Perjalanan Jonathan Terduduk walaupun Masi Memiliki Luka Tembak karena ia tertembak disalah satu dari bawahan Militan tersebut, tapi pada untungnnya Tubuh Jonathan Merespond dan Cepat Perbaiki Luka nya. Jonathan Tidak menyadari akan kekuataanya yang dapat bergeneratif dan dapat menyembuhkan dalam hal apapun tanpa terkecuali sebuah peluru.


15 jam kemudian


Telah Mendarat tepatnya malam hari Di White House kini Jonathan diserbu oleh staff kedokteran untuk menyembuhkan luka-luka tersebut, Tubuh Jonathan meninggalkan 2 Luka agar Kehadiran kekuataan itu tidak disadari oleh Pemiliknya Yaitu Jonathan.


"Mr.President Mohon Berbaring lah. dan percayakan kami untuk pemriksa anda" kata salah satu Kepala Dokter


Jonathan mengikuti intruksinya karena ia juga tidak kuat menahan Peluru panas bersarang ditubuhnya,


"Bisa kah kalian mengeluarkannya perlahan? peluru ini sudah begitu panas dan jika kalian mengeluarkannya secara paksa itu akan lebih menyakitkan ku" kata ku


Dokter yang mempegangi alat-Alat untuk mengeluarkan peluru itupun mengangguk paham & patuh.


seorang perempuan berlari dan diikuti oleh secret Service yang berteriak


"Mrs. Limea mohon jangan berlari" pinta salah satu perempuan secret service


secret service Limea keseluruhanya adalah Perempuan. yang memang disiapkan oleh Jonathan saat itu.


Secret Service berusaha keras Untuk mengejar SANG IBU Negara tersebut


Brak


Limea ternyata berhasil mendobrak pintu operasi yang hendak dimulai dan melihat Suaminya yang saat itu melihatnya


"Mass!!" teriak limea


Limea berlari dan memeluk suaminya tersebut.


"B--Bagaimana adek bisa tahu kalau mas disini?" tanya ku dengan Gugup


Jonathan tidak ingin sekali istri tercintanya selalu khawatir tentangnnya dan yang ingin Istrinya tahu tentangnya adalah dirinya adalah pria yang kuat. itu saja.


"Mas. aku mohon jangan berbuat gegabah. sejak mas berangkat hati adek tidak enak dan berpikir bahwa Mas dalam Bahaya dan ternyata insting perempuan adek memang lah tidak menghianati adek sendiri. Mas Jangan Tinggalkan Adek dengan cepat" kata


Jonathan Mengelus Rambut Hitam Cantik Istrinya Tersebut, dirinya amat senang Istrinya begitu mencintainya daripada hartanya, sungguh Sebuah Anugerah Dewa yang Tidak Tergantikan


"Ahem" kata Dokter kepresidenannya


Jonathan yang mendengar denghaman sang dokter bahwa operasi harus segera di mulai


"Adek. Bisakah tunggu didepan? mas akan menjalankan operasi mengeluarkam peluru. adek jangan khawatir. Areum. Silahkan Bawa Istri saya di luar" kata aku menenangkan istriku dan memberi perintah Areum.


Areum adalah salah satu pengawal yang berasal dari Korea Selatan yang kbetulan nama itu dipilih langsung oleh Lisc tapi Tidak ada Background yang dapat Jonathan Temukan bahkan dari mata Dewa itu sendiri.


"Baik Mr.President" kata Areum.


Areum Pun mempegangi pundak istri president itu keluar


"Mrs.Limea. tidak baik jika menunda sebuah operasi yang hendak dilakukan Mr President untuk keselamatannya. mari Silahkan bersama saya menunggu di luar" kata Areum dengan Lembut


Limea menengok Sang suami dan sang suaminnya tersebut mengangguk dan terlihat wajah Memohon.


-sebelumnya Jonathan Tiba-


Limea yang saat ini masih didalam Rumah Pribadinya atas penjagaan dan insiatif Pemerintah Yang akan menjaga Limea sang ibu negara tetap aman. Perintah untuk menjaga Limea dalam aman itu berasal dari Kolega dan bawahan Jonathan dalam pemerintahan. sementara itu limea menunggu kabar suami nya yang akan dikabar melalui sambungan Telepon nanti yang berasal dari pemerintah, Akan tetapi sudah setengah hari menuju malam dirinya belum mendapatkan telpon atau informasi


Tok Tok Tok


Limea menengok kepada Indri.


Indri adalah salah satu adik Dari Wakil Jendral Smith yang menjadi Korban keserakahan Boris.


Indri paham perintah wajah Milik Limea dan Dirinya pun membukakan pintu.


