MR.POLITIK

MR.POLITIK
DEA



ketiganya membagikan² ketoprak gratis. tanpa 5 menit sekalipun. 40 bungkus habis dengan cepat oleh 40 yang beruntung


" Maaf ya. semuanya. hanya 40 bungkus yang kami sediakan. maaf ya " kata perempuan itu


Para warga hanya bisa memaklumkan itu. tidak masalah bagi mereka tidak dapat. dan banyak orang berharap ada bagi² gratis lagi besok atau lain hari


Jonathan pun memanggil mobil dari secret service tersebut. Mobil ini bernama Pajero Sport. Mobil Andalan Keluarga dan sering digunakan oleh keluarga pejabat



1 jam kemudian


Secret datang bersamaan nya 3 orang. 2 orang itu yg akan menaruh kembali motor² milik Jonathan


"Ayo. Silahkan nengn" kata Aku mempersilahkan terlebih dahulu


Dengan langkah yang hati². dirinya menaiki mobil yang menurut dirinya ini sgat amat mewah


setelah perempuan penjual ketoprak itu naik. Jonathan & Rasyid pun naik. Rasyid yg menggantikan secret service itu dan secret itu duduk paling belakang.


sepanjang perjalanan mereka hanya diam berhening saja tanpa menghasilkan apapun. ketiganya(kecuali jonathan) takut kepada jonathan. bagi Rasyid & Secret sulit memulai bicara dengan seorang Tuan besar. Bagi penjual ketoprak itu menganggap tidak sopan jika memulai tanpa tuan rumah yg memulainya


Ciya²


ciyaa


Tiba² Jonathan menyetel Radio. yg membuat penghuni lain sedikit terkejut


" neng. nama mu siapa? " Tanya aku


" Nama saya Dea Ningsih Riska bin syamhsu" kata Dea memperkenalkan dirinya


" Nama kamu agak sedikit kraton(kerajaan) ya. apakah kamu keluarga kraton? " kata Aku bertanya


" Ngak Pak. Saya bukan keluarga kraton. Saya tinggal Jakarta sudah 7 tahun semenjak ibu saya belum meninggal " kata Dea Menunduk


" Tidak perlu khawatir. kamu bekerja dengan ku. semuanya Halal & Baik untuk hidupan mu nanti " kata Aku


Rasyid & secret hanya bisa mendengar percakapan mereka. hanya saja Secret lah yang tidak bisa mengerti bahasa indonesia


'Gak bisa bahasa indonesia' kata secret dalam batinnya


30 menit kemudian


setelah perjalanan dari kota yg penuh kemewahan kini. Jonathan & lain menuju sebuah kampung. yang terlihat tidak terurus sama sekali oleh Pemerintah setempat. sungguh Menyakitkan Bagi Dirinya yang seorang asal indonesia. Jonathan memfoto ini dan mengirimnya kepada Stefan sang presiden Indonesia saat ini dengan tulisan di pesan nya


Saya tidak akan bertemu dengan anda. Jika kampung seperti ini saja. bawahan anda saja menutup mata. saya tahu ini bukan tugas anda sebagai Presiden. Tapi ini rasa sakit saya terhadap pemerintah setempat daerah anda. ini mengecewakan hati saya


Begitulah isi pesan dari Jonathan kepada Stefan


banyak warga setempat yang kaget atas kedatangan pajero sport mobil mewah & gagah milik oleh Jonathan


"bapak². ayo silahkan. Itu Rumah saya " Dea berkata dengan Menunjukkan rumahnya kepada Jonathan & lainya


diantara rumah² kampung. Milik Dea adalah yg terburuk. Sulit dipercaya tapi ini bukan lah rumah bagi mereka(jonathan & lainnya)


Bnyk warga yg menggosip tentang Bahwa Dea bukan perempuan baik² dan lainnya


'sungguh kejam emang omongan tetangga' batin aku



anggap ini rumahnya)


"Silahkan. Saya siapkan dulu teh untuk kalian " kata Dea mempersilahkan Tamu nya untuk duduk santai.


5 MENIT kemudian


Dea kembali dengan 3 gelas teh Manis hangat untuk para tamu nya


" Terimakasih Ya. Dea " kata aku yang sambil meyuruput Teh


" Tidak Apa². Pak. Menurut Allah. Tuhan ku. Saya harus memuliakan Tamu walaupun keadaan saya seperti Pohon yang kering dalam cuaca panas matahari. Haha " kata Dea menjelaskan dan sedikit candaan


" haha. benar " kata Aku kembali menyambut candaan Dea


Dea Ningsih Syamhsu. umur di 17 Tahun. dan tidak sekolah karena terputus biaya


Kami pun mengobrol² seputar Penjualan Ketoprak milik Dea. Dea mengatakan bahwa Dirinya sudah diwarisi tentang ilmu berjualan & membuat ketoprak. dan selain berjualan. Dea juga harus bekerja demi dapat memodali Ketoprak jualannya. bagaikan roda sepeda. Perlu ada nya dorongan bagi Dea untuk bekerja demi penjualan nya


" Maaf Dea. Ibu & Bapak mu. Kemana? " kata Rasyid tiba² bertanya


Dea langsung menunduk layaknya orang sedih. sontak membuat Jonathan menyikut keras bawahannya itu. terkadang mulutnya Rasyid sulit direm kah?


" Tidak apa². Saya sudah terbiasa. " Dea


" DEA !!! " Teriak orang di luar


teriakan itu membuat jonathan & lainnya terkejut


" Siapa itu Dea? " tanya aku


Dea hanya bisa diam membisu tanpa menjawab apapun


"Dea.. Mana Uang hasil Jualan mu " kata seorang² ibu² berteriak kencang


" maaf Bi. Uang jualan nya Ngk ada " Kata Dea


Orang di sebut bi itu dengan wajah tidak percaya akan perkataan Dea. dirinya langsung merogoh² badannya milik Dea. dan menemukan 100 Ribu di kantong nya


" Jangan Bi. itu buat Makan & Biaya sekolah Agung. Bi. mohon bi balikin " kata Dea memohon


Brak


Dea di dorong oleh seorang perempuan yg tampak nya itu mungkin anak dari Bi itu


" Eh. Asal lu Tahu ya. ibu gua biayain hidup lu. harusnya lu bersyukur. ya ngak mak? " Anak perempuan itu dengan ocehannya


" Winda. bohong kamu. Bibi ngak pernah biayain hidup aku. Uang Harta keluarga ku. Bibi mu itu yang mengambil. dimana yang kamu maksud Biayain Hidup? ah " tanya Dea meledak²


Kesal dengan itu Winda langsung mendorong Dea


Brak


Dea langsung jatuh tak sadarkan diri akibat terlalu keras benturan Kepala ke tanah


Sontak Bibi Dea & Winda itupun langsung kaget


"Rasyid. Angkat. dan bawa dia kerumah sakit " Titah aku


Rasyid mengangguk dan mengangkat Tubuh yang saat itu kedua orang itu terdiam


" Kalian kenapa diam? siap² kalian masuk jeruji besi " ungkap ku


perkataan Jonathan layaknya sihir yang membuat mereka berdua Kaget dan Jonathan Meninggalkan nya