Indri membuka pintu dan terlihat perempuan cantik berumur 20 Tahun dengan Mata Asia mirip dengan Limea itu pun terlihat oleh Indri


"Maaf. Siapa Anda?" kata Indri bertanya curiga


perempuan itu tersenyum melihat kecurigaan Indri terhadapnya


"Maafkan Saya melupakan perkenala diri. Nama saya Aecha Areum Ahn. kehadiran saya adalah sebagai Pengawal Baru yang di rekomendasikan Oleh Staff President dan menjadi pengawal Mrs Limea" kata Areum


Indri semakin curiga dengan perempuan yang baru perkenalkan diri itu tersebut. pada akhirnya ia menutup pintu dengan sangat rapat dan kembali kepada Limea untuk melaporkan hal itu


"Bagaimana? siapa yang datang?" Tanya Limea


"ada seorang Perempuan Bernama Aecha Areum Ahn. yang mengakui akan menjadi Pengawal pribadi anda yang terbaru" kata Indri


Limea yang mendengar itu sedikit terkejut. pasalnya suami atau staff kpresidenan tidak mengatakan hal ini


"Bawa Dia Masuk!" Titah Limea


"Masuk? sepertinya tidak. Mrs Limea. keselamatan anda selalu menjadi nomor 1 setelah apa yang terjadi kepada President. maka saya juga mengetatkan Penjagaannya. Tidak ada yang tahu jika musuh itu menyamar tepat nya perempuan itu" kata Indri khawatir


"saya paham kekhawatiran mu. dan aku berterimakasih untuk itu tapi Jika perempuan ini benar atas Rekomendasi oleh President atau Staff President maka saya harus mematuhi nya dan Jika Musuh Menyamar maka apakah diantara lain juga menyamar?" kata Limea begitu tajam dan hampir menyerang mental mereka


"Indri Smith. sekali lagi saya perintahkan kamu. Untuk membawa dibawa masuk" kata Limea dengan lantang


indri pun menunduk lalu mematuhinya dengan membawa perempuan bernama Areum tersebut.


Limea melihat Areum memang lah cantik tapi sebagai Seorang Perempuan dirinya merasa terhinakan dan takut suaminya selingkuh darinya


"Dia tidak akan menyelingkuhimu. tenanglah" sebuah suara entah berasal darimana


Limea yang mendengar itu seperti diberi nasehat yang entah dimana asalnya tersebut.


"Aecha Areum Ahn. itu nama mu bukan? baiklah. asal mu? dan ceritakan asal usul mu" tanya Limea kepada Areum


"Korea selatan. tepatnya asal Kota Gumi. saya berkarier Dalam Militer 5 tahun semenjak umur 15 tahun. pada awalnya Negara menwajibkan saya untuk melayani Negara sebagai Tentara(wamil) selama 18 Bulan(untuk Wanita) setelah berhasil melewati masa Wamil. saya kembali ke kampung Halaman dan menemukan Rumah saya Hancur dan keluarga saya terbunuh oleh Rentenir. saya sudah mengajukan laporan kepada kepolisian tetapi mereka menolak karena mereka menganggap buktinya kurang tapi dibalik itu mereka dilindungi oleh kepolisian. setelah mendapati kejadian hal ini. saya lalu kembali kepada kemiliteran tetapi diperjalanan saya ditagih oleh Rentenir yang jelas itu hutang Ayah saya. Saya Mewarisi hutang senilai 19 juta Won( 217 Juta Rupiah ). saya marah Dan memukulnya sehingga saya dipenjara beberapa minggu setelahnya Militer mengambil saya dan memasukan saya kesana tanpa adanya tujuan & keinginan Maka saya menyetujui hal tersebut" kata Areum menjelaskan hampir sebagian Kisah Hidupnya


"Pangkat terakhir?" kata Limea Bertanya


"Kolonel 2" Jawab Areum singkat


selama Limea mendengar & melihat Areum dirinya tampak melihat ke anehan dalam diri Areum. keanehan terlihat Sebuah Mata nya yang menyala merah dan Menahan Gairah yang kuat dalam dirinya yang tidak bisa limea jelaskan


"Baiklah. Saya telah mendengar kisah mu dan tapi saya juga tidak dapat mempercayai mu sepenuhnya walaupun kamu direkomendasikan oleh suamiku. dapatkah kamu memaklumi nya?" Tanya Limea


Areum mengangguk lalu mengangkat jarinya


"Apa kamu memiliki bertanyaan?" kata Limea


Areum mengangguk dan lebih sedikit mendekat


"Hei Kamu! jangan mendekat Mrs. Limea atau peluru yang akan bersarang dirimu" kata Indri khawatir dan mengancam


"Biarkan" kata Limea


Areum Mendekat. semakin mendekat hingga menuju tengkuk leher limea tapi bibirnya Menaik keatas


"Maaf. Nona Limea. Mengapa Anda Begitu manis?" kata Areum bertanya dengan suara yang begitu pelan sehingga hanya Limea yang mendengarkan nya


Areum pun mundur lalu membungkuk


"saya akan mengabdi kepada anda sebisa saya yang saya lakukan. mohon perintahkan apapun yang bisa saya lakukan" kata Areum


...----------------...


...TBC...


...----------------